
Tak terasa hari berganti hari dan hari ini adalah awal dari aku hidup mandiri, hari dimana aku belajar mandiri tanpa bayang-bayang om Tio, Ari maupun keluarganya. Dion sudah menjemputku dan kami siap untuk berbelanja kebutuhan untuk menjual kue, Dion memberikan rukonya untuk ku tempati, letaknya sangat setrategis dekat dengan pasar dan Dion memberi ku nasehat untuk memasarkan kue ku di online, dan ku namakan kios kue ku dengan nama Anggun bakery, ada penuh harapan disana, dan aku berharap apapun masalaluku tapi masa depanku adalah indah. Aku mendengar kabar dari Mira bahwa mereka sudah akan selesai menyusun skripsi dan tandanya mereka akan segera selesai dalam kuliah, sedangkan aku tertinggal diantara mereka, kadang aku sendiri bingung dengan jalan hidupku yang aku tau sekarang ada Dion yang selalu ada disampingku dan menemaniku yang penting dia selalu membuat ku jadi lebih baik lagi.
"Ayo sayang teriakan Dion"
"Oh ia sayang aku lagi beres-beres, tunggu sebentar"
Aku sangat antusias sekali dengan hari ini, karna hari ini adalah hari pertama ruko ku buka, Anggun bakery, semalaman orang tua Dion dan keluarganya semuanya membantuku untuk menyiapakan kue yang untuk ku jual hari ini, dan Ani adik Dion yang dengan. antusiasnya memfoto kue yang kami akan jual agar kue itu terlihat sangat menarik, aku sangat bahagia sekali di keliling orang yang sangat baik sekali.
"Sayang ayo cepetan, hari ini hari pertamamu buka ruko jangan kesiangan"
"Ia sayang"
Anggun berlari dengan sangat antusias.
"Ia sayang ini aku sudah selesai, aku yang buka toko kamu yang hak sabar banget"
"Bukan begitu kalau kesiangan nanti rezekinya di makan ayam"
"Heeeeee itu mitos sayang jangan percaya"
"Ya sudah masuk mobil, ayo kita ke ruko"
"Oke sayang ku"
Mereka berdua dengan penuh semangat pergi ke ruko.
"Sayang bagaimana kamu sudah mengapload foto kue mi belum, Ani sudah mengeshare ke fi nya dan grup yang ada di HP nya, dia antusias sekali sampai-sampai di status wa nya adikku isinya gambar kue mu semua"
__ADS_1
"Sudah sayang, fb, grup wa, sudah beres semua tinggal tunggu pesanan mereka"
Dilain tempat Ari melihat di FB Anggun bahwa Anggun sudah mulai berjualan kue, sebenarnya di hati Ari masih ada rasa cinta buat Anggun bagaimana tidak mereka sudah lama bersama ada hal indah yang mereka lalui berdua. Tapi ya namanya Ari tetap saja ada watak jahatnya pada Anggun dia tak ingin melihat Anggun bahagia. Ari ingin mencoba menghancurkan usaha Anggun dia masih mencari cara agar Anggun tidak berhasil dari usahanya..
Dion dan Anggun sudah akan sampai di rukonya.
"Sayang kita sampai, sebelum buka riko bismillah dulu ya"
"Ia sayang, Anggun membuka rukonya dengan mengucapkan bismillah"
Tiba-tiba ada 2 orang yang datang, "bu Anggun saya disini tugasnya bekerja sebagai apa? "
Anggun sangat bingung sekali.
"Maaf kalian berdua di suruh siapa ya kerja disini"
"Aku Anggun teriakan dari Dion, buat bantu-bantu melayani pembeli dan yang mengantar kue juga, nanti ada 2 lagi yang kerja bantu kamu buat kue kalau habis, kamu tinggal catat yang pesan kue, kamu kan gak selamanya disini, bu dokter Anggun, bentar lagi juga kuliah lagi kan. Jangan lupakan cita-cita mu ya"
"Ia sayang, aku tinggal dulu ya. Nanti adikku kemari, aku harus urus rumah makan ku ya"
"Ia sayang hati-hati ya"
"Sayang rumah makannya juga kelihatan dari sini, tu jadi tak usah khawatir"
"Ia sayang"
Dion bergegas pergi mengendarai mobil, sedangkan Anggun sudah sibuk dengan pelanggan yang baru datang.
__ADS_1
karyawan Anggun bernama, Rini dan Anton. Rini yang bertugas di warung dan Anton yang bertugas mengatarkan kue. Anggun mendapatkan telefon dari pelanggan pertamanya.
kring..... kring "dengan Anggun bakery ya"
"Ia bu benar"
"Ia saya yang datang tadi di toko mb, saya sudah coba kuenya enak. Saya mau pesan 10 roti bolu dan kue yang lainnya campur 300ribu saja bisa mba diantar"
"Bisa sekali bu, sebentar saya siapkan nanti diantar oleh anak buah saya ya bu"
"Siap mba Anggun saya tunggu"
Anggun sangat bahagia sekali, hari pertama jualannya ternyata di sambut oleh para pelanggan, tapi kebahagiaan nya di rusak oleh telefon dari Ari.
Kring..... kring....
Anggun melihat nama Ari yang tertera, dia malas sekali untuk mengangkat telefon dari Ari, tapi Ari berulang kali menelfonnya, dan akhirnya Anggun mengangkat telefon dari Ari.
"Ada apa Ari, kamu menelfon aku lagi, bukannya urusan kita sudah selesai"
"Anggun enak ya sekarang bahagia, aku tak mau kau bahagia Anggun, aku akan melakukan apapun asal kau tidak bahagia"
"Jangan gila kau Ari, mengancamku dengan kata-kata itu, kalau aku mau aku akan melaporkanmu kepolisi"
"Anggun aku masih mencintaimu, kalau kau tak mau kembali padaku, aku akan membuatmu menderita"
"Kembali padamu itu hal tak mungkin, jangan ganggu hidupku lagi, bukankah kau dulu yang membuangku, sudahlah Ari lupakan masa lalu dan hiduplah di masa depan, aku sudah tak mau berhubungan dengan muka lagi. Mengerti kau Ari"
__ADS_1
Anggun mematikan penselnya dengan hati yang kacau.
bersambung