
"Apa salah ku, terlahir dikeluarga miskin?. Apa salahku ditinggal pergi ke dua orang tuaku?. Apakah salahku jika aku ingin menjadi dokter?. Apa salahku jika aku ingin hidup lebih baik".
Bukankah setiap manusia punya masa lalu, mungkin masa lalu ku, tak seindah kalian, mungkin masa laluku tak sebahagia kalian, tapi aku hanya manusia biasa yang mempunyai keinginan.
"Apakah manusia pendosa seperti aku, tidak bisa mempunyai ke hidupkan lebih baik? "
"Anggun sendirian di rumahnya tak ada tempat berbagi berkeluh kesah, Anggun yang dulu wanita yang hanya mengejar cita-cita, tapi Anggun yang sekarang ingin menjadikan hidup nya lebih baik lagi dan melupakan masa lalu, memulai hidup baru dengan orang yang dia sayang".
"Ijinkan aku memulai hidup yang lebih baru, dan menatap masa depannya".
Waktu dia pergi ke ke tempat kerja tiba-tiba berbunyi klakson mobil.
Tin............ tin suara klakson mobil, dia keluar rumah dilihatnya Ari ternyata menjemputnya, dia sangat terkejut Ari menjemputnya padahal sebelumnya Ari tidak mengabari ingin menjemputnya.
"Ayo masuk sini sayang"
"Wah tumben tidak kasih kabar sayang, kalau mau jemput".
"Ia aku kangen kita sudah jarang ketemu Anggun, ayo masuk mobil kita sarapan pagi dulu sebelum ke rumah sakit, mumpung masih pagi".
"Ia Anggun langsung masuk ke dalam mobil".
Ari menatap penampilan Anggun yang lebih sopan, rok nya agak panjang dan bajunya juga tidak terlalu sempit tapi tetap Anggun terlihat Anggun seperti namanya.
"Sayang kamu sekarang agak berubah, tapi tetap cantik".
"Biasa aja sayang aku ingin lebih baik saja meski belum berhijab, kemarin banyak hal yang sudah ku lalui sayang".
"Emang ada apa sayang".
"Biasa ada laki-laki yang menggodaku sayang, Anggun tidak jujur semuanya kepada Ari karna, Anggun takut Ari kawatir".
__ADS_1
"Oh ya sudah, kalau guru kamu tetap cantik kok, pacar siapa dulu ucap Ari".
"Haaaaa Ari bisa saja".
Mereka sampai dirumah makan, Ari memparkirkan motornya di parkir, sebelum kluar mobil Ari berkata.
"Sayang sebenarnya ada hal penting yang akan ku katakan padamu, nanti di dalam ku critakan"
"Ia sayang ucap Anggun".
Mereka berdua masuk ke dalam rumah makan untuk sarapan.
"Sayang mau makan apa ucap Ari"
"Aku pesan nasi uduk saja sayang".
Mereka akhirnya memesan makanan, sambil menunggu makanan Ari memulai pembicaraan nya.
"Ia sayang aku takkan marah, tapi kamu ceritakan dulu emang ada apa Ari".
"Anggun sayang, tiba-tiba ibu ku menyuruhku untuk berpacaran dengan sindi, teman kecilku yang kamu pernah ketemu di mall dulu itu".
"Apa ucap Anggun, Anggun sangat terkejut mendengarnya, lalu apa kamu menerimanya".
"Tentu saja tidak sayang, aku hanya menganggapnya teman".
"Aku mungkin bukan perempuan sempurna Ari, tapi aku mencoba jadi wanita lebih baik, jika orang tuamu tidak menyukaiku aku akan mundur saja".
"Bukan begitu sayang, ibu ku belum tau kalau aku sudah mempunyai pacar, makanya ibu ku menyuruhku berpacaran dengan sindi. Maaf aku tak mau menyembunyikan sesuatu padamu, minggu aku akan mengajakmu ke orang tuaku, agar ibu ku kenal dengan dirimu Anggun, aku yakin kalau ibu kenal denganmu pasti ibu akan menyukaimu, mana mungkin ibu tidak menyukai cewek yang pintar dan secantik dirimu ucap Ari".
"Ia Ari tapi aku pasrahkan jalan hidup ku pada pencipta, aku mencintaimu tapi aku juga tak bisa memaksakan nasib"
__ADS_1
"Sudah kita makan dulu ya ke buru siang, nanti pulang dari rumah sakit kamu aku jemput ya Anggun".
"Ia sayang".
Akhirnya mereka sarapan pagi, dan setelah sarapan pagi mereka langsung menuju ke rumah sakit. Ari mengantarkan anggun selama di mobil Anggun cuma diam tanpa bahasa dalam hati dia berkata.
"Tuhan apakah aku tak berhak untuk bahagia, izinkan aku untuk bahagia".
Anggun tiba di rumah sakit dan seperti biasa dia melakukan kegiatan sebagai dokter di rumah sakit itu, karna sebentar lagi kegiatan magang nya akan berakhir dia sangat senang sekali.
Anggun bertemu Mira di rumah sakit dan menceritakan tentang apa yang terjadi pada Ari.
"Mira aku mau cerita padamu"
"Ceritalah sayang tentang apa, pasti tentang Ari"
"Ia Mira, kok kamu bisa tau".
"Ya gimana, aku tidak tau kita berteman sudah terlalu lama, hal apa yang membuatmu bersedih selain Ari dan kamu mendapatkan nilai yang jelek, kalau nilai kamu selalu tinggi jadi apa lagi kalau bukan Ari".
"Ia Mira, Ari sama ibu nya di suruh pacaran ma sindi, kamu tau kan Sindi yang kita ketemu pas di Mall itu".
"Oh Sindi itu, sudah tenang aja Anggun, mungkin ibunya Ari belum kenal kamu nanti juga kalau sudah kenal pasti memilihmu dari pada Sindi, kamu pintar, baik dan cantik mana mungkin ibunya menolakmu".
"Ia juga ya Mira, tapi dalam hati Anggun dia sangat sedih karna kalau ibu nya tau dia tidak mungkin dipilih menjadi calon istri Ari".
"Sudahlah Anggun ucap Mira, ayo kita langsung kerja, tidak usah kau fikirkan, kalau memang Ari jodohmu dia pasti akan jadi milikmu".
bersambung.
jangan lupa like dan komennya, trimakasih sudah mampir membaca cerita ini.
__ADS_1