
Renata dan Salia berdiri berdampingan. Di depan mereka terdapat kue ulang tahun.
Salia tampak bahagia apalagi seluruh keluarga nya bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun.
Renata tampak tersenyum tipis.
Maharani tersenyum sendu diatas kursi. Michael tersenyum sambil merangkul Meina.
Marc dan Megan tertawa karena kebahagiaan keluarga Danuarga saat berkumpul jarang terjadi di waktu biasanya.
Mykha tersenyum sambil menitikkan airmata nya karena terharu.
Aryatama membelai lembut rambut Salia. Dialah yang merencanakan kejutan ini untuk Salia beberapa hari lalu.
Namun yang terkejut karena kejutan itu buka Salia. Melainkan keluarga Danuarga dan Renata.
Tapi Tama senang sekali karena dia yakin, ini kejutan terbaik untuk mereka semua.
Salia merangkul Renata dan bersamaan meniup lilinnya.
Setelah lilin di tiup, mereka berdua memotong kuenya.
Salia menyuapi ibunya dulu dengan suapan kue pertama dan Tama yang kedua.
Sementara Renata menyuapi Michael dulu kemudian Maharani.
Setelah pemotongan kue, mereka bercanda dan tertawa ria di hari bahagia, hari kelahiran Salia.
"Kemarilah, Mama punya sesuatu untuk kalian" kata Meina sambil menggandeng kedua putrinya dan duduk di sofa.
Meina mengeluarkan dua sweater rajut berwarna merah muda.
"Ini untuk Renata dan ini untuk Salia" kata Meina sambil memberikan sweater itu masing-masing dapat satu.
"Wah Mama tahu kami akan datang berdua? " tanya Salia heran.
"Emm.. Tidak sih" jawab Meina dengan ekspresi berpikir kemudian tertawa.
"Terimakasih, bu" kata Renata.
Meina mengangguk sambil menangkup wajah Renata.
"Apapun untuk mu sayang, untuk kalian berdua" kata Meina.
"Lihatlah, ibumu Marc.. Penyakit remaja nya kambuh lagi " kata Michael yang berjalan menghampiri mereka bersama Marc.
"Ah iya, oh ya aku juga membawa hadiah, tapi hanya satu, bagaimana ya? Aku tidak tahu kakak akan membawa kak Renata.. " kata Marc.
"Tidak apa-apa Marc" kata Salia.
Marc memberikan sepasang anting berlian pada Salia.
"Aku tahu suamimu mampu membelinya untuk mu tapi aku mau memberinya karena ini barang mahal pertama yang ku beli dengan uang ku sendiri " kata Marc.
"Terimakasih, kau baik sekali, adik tampan ku" kata Salia.
"Ah sejak lahir " kata Marc cepat. Membuat Meina tertawa kecil.
Michael duduk di samping Renata kemudian memberikan Renata sebuah kado.
__ADS_1
"Papa sering memberikan Salia hadiah setiap ulang tahunnya.. Sekarang Papa mau kasih Renata hadiah untuk pertama kalinya" kata Michael.
Salia tersenyum kemudian mengangguk.
"Buka sayang " kata Michael.
Renata membuka kadonya. Ternyata terdapat sebuah kotak hitam beludru di dalam nya.
Renata menatap ayahnya.
"Bukalah"
Renata membuka kotak itu ternyata isinya sebuah liontin berbentuk hati kecil di dalam hati besar.
"Sini, Papa pakaikan " kata Michael sambil mengaitkan kalung itu ke leher jenjang Renata.
"Lihatlah, kamu cantik sekali" kata Michael.
"Terimakasih " kata Renata. Michael tersenyum.
"Mike.. Kemarilah " kata Maharani. Michael dan Marc berlalu menghampiri Maharani.
Salia membuka anting pemberian Marc kemudian memasangkan nya ke telinga Renata.
"Sempurna " kata Salia.
"Tapi ini untuk mu" kata Renata.
"Tidak usah.. Aku punya banyak.. Tama sering membelikannya untuk ku" kata Salia.
