Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
gunjingan tetangga


__ADS_3

"Tuh liat Anggun baru cerai 6 bulan dah dekat sama cowok lain, dasar perempuan gak bisa hamil sok-sok an mau nikah lagi sama fans bujang lagi gak malu sekali"


Suaranya keras sekali menghinaku, mereka dengan sengaja menghina ku, berbicara dengan suara keras dengan tujuan mereka dapat menyakitiku.


Hatiku sedih sekali mendengar perkataan itu, apa tak berhak aku bahagia dan mempunyai laki-laki yang sayang dan tulus menerima ku, aku sudah sukses, cita-cita ku sudah aku wujudkan aku hanya ingin punya imam dan pendamping hidupku.


Aku datangi ibu-ibu itu.


"Bu apakah aku tak berhak bahagia ucapku"


"Bukan maksudku begitu, bu dokter maafkan kami berbicara itu"


"Besok-besok lagi kalau bicara di perhatiankan bu apakah menyakiti hati orang atau tidak, kalau memang tidak suka bisa bilang langsung bicara padaku bu, jangan asal bicara"


"Ia dokter Anggun maaf sekali"


Aku langsung masuk ke rumah hancur hatiku orang bicara begitu.


Tiba-tiba frans datang ke rumah.

__ADS_1


"Anggun ayo siap-siap akan ku ajak ke ibu ku"


"Ia frans"


Aku bersiap-siap dan langsung ikut dengan frans, dan setibanya disana ku di sambut hangat dengan ibu nya frans.


"Oh ini nak Anggun, frans sudah cerita banyak tentang kamu, bagaimana langsung saja menikah di KuA tak apa kalau nak Anggun tak mau ramai-ramai yang penting sah saja, frans juga sudah cerita tentang kondisi nak Anggun kluarga kami terima nak Anggun kok tenang aja, habis nikah kita langsung adopsi anak saja, bagaimana ibu yakin kelak juga Anggun bisa punya anak tapi proses, sementara sambil menunggu adopsi anak saja biar kalian ada hiburan dan teman"


Aku langsung terkejut dengan ibunya Frans bu Ami begitu baiknya beliau yang menerima ku apa adanya.


"Ia bu Anggun setuju"


"Anggun bagaimana kalau 4 hari lagi kita menikah sederhana saja, kamu yakin kan sama aku, aku janji tidak hanya di depan ibu tapi di depan Tuhan bahwa aku akan menyayangi mu selamanya sampai aku menutup mata"


"Ya mas Anggun setuju"


"Alhamdulillah kalau Anggun setuju"


Ibu Ami langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah kalung dan diberikan kepadaku.

__ADS_1


"Nak ini kalung buat kamu, hadiah dari ibu buat kamu ya, ibu suka sekali sama kamu Frans sudah cerita tentang kisah hidup mu ke ibu, ibu sangat salut kamu bisa tegar menjalani semua ujian dari Tuhan, ingat nak selagi kita berniat baik pasti Tuhan akan menunjukkan jalan kebaikan pada kita"


Aku memeluk bu Ami sambil menangis,


"Ibu baik sekali sudah menerima aku apa adanya, terima kasih banyak ya bu, sudah mau menerima aku jadi calon menantu ibu"


"Ia nak semoga kelak hubungan mu langgeng sama frans dan kalian bisa hidup langgeng selamanya ya"


Aku dan frans memeluk ibu sambil menangis.


"Ia bu terimakasih untuk semuanya"


Aku akhirnya pulang dengan Frans dan frans mengajak ku ke mall untuk membeli baju dan tak kusangka aku melihat Dion dan Ani di sana, dan Ani menyapa ku.


"Wah Anggun dah gandeng berondong aja, nanti nyesel bang dia tak bisa punya anak loh ucap Ani sedangkan Dion berkata"


"Hussss kamu aja belum kasih aku anak jangan bilang gitu"


"Mba jangan menghina calon istriku, yang akan menyesal itu laki-laki yang membuang mutiara demi sebuah yang tak berharga"

__ADS_1


Frans langsung menarik tanganku lalu pergi


__ADS_2