Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
season 2


__ADS_3

penyesalan ini cepatlah cepat berlalu”


“aku menyesali pilihanku yang tidak tepat karena mestinya aku bisa lebih baik tetapi justru berakhir berantakan seperti ini”


“penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan maka ia adalah pendaftaran. Aku menyesal pokoknya”


“aku menyesal telah dilahirkan, karena tidak menggunakan akal sehatku untuk melakukan hal-hal baik”


“penyesalan terbesarku sampai detik ini adalah kurang bersyukur atas kesehatan yang aku miliki”


“penyesalan yang indah adalah penyesalan yang aku tidak akan melakukannya lagi”


“aku menyesal lagi lagi dan lagi seperti hidupku ini tak bermakna dan tak berarti”


“jangan pernah menyesali dosa yang tidak pernah kau lakukan. Camkan itu”

__ADS_1


“aku menyesalinya dari hari ke hari, menyesali keputusanku yang tidak pasti, dan seperti orang yang tidak tahu diri”


“sesal tak akan ada arti, semua telah terjadi, kini kutelah menjalani, sisa hidup dengannya”


“”aku memiliki dua puluh empat jam dalam sehari, mengapa aku begitu sulit berbahagi. Permasalahanku kini bertambah lagi. Telah kusia-siakan hidupku, aku tak lama lagi akan menuju mati”


“penyesalanku semakin dalam dan sedih”


Dion berjalan sendiri tak berdaya yang ada hanya penyesalan, dia pergi ke rumah makannya yang menjadi puing-puing akibat terjadi kebakaran. Dia menangis sendiri tanpa seorang yang mendampingi atau orang terkasih.


Dia baru sadar ternyata di sendiri yang bisa hamil, usahanya bangkrut seperti semuanya tak bersisa sama sekali.


"Ada apa Dion, sekarang kamu menyesal atas apa yang telah kamu perbuat"


Dion sangat kaget sekali, suara perempuan siapa yang telah ia dengar, suaranya tak begitu asing baginya, dia menoleh ke arah belakang dan benar saja itu adalah suara dari Ani, wanita yang pernah ia tinggalkan dulu.

__ADS_1


"Ani, kenapa kau ada disini, apakah kamu sudah sembuh?"


"Aku melihat berita kebakaran tadi di televisi, aku jadi teringat dengan mu, pasti kamu sangat terpuruk, makanya aku pergi kemari untuk menyemangatimu"


"Apa kamu tidak marah atau membenciku, kenaoa kamu mau kemari setelah apa yang telah aku perbuat padamu, aku telah jahat sekali padamu Ani, aku telah meninggalkanmu disaat kamu sakit dan terpuruk membutuhkanku, serta aku menghinamu, kenapa kamu masih mau menemui aku#'


"Ia saat itu memang aku sangat membencimu, malah aku sangat dendam padamu, tapi setelah aku fikirkan kembali, dan melihat berita bahwa rumah sakit yang telah lama kau rintis dari bawah hancur, aku fikir mungkin ini semua adalah balasan untuk kita berdua sehingga Tuhan mengingatkan pada kita agar kita mengingat kepada Tuhan, dengan menjatuhkan kita seperti sekarang ini"


Dion langsung memeluk Ani dengan erat.


"Ani kau benar sekali, mungkin ini balasan dari Tuhan agar kita ingat padanya, dan Ani mau kah kau menikah kembali dengan ku, merajut cinta kita kembali, maukah kamu Ani menua bersamaku selamanya, aku janji akan menjadi suami yang baik dan merubah semua sikap burukku, dan aku tak akan menuntut mu tentang anak karna aku pun tak bisa memberimu seorang anak, karna aku mandul"


"Aku mau menerimamu, karna aku masih mencintaimu, tapi sebelum kita menikah lagi kita harus ke rumah Anggun untuk meminta maaf kepadanya atas apa yang telah kita perbuat selama ini"


"Ia aku mau Ani"

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua ke rumah Anggun


bersambung


__ADS_2