Meina tersenyum melihat kedewasaan Salia. Dia memeluk kedua putrinya.
"Hai.. Aku tidak membawa banyak kado.. Tapi aku membawa ponsel baru ini.. Kurasa kau membutuhkan nya, Renata" kata Megan sambil memberikan tas berisikan ponsel baru.
"Terimakasih " kata Renata.
"Bibi juga tidak membawa apapun, Tama mengundang kami dengan tiba-tiba sampai-sampai kami kebingungan harus membawa kado apa untuk mu" kata Mykha.
"Tidak apa-apa Bibi, aku bahkan sangat bahagia dengan kedatangan kalian semua" kata Salia.
Mykha tersenyum.
Salia menoleh kearah Tama yang sedang berbicara dengan Marc dan Michael.
Tama yang merasa di perhatikan pun menoleh kearah Salia.
Salia tersenyum manis dengan kedua pipi merona. Tama tersenyum membalas senyuman istrinya.
"Sudah Mama bilang kan, dia akan kembali " kata Meina.
Salia menatap Meina. "Iya.. Dia membuatku mencintai nya dengan tulus, sungguh gila" kata Salia.
Meina tertawa. "Bukan gila.. Tapi Cinta, Salia.. Cinta " kata Meina.
"Ya.. " Salia mengalihkan pandangannya kearah lain.
Tama menghampiri mereka bertiga kemudian duduk di samping Salia.
"Bagaimana kejutanku, sayang? " bisik Tama.
__ADS_1
"Kami yang terkejut " kata Meina yang mendengar bisikan menantunya itu.
Tama terkekeh kecil.
"Terimakasih, sayang.. Aku sangat bahagia" kata Salia.
"Aku juga.. Kejutannya belum lengkap.. Aku mengundang beberapa orang lagi, mungkin mereka terlambat datang kemari" kata Tama dengan ekspresi berpikir.
"Siapa? " tanya Salia.
"Nanti mereka pasti datang" kata Tama.
Pintu mansion terbuka. Salia dan Renata terkejut.
Pria tampan itu berdiri disana dengan bunga tulip merah di tangannya.
"Refaldo" gumam Salia. Refaldo tersenyum.
Dia berjalan menghampiri Tama, Salia, Meina dan Renata.
"Selamat ulang tahun " kata Refa pada Salia.
Meina melirik Renata. "Ehm" Meina berdehem.
Refa menoleh. Dia terkejut melihat keberadaan Renata.
"Ah? Ke.. Kenapa Salia ada dua? " tanya Refa.
Michael menoleh. Dia menghampiri Refa dan menepuk bahunya.
"Yang ini namanya Renata. Dia saudari kembarnya Salia " kata Michael.
"Oh.. Aku baru tahu.. Hai.. Renata" kata Refa sambil mengulurkan tangannya pada Renata.
Renata menerima uluran tangan Refa. "Namaku Refaldo.. Panggil saja Refa.. Aku sahabat kecilnya Meisa" kata Refa.
"Iya.. Aku tahu.. Maksud ku.. Salam kenal" kata Renata.
Suasana menjadi canggung. Refa jadi bingung harus berbuat apa. Meina memberikan kode pada Michael.
"Ah ya.. Renata selama ini tinggal di Brazil jadi aku tidak memublikasikan dirinya karena suatu alasan.. Demi keamanan putriku tentunya" kata Michael sambil merangkul Renata.
Meina mengangguk mengiyakan ucapan Michael.
"Begitu kah? Ya.. Aku baru tahu.. Oh ya, Renata selamat ulang tahun juga untuk mu" kata Refa.
"Terimakasih Refa" jawab Renata.
"Baiklah sayang, ayo orang tua bergabung di sana.. Biarkan orang-orang muda ini berbincang-bincang " kata Michael sambil merangkul Meina dengan possesif dan berlalu.
"Ah.. Iya iya kau tidak perlu seperti ini" gerutu Meina.
Salia tertawa kecil.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah