Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
jatuh cinta dengan Ari


__ADS_3

cuaca akhir-akhir ini sedang tak bersahabat. Anggun sudah tiba di kampus, Hari-hari sebagai mahasiswa masih biasa saja, tidak ada yang istimewa, yang berbeda adalah dia sudah tidak perawan lagi, dan dia merasa hampa Yang ada hanya tujuan ingin menjadi dokter.


Tapi bila Anggun menatap Ari dikelas seorang cowok yang sangat baik menurutnya, Anggun masih saja terpukau dengan Ari laki-laki yang baik, Anggun sampai sampai melamun.


Tiba-tiba Mira menghampiri Anggun. diluar kelas tiba-tiba hujan lebat padahal waktunya mereka pulang.


“ngelamun aja Anggunl! Kenapa? Ngelamunin si Ari itu ya?” tanya Mira


“apaan sih kamu Mira, aku cuma nunggu hujan reda saja kok”.


“alah aku juga tau kamu mikirin tuh abang-abang ganteng yang lagi duduk disana".


sejenak Anggun melupakan apa yang terjadi tadi malam, bagai dua sisi yang berbeda bagi anggun, Ari adalah pemberi cahaya hidup baginya, Ari adalah cinta pada pandangan pertamanya. Tapi dia tak mungkin berani membuka hatinya".


“tapi emang iya sih, dikit doang!”


“tuh kan bener, udahlah Anggun kalo kamu emang suka sama Ari, kamu bilang aja”


“kamu gila, nggak mungkin lah aku bilang ke Ari duluan ”


“terus kamu mau sampai kapan nyimpen perasaan lu ke Ari?”


“Aku cewek Mira, nggak mungkin lah aku bilang duluan”


“ah basi kamu, keburu diambil orang tuh Ari. Lu mau dia diambil orang?”


“ya enggak sih, ah nggak tau ah..!!”


Tiba-tiba Ari datang menghampiri Anggun dan Mira.


“loh Anggun belum balik?”


“belum Ari aku nunggu ujannya reda, oh kenapa Ari juga belum pulang"


“iya ada urusan sedikit ketemu dosen”


“ehem, disini juga ada makhluk kali” gurau Mira


“gue fikir batu, hahahaha” kata Ari


“jahat banget sih kamu Ari, aku duluan ya Anggun dan Ari”


“mau kemana Mira” tanyaku

__ADS_1


“Aku ada janji sama reno (reno itu pacar Mira), Nira berpacaran dengan Teko laki-laki sederhana yang baik hati, bye Anggun".


“itu manusia bawel banget sih”


“tapi dia asik kok Ari, duh ini ujan awet banget sih”


“kenapa sih? Buru-buru banget kah?”


“enggak sih , bosen aja”


“emm, kamu sudah makan?”


“belum sih ”


“ya udah yuk” kata Ari sambil menarik tangan Anggun".


“kemana?”


“udah yuk, ikut aja”


Anggun nggak tau harus apa, Ari orang yang ku kagumi, orang yang diam-diam ku suka menarikku ke kantin. Dia mentraktirku makan, meskipun itu standar banget.


“makasih Ari udah mentraktir aku makan”


“hah?”


“kenapa? Sibuk ya?”


“enggak kok, ya udah yuk Anggun temenin”


Aku bener-bener nggak nyangka, ini seperti mimpi. Ari mengajakku ke sebuah danau dekat bukit. Sumpah ini pemandangan yang indah, aku nggak tau kenapa Ari membawaku ke tempat seperti ini. Ari mengatakan tempat ini adalah tempat favorit Ari, dan aku satu-satunya orang yang pernah dibawa ke tempat ini oleh Ari. Entah apa maksudnya Anggun juga tidak mengerti.


Setelah kejadian hari itu Anggun dan Ari semakin dekat. Setiap akhir pekan kami menghabiskan waktu bersama, dan rasa yang selama ini kusimpan menjadi semakin dalam. Aku semakin menyukainya, menyukai semua tentangnya. Tapi aku terlalu takut untuk mengungkapkan semuanya. Terlalu takut jika Ari tau aku adalah simpanan laki-laki tua dan parahnya tanpa Anggun tau laki-laki itu adalah ayahnya Ari.


Mereka semakin dekat.


hari itu saat mereka jalan bersama dan Ari tiba-tiba mengungkapkan perasaan nya, bahwa dia mencintai Anggun.


"Anggun maukah kamu menjadi pacarku?? ".


"Anggun terlihat kaget sekali dengan ucapan Ari, dan tak tau harus membalas dengan jawaban apa, dilain sisi dia mencintainya, di lain hal Anggun merasa tak pantas untuk Ari"


"Ari boleh tidak aku memikirkan terlebih dahulu".

__ADS_1


"Ia Anggun pikirkan dahulu, aku akan setia menunggu jawaban darimu".


Tiba-tiba Ari memegang tangan Anggun, Anggun percayalah padaku, aku akan menjagamu dan menyayangimu, dan kita akan mewujudkan cita cita kita bersama-sama.


Dalam hati Anggun berkata.


"Andai kamu tau Ari tentang diriku, pasti kamu akan jijik padaku, aku adalah gadis yang ternoda".


Hari semakin sore, dan Anggun meminta untuk diantar pulang.


"Ari aku mau pulang sudah sore, Anggun harus buru buru pulang karma malam ini adalah jadwal Anggun untuk bersama om Tio".


"Ia ayu aku antar pulang".


Akhirnya Ari mengantarkan dia pulang kerumahnya,Ari mengantarkan Anggun pulang karna sudah sore, setibanya dirumah Anggun Ari kembali sangat kaget, melihat keadaan rumahnya yang tidak terurus dan semakin buruk seperti tidak pernah di perbaiki. dalam hati berkata kembali.


"Kok bisa Anggun sekolah kedokteran, padahal dia dari keluarga biasa".


terucap dari mulut Ari.


"Anggun biaya dari mana kuliahmu".


"Ah itu urusan pribadiku, kamu tidak harus tau".


"Maaf Anggun, jangan tersinggung dengan perkataan ku".


"Tidak Ari aku tidak marah, ya sudah pulang sana sudah sore ini".


"Ia aku pulang"


Dan Anggun masuk kedalam rumah. Setelah masuk ke dalam rumah Anggun sangat kesal dengan ucapan Ari, seolah-olah Ari meremehkan Anggun, padahal Ari cuma penasaran saja selama ini. Anggun langsung berbaring ke kamar tidurnya untuk beristirahat sambil dia memegang ponselnya, tiba-tiba Hp nya berbunyi dan dilihat ada pesan singkat dari Ari.


"Sayang jangan marah atas perkataan ku tadi ya, jangan di ambil hati ya sayang maaf sekali lagi, aku tak akan tanya lagi tentang itu padamu".


Terlihat sekali Ari takut Anggun marah.


"Tidak sayang aku tidak marah, cuma jangan pernah lagi kamu tanya tentang hal itu padaku lagi karna aku tidak menyukainya, aku harap kamu mengerti".


"Ia sayang aku mengerti, ya sudah met mala. sayang, selamat tidur semoga mimpi indah".


"Ia selamat tidur juga, semoga mimpi indah juga untuk mu".


Akhirnya mereka berdua beristirahat.

__ADS_1


bersambung, jangan lupa like, comennya biar outhor semangat nulisnya ditunggu.


__ADS_2