Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
bingung


__ADS_3

Anggun masuk ke dalam kamar frans, dan ternyata disana sudah ada ibunya frans.


"Oh ibu sejak kapan ada di sini?"


"Aku baru saja tiba nak, bagaimana keadaanmu Nak Anggun?"


"Kabar ku baik bu"


"Anggun sebenarnya ada yang mau ibu katakan hal yang sangat penting padamu?"


"tentang apa bu?"


"Kamu lagi sibuk atau tidak, pas kamu longgar saja ibu tanyanya saja"


"Sebentar lagi ya bu, aku harus memeriksa 1 pasien lagi"


"Ia nak, kalau sudah selesai kamu kemari ya"


"Ia bu"

__ADS_1


Anggun keluar dari kamar suaminya dan memeriksa pasien yang sedang dalam keadaan kritis.


Anggun melihat istri pasien itu yang sedang menangis.


"Sabar ya bu, semua akan baik-baik saja, saya akan berusaha sebaik mungkin demi kesehatan suami ibu"


"Ia bu, ini semua salah saya dok, andai saja saya merawat suami saya dengan baik dan menjaga pola makannya mungkin semua tidak akan terjadi dok, saya belum bisa membuat dia bahagia, saya terlalu sibuk dengan kehidupan saya dan pekerjaan saya"


"Ia bu doakan yang terbaik buat suami ibu saja"


Beberapa menit kemudian, kondisi suaminya sangat kritis sekali kami tim dokter termasuk Dino sudah berusaha sebaik mungkin namun Tuhan mungkin ada rencana baik demi beliau.


Saat masa kritisnya suaminya memanggil istrinya dan berpesan kepada istrinya.


"Maaf mas, selama ini aku sudah bersalah padamu"


Tak lama kemudian, Tuhan berkehendak lain, suaminya meninggal dunia.


Ku lihat istrinya menangis dengan sangat keras. Tapi Anggun sangat ingat sekali pada kata-kata "kau harus bahagia", andai frans bisa berbicara mungkin dia akan mengatakan bahwa aku juga berhak bahagia, Apakah aku harus menuruti hatiku, membiarkan rasa ini tumbuh untuk Dino, aku juga bingung apa yang harus aku lakukan.

__ADS_1


"Sabar ya bu, doakan yang terbaik untuk suaminya, mungkin ini semua jalan yang terbaik untuk suami ibu"


"Ia bu terimakasih"


Setelah selesai Anggun langsung kembali ke kamar frans.


"Sudah selesai ya Anggun?"


"Sudah bu, ini saya sudah selesai jam kerjanya, ada apa bu, apa yang akan ibu tanyakan padaku, kok sepertinya penting sekali"


"Begini Anggun, aku sangat sayang sekali padamu, kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri, dan ibu tau perasaanmu sekarang ini, kamu masih butuh laki-laki yang bisa membimbingmu dan menyayangimu serta menemanimu hingga tua nanti"


"Maksud ibu bagaimana, Anggun tidak mengerti"


"begini Anggun ibu ingin, kamu memulai hidup mu yang baru bersama orang yang kamu anggap bisa bersama mu, dan menjagamu"


"Ibu aku masih istri sah frans, dan aku sangat mencintai suamiku, tapi benar bu aku tidak memungkiri aku butuh sosok lelaki yang sayang padaku, dan menemani aku bu, tapi aku tidak mau menyakiti suamiku bu"


"Anggun kita realistis saja, kita tak tau kapan frans bisa bangun dari komanya, bisa 2 tahun atau seumur hidupnya, apa kamu kuat sendirian, ibu dengar dari gosip orang-orang disini kamu dekat dengan dokter juga yang ada disini, kamu berhak bahagia Anggun, jika kamu mau membuka hati dengan laki-laki lain ibu akan merestui"

__ADS_1


"Anggun bingung bu"


bersambung


__ADS_2