
Akhirnya hari tak terasa dan sore pun tiba, hari pertama berjualan dan pendapatan yang alhamdulillah begitu tak disangka-sangka begitu banyak, orderan online maupun ofline yang begitu banyak, memang benar Tuhan itu sudah memberikan ke umatnya, tinggal bagaimana kita menjemput nikmat itu dalam hati Anggun berkata.
"Andai ku bisa memutar waktu, aku tak akan melakukan kesalahan itu dan aku akan mencari rezeki yang halal dan berkah"
Tiba-tiba Ani mengagetkan Anggun.
"Kak Anggun jangan melamun terus, kak Dion gak selingkuh kok dia tetap setia sama mba Anggun"
"Ah adek ini bisa saja, kakak gak melamun kok cuman gak nyangka saja kue kita bisa habis semua"
"Ia lah kak, siapa coba marketingnya Ani gitu loh, ini kak ada pesanan kue dari guruku buat besok kak lumayan banyak, wah kita lembur ya kak"
"Ani pulang saja belajar dirumah temanin ibu, kakak kan sudah ada yang kerja bantuin kakak, nanti kalau mas Dion kesini Ani pulang saja ya, Ani harus fokus sekolah ya biar jadi orang sukses"
"Ia pastinya kak mau buat kak Dion bangga punya Ani heeeeeee"
"Kak Anggun telfonin kak Dion kok belum kesini usah sore ini"
"Ia adik ku yang sangat manis"
Sedangkan emang ditempat Dion lagi ramai sekali pelanggannya, alhamdulillah rezeki mereka berdua mengalir dengan deras. Sedangkan Ari sudah berada di dekat rumah makan Dion dia bertekat tidak baik pada Dion.
__ADS_1
kring....... kring.Dion mengangkat telfonnya."Sayang kok belum kesini, sudah sore Ani minta di antar pulang"
"Oh ia sayang bentar lagi masih banyak pelanggan di rumah makan, alhamdulillah ramai sayang, bagaimana dengan tokomu sayang?"
"Alhamdulillah sayang, kue nya habis dan list buat yang pesan kue besok juga sudah banyak"
"Syukur sayang, aku sangat senang mendengarnya, sebentar lagi aku kesana"
Tapi perasaan Anggun rasanya tidak karuan, entah mengapa hatinya tak begitu tenang. Apalagi dia teringat ancaman dari Ari.
Di tempat rumah makan Dion, dia bergegas akan ke tempat Anggun dia bergegas ke parkiran dan menuju mobil, dia tak sadar Ari sudah memata-matainya dari kejauhan.
Dion menyetir mobilnya dan Ari mengikutinya dari belakang, Dion tak menyadari bahwa ia dibuntutin oleh Ari. Dion begitu lengah dan Ari menghantamkan mobilnya pada mobil Dion yang mengakibatkan mobil Dion menghantam pinggiran jalan, dan Ari melajukan mobil nya dengan kencang jadi orang-orang tidak tau bahwa mobil yang menabrak Dion adalah mobil Ari.
Anggun yang mendengarnya sangat terkejut, siapa yang kecelakaan di sebrang jalan itu, tapi hatinya masih tidak karuan.
"Kok Dion belum sampai juga ya dek, padahal tadi dia mengajari lagi di jalan dan sebentar lagi sampai tapi ini tidak sampai-sampai"
"Ia kak coba nanti kakak telefon"
Terdengar suara sirene polisi yang menuju ke celakaan itu terjadi, dan Anggun masih penasaran sekali siapa yang kecelakaan itu, dia langsung bergegas untuk menelfon Dion.
__ADS_1
kring...... kring... panggilannya tidak di jawab oleh Dion tapi dia mencobanya terus dan akhirnya Dion menjawab.
"Sayang maaf aku kecelakaan, kamu bisa kesini"
Anggun begitu kaget langsung menyuruh karyawannya mengantarkannya menggunakan motor, setiba di tempat kecelakaan yang sudah ramai dia mencari dimana Dion berada dan ternyata Dion sudah mau di masukkan ke dalam ambulan. Anggun langsung berlari ke ambulan itu sambil menangis takut Dion parah, setibanya dia di Ambulan Anggun menemui Dian dan Alhamdulillah Dion hanya memar dan keningnya berdarah dan dia terlihat trauma, Anggun ikut masuk dalam ambulan.
"Sayang kamu baik-baik saja kan"
"Ia sayang cuma memar saja"
Padahal kondisi mobilnya parah tapi syukur Dion tidak apa-apa, setibanya di rumah sakit Dion diobati tapi tidak perlu dirawat inap, tak lama Anggun mendapat WA dari Ari.
"Kembali padaku atau kau dan Dion hancur"
Anggun kaget melihat ancaman itu dia sadar mungkin ini ulah Ari.
"Sayang apa kau tau, siapa yang menabrakmu tadi"
"Aku tidak melihatnya sayang, tapi orangnya kabur"
"Sayang sudah dari siang aku mendapat ancaman dari Ari sayang, ini semua adalah ulah Ari"
__ADS_1
"Apa!!!!! teriak Dion, tega banget Ari melakukan ini"
bersambung