
Hari ini adalah hari pernikahan kami, aku dan frans menikah di kua tak ada upacara besar untuk merayakan pernikahan kami, hanya sederhana saja, aku dan teman teman ku dan frans dengan keluarganya, tapi hari ini aku sangat bahagia sekali, semoga ini jodoh ku dunia dan diakhirat, saat frans mengucapkan janji suci pernikahan aku sangat bahagia sekali mungkin ini bukan pertama dalam hidupku tapi aku sangat bahagia.
"Nak selamat ya akhirnya ibu punya mantu dan bisa menemani ibu nantinya"
"Ia bu akhirnya aku juga bisa merasakan punya ibu lagi"
Aku sangat bahagia.
Frans mencium keningku dan berkata.
"Sayang kau lah tulang rusukku aku akan menjagamu sampai akhir hayat ku"
"Ia mas terimakasih untuk kasih as sayang yang mas berikan padaku"
Aku menikah kembali pastinya banyak yang akan mengolok olok ku, tapi aku juga manusia biasa yang berhak bahagia.
Hari ini kulalui dengan bahagia, malam ini aku tidur bersama Frans laki-laki anugrah yang Diberikan Tuhan padaku.
"Sayang bolehkah aku menyempurnakan agamaku dan memberikan mu malam ini nafkah batin sayang"
"Ia sayang hari ini kau sudah sah menjadi suamiku, jadi aku dan seluruh jiwaku ini adalah milik mu seutuhnya"
__ADS_1
Aku dan frans akhirnya bersatu memadu kasih, dia membelai lembut tubuh ku ini, dia melakukannya dengan mesranya, dan kami bersatu dalam kamar, ranjang ini adalah saksi bisu bagaimana kita memadu kasih, setelah itu kami tertidur pulas.
Aku dan frans sepakat untuk tinggal bersama dengan ibu frans maklum ayahnya sudah meninggal dan ibunya tinggal sendirian.
Pagi pun tiba, saat aku buka mata ini ku lihat di sampingku ada laki-laki yang baik sekali wajahnya putih dan bersih senyumnya yang membuat aku lebih jatuh cinta padanya.
Kami pun bangun, dan ibu sudah menyiapkan makanan di meja.
"Sayang ayo cepat makan, terus katanya kita biar cepat ke panti asuhan, aku sudah tak sabar ambil cucu ujar ibunya mas frans"
Wah betapa kagetnya aku, benar sekali keluarga mas frans tak mempermasalahkan tentang kekuranganku aku tak perlu khawatir lagi, andai Tuhan memberi aku seorang anak itu adalah rezeki bagiku andai tidak aku sudah tenang aku sudah mempunyai anak.
"Aduh bu, sabar masih pagi ini kami juga baru bangun, ucap frans"
"Ia ibu habis makan kita langsung kesana"
Aku dan suami mengajukan cuti selama 3 hari, ibu pingin sekali ada teman, karna kalau kami sudah kerja pastinya kami pulang sore terus tak ada teman, dan kami rencana juga mencari baby sister untuk asuh anak kami.
Kami semua makan pagi, masakan ibu memang sungguh enak sekali.
"Bu makanannya enak sekali"
__ADS_1
"Ia dong sapa dulu koki nya ibu gitu loh heeee senyum terpancar diwajah ibu"
Kami selesai makan langsung berangkat ke panti asuhan, tak lama kami tiba di sana.
"Masuk bu, dan bapak frans ucap karyawan disana kami sudah mempersiapkan anak bayi yang bapak minta, ada 3 pak kira-kira bapak dan ibu bisa memilih mana yang kalian suka"
kami semua berjalan ke arah bayi tersebut, aku mendengar suara tangis bayi laki-laki aku mendekati bayi tersebut ku pandang wajah bayi polos nan lugu, aku langsung jatuh cinta pada bayi tersebut.
"Pak maaf kalau boleh tau siapa nama bayi laki-laki ini"
"Oh itu Roni bu"
"Sayang dan ibu bagaimana kalian setuju tidak bila kita mengadopsi bayi ini, aku jatuh cinta pada pandangan pertama"
"Aku setuju saja sayang"
"Ibu juga Anggun sangat setuju, bayi ini putih bersih, gemuk gemes ibu jadinya"
"Hai Roni ini ibu sayang"
Aku langsung menggendong nya ku dekap dia dalam pelukanku, Roni memandang ku dengan tersenyum seolah-olah dia tau bahwa aku adalah ibunya sekarang dan dia tak sendirian lagi di dunia ini ada aku dan suami serta nenek nya yang selalu akan sayang padanya dan menemaninya sampai dewasa nanti.
__ADS_1
bersambung