Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
bermain di belakangku


__ADS_3

Anggun masih sibuk saja dengan pasien yang berdatangan hari ini sampai tak terasa jam sudah menunjukkan jam 12.00 saatnya jam makan siang, perasaannya masih saja kurang enak hari ini, dia berjalan menuju kantin rumah sakit untuk makan siang. Dia berjalan dengan perasaan tidak enak sekali, biasa naluri istri selalu benar, sampai-sampai dia menabrak Ari.


dubrak.......... aduh maaf dok ucap Anggun.


"Oh kamu Anggun, tidak apa-apa"


"Maaf ya Ari aku tidak sengaja"


"Ia Anggun jangan melamun kalau jalan, masak orang sebesar aku tidak kelihatan"


"Heeeeee bisa aja kamu Ari"


"Mau kemana kamu Anggun"


"Ini kan jam makan siang, aku mau ke kantin"


"Ya sudah bareng aku saja, sekalian aku juga mau ke kantin, lagian sudah lama kan kita tidak mengobrol"


"Ia Ari"


Akhirnya mereka berdua menuju ke kantin, di lain tempat Ani dan Dion sedang bermesraan berdua, mereka berdua berada di sebuah tepi pantai, mereka duduk di tepian pantai di temani dengan segelas minuman dan makanan ringan. Ani yang terlihat sangat seksi dengan baju pantainya yang menunjukkan lekuk tubuh nya, kulitnya yang putih bersih indah sekali, buah dadanya yang menjulang yang membuat semua mata lelaki terpana melihatnya, Dion yang sangat terpana melihat kecantikan dan keindahan tubuh seksi Ani. Ani yang dengan sengaja menggunakan pakaian seksi agar dion terpana dan semakin jatuh cinta padanya, lelaki mana yang tak tergoda dengan kemolekan tubuh lawan jenisnya.

__ADS_1


"Dion mengapa kau menatapku dengan tatapan yang begitu, ucap Ani"


"Ani lelaki mana yang tak tergoda setelah melihat keindahan dan kecantikanmu Ani"


"Ah mas Dion bisa saja, aku biasa saja mas"


Tiba-tiba Dion memegang tangan Ani, Dion lupa bahwa ada Anggun sebagai istri sah nya.


"Ani mau kah kamu menemaniku selamanya"


Ani memandang mata tajam Dion, mata Dion memancarkan sebuah nafsu yang sangat besar apalagi mata Dion selalu tertuju ke belahan dada Ani.


"Ani aku sangat menyayangimu, aku baru sadar bahwa kamu lah orang yang aku cintai selama ini bukan Anggun, mengapa kita tidak dipertemukan dari dulu"


Rayuan lelaki hidung belang, sudah tau mempunyai istri masih saja merayu wanita lain


"Ia mas sebenarnya dari SMP Ani sudah mencintai mas. tapi Ani malu mau bilang sama mas Dion, dan sekarang saatnya kita dipertemukan berdua"


"Ia Ani"


Dion menarik tangan Ani, dengan hembusan ombak dan angin pantai, Dion menarik tangan Ani dan tiba-tiba dia mencium mesra bibir Ani yang indah, mereka sudah tidak punya rasa malu berciuman bibir lama di pinggir pantai, Dion mencium bibir Ani menikmati indahnya berciuman dengan Ani. Mereka berdua merasakan indahnya memadu kasih dan menghiraukan Anggun.

__ADS_1


Di lain tempat Anggun yang sedang makan siang tiba-tiba gelasnya pecah tak sengaja terjatuh.


prank........ prank suara gelas terjatuh.


"Ada apa Anggun, ucap Ari"


"Aku tak tau Ari, tiba-tiba perasaan ku tak enak sekali jangan-jangan suamiku ada apa-apa, aku telefon suamiku dulu ya"


Anggun mengambil ponselnya dan mencoba menelfon Dion.


kring........ kring, berulang-ulang kali dia mencoba menelfon Dion tapi tak diangkat, memang naluri istri selalu benar.


"Ada apa Anggun, tidak di angkat sama Dion, mungkin Dion lagi sibuk Anggun"


"Ia juga Ari, memang dia bilang hari ini urusannya banyak"


"Ya sudah jangan kawatir ya, Dion baik-baik saja, ayo kita makan lagi"


Akhirnya Ari dan Anggun menghabiskan makanannya. dan di lain tempat Dion malah berpelukan bersama Ani serasa dunia milik mereka berdua.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2