La'grimas

La'grimas
10


__ADS_3



Aryatama Arbano Adiwijaya*



Aku melihat Salia dan Marcell memasuki mobil putih milik Salia. Sementara pria berambut keriting itu memasuki mobil sport biru tua nya. Aku penasaran. Siapa pria itu? Kenapa dia bersama Marcell dan Semua?



Mobil mereka melaju menjauhi bandara. Aku pun memutar balik mobil ku untuk menyusul mereka.



Ternyata mereka memasuki mansion besar milik John. Banyak sekali orang disana.



Oh ternyata tua bangka itu sudah mati. Mungkin Om Adi yang melakukan nya.



Terlihat wanita tua menangis tersedu-sedu. Salia dan Marcell keluar dari dalam mobil begitu pun dengan Bastian.



"Oma? " Salia menangis sambil memeluk wanita yang merupakan istri dari John.



"Meisa, Opa mu.. "



"Sutsss.. Oma yang kuat yaa.. "



Sepertinya acara pemakaman berjalan lancar. Peti mati yang berisi mayat John itu akan di antarkan ke liang lahat nya besok.



Pihak keluarga terlihat bersedih. Aku melihat pria berengsek itu disana.



Michael dan Roberto.



Roberto pernah menghancurkan perusahaan ayah ku sampai luluh lantah. Dia juga yang menghabisi ayahku dengan bantuan ayahnya.



Sementara Michael, dia telah menghabisi adikku, Aryani. Dia juga yang menembaki ku beberapa tahun lalu sampai-sampai aku di rawat di rumah sakit nya dan bahkan di rawat oleh putri nya.



Pandangan Roberto tertuju pada mobilku. Aku yakin sekarang dia mencurigai ku. Aku pun melajukan mobilku menjauhi mansion Danuarga. Sebelum pengawalnya mengincarku.



♡♥♡♥♡♥♡



Aku menghentikan mobilku di pelataran mansion ku. Mansion Adiwijaya.



Kulihat mansion ku sepi. Seperti biasa. Aku tidak memiliki siapapun kecuali ibuku, Francesca Andini Adiwijaya.



Ibuku mungkin sedang cek kesehatan di rumah sakit yang pernah merawatnya saat beliau lumpuh sementara.



Aku melemparkan kunci mobilku ke salah satu penjaga yang berjaga di mansion ku. Dengan sigap, dia menangkap kunci ku itu.



"Masukkan mobilku ke garage " kata ku.



Tanpa menunggu jawaban nya, aku melenggang memasuki mansion.



Aku terlahir di keluarga berada. Ayahku seorang pengusaha sukses di tanah air ini. Ibuku mantan model ternama dalam sebuah majalah.


__ADS_1


Aku memiliki darah asli Indonesia, aku tidak memiliki saudara. Dulu aku punya adik perempuan, Aryanira Dwi Cantika Adiwijaya



Namun dia sudah tiada karena perbuatan Michael. Aku tidak tahu apa motif pembunuhan yang di lakukan Michael terhadap adikku. Tapi mungkin dia ingin menghancurkan bisnis ku dengan cara kotor itu.



Aku menjadi pengusaha di perusahaan ku pada usia 24 tahun. Seperti pria kebanyakan, aku juga sering melakukan pelepasan dengan beberapa wanita.. Aku pemilih dan selalu menggunakan pengaman karena aku tidak sudi bekas-bekas yang ku pakai itu mengandung benihku.



Aku pernah memiliki seorang kekasih. Dia cantik, baik, polos dan penyayang. Namun itu hanya kedok dan dia berselingkuh di belakang ku. Mulai saat itu aku benci wanita berwajah polos seperti dia yang sebenarnya sangat lah buruk.



Beberapa kali aku menjalin kasih dan setiap gadis yang menjalin kasih dengan ku itu masing-masing memiliki kekurangan dan keburukan.



Jalang, penipu, pencuri, materialistis, muka dua, boykiller , psikopat, dan masih banyak lagi.



Semuanya sama-sama sialan.



Namun saat bertemu Salia, aku merasa dia memang benar-benar polos karena mencintai sahabat nya sedari kecil sampai sekarang.



Bayangkan selama 15 tahun Salia mencintai pria yang bernama Refaldo itu. Entah itu pantas disebut Setia atau bodoh.



Dia begitu terobsesi pada Refaldo.



Dia juga polos dan baik. Cukup menarik, ya wajah nya juga diatas rata-rata.



Ah tidak, aku tidak menyukai nya. Aku hanya ingin tahu saja, apa dia benar-benar berbeda dari gadis lain?



Selama 4 tahun aku mengintainya, ternyata kekurangan nya hanya satu. Dia memiliki penyakit asma turunan dari ibunya.




Apalagi ya kekurangan nya? Kurasa tidak ada. Dia cukup baik untuk gadis yang terlahir dari keluarga kejam keturunan psikopat.



ku memasuki kamar ku. Kemudian mengambil beer dingin dari bar kecil di kamar ku itu.



Ponsel ku bergetar. Aku melihat nama Om Adi di layar. Segera ku angkat panggilan nya.



"Kenapa Om? "



"Apa kau menghadiri acara duka cita keluarga Danuarga? "



"Iya, aku sempat melihat nya beberapa menit, memang nya kenapa? "



"Robert mengirim wanita ke mansion mu, waspada"



"Apa? "



Terdengar ketukan hak tinggi dengan lantai menuju kamar ku. Aku menoleh kearah pintu kamarku yang terbuka.



Ternyata Sella.



Dia salah satu jalang ku.

__ADS_1



"Hai, Aryatama " di bergelayut manja di leherku.



"Hmm.. Ada apa? "



"Apa kau tidak mau bermain-main hari ini? "



"Tidak.. Aku berduka cita atas kematian seseorang " kata ku.



"Siapa? "



"Musuh ku"



Kulihat dia tersenyum simpul dan mulai mencium pipiku.



"Kau tahu? " tanya ku.



"Apa? " tanya nya tanpa berhenti mencium ku.



"Suatu kesalahan besar jika aku membiarkan mu hidup"



♡♥♡♥♡♥♡



Ku telepon orang kepercayaan ku untuk mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi nya.



Lihat saja, aku juga bisa melakukan nya, Robert!



Jika John mati, berarti Salia tidak jadi pergi ke New York. Aku juga harus menunda kepergian ku.



Ya, aku mengintainya sejak 4 tahun terakhir sampai sekarang.



Aku masih ingin tahu apa kekurangan nya.



Tidak !



Aku tidak mencintai nya. Dia hanya menarik perhatian ku.



Ku lihat akun instagram nya. Dia tidak up hari ini. Ada apa?



Biasanya kan gadis lain selalu up to date dengan kegiatan mereka. Sedangkan Salia sama sekali tidak up hari ini. Padahal dia sedang berduka cita.



Aku curiga, jangan-jangan medsos nya di awasi Robert.



Apa aku harus turun tangan untuk mengetahui nya?



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2