
Renata dan Yoona memasuki ruang makan. Terlihat Salia menyajikan berbagai masakannya ke meja. Tama juga membantu nya.
"Wah.. Banyak sekali makanan nya.. Hmmm Wangi sekali aromannya" kata Yoona.
Yoona dan Renata pun duduk.
Yoona melirik Gerald yang tidak bergeming dan hanya menunduk dan menatap kosong pada piring kosong di depannya.
"Sayang " Yoona memberikan sepiring sarapan untuk Gerald.
Gerald menoleh kearah piring yang di berikan Yoona kemudian menatap Yoona.
Gerald menerima piring tersebut. "Terimakasih " kata Gerald.
Yoona mengangguk. Salia dan Tama saling pandang.
Renata melirik satu persatu makanan yang terdapat di meja makan.
"Kalian tunggu apa lagi? Ayo di makan" kata Yoona pada ketiga tamu nya.
"Ah iya" kata Salia. Mereka semua pun memakan sarapan mereka kecuali Renata.
"Renata.. Makanlah.. Karena makanan itu tidak akan berjalan sendiri ke perutmu" kata Yoona pada Renata.
"Aku.. Aku tidak bisa " kata Renata.
"Kenapa? " tanya Salia.
"Aku tidak bisa makan " kata Renata.
"Kenapa tidak bisa? " tanya Yoona.
"Aku tidak tahu caranya" kata Renata.
Semua orang yang mendengar nya sweet drop.
Salia beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Renata.
Dia menyuapi Renata. "Aaaa" kata Salia sambil mencotohkan membuka mulutnya.
Renata meniru Salia. Dia membuka mulutnya dan makanan yang di suapkan Salia pun masuk ke mulut Renata.
"Sekarang, kunyah makanan nya supaya lembut dan kau bisa menelannya" kata Salia.
Renata menuruti perkataan Salia.
"Bagaimana rasanya? " tanya Salia pada Renata.
"Wahhh lezat sekali!! " seru Yoona.
Renata dan Salia menoleh kearah Yoona. Yoona tersenyum geli.
"Maaf.. Aku begitu semangat" kata Yoona.
Salia terkekeh kecil.
"Aku belum pernah makan sebelum nya.. Jadi kurasa.. Ini aneh, ada yang menggelitik lidahku" kata Renata.
Salia tersenyum geli mendengar nya.
♡♥♡♥♡♥♡
Salia membungkukkan badannya pada Yoona dan Gerald.
"Terimakasih sudah membantu kami.. " kata Salia.
"Sama-sama.. Jangan sungkan ya untuk bermain ke mansion kami" kata Yoona.
"Terimakasih.. Sampai jumpa " kata Salia.
Yoona melambaikan tangannya saat mobil yang di tumpangi Tama, Salia dan Renata melaju pergi meninggalkan kediaman Yoona dan Gerald.
Selama di perjalanan, mereka bertiga terdiam. Renata yang duduk di kursi belakang tampak melihat ke sepanjang jalan Raya yang di lewati.
__ADS_1
"Kita pulang ke mansion kita? " tanya Salia pada Tama.
"Iya" jawab Tama.
"Katanya kamu mau ngasih aku kejutan" gerutu Salia kesal.
"Kejutan nya di mansion kita, sayang " kata Tama.
Salia tampak berpikir kemudian dia memeluk Tama. "Terimakasih sayang " kata Salia.
Tama hampir kehilangan fokus nya dari jalan karena Salia yang memeluk nya.
"Astaga.. Salia.. Kejutan nya pun belum aku tunjukkan.. Kau sudah berterima kasih " kata Tama.
"Kau pria teromantis bahkan lebih romantis dari Papa ku" kata Salia.
Tama terkekeh. Tama merangkul Salia dengan posesif.
Renata hanya menggeleng malas melihat keromantisan mereka berdua.
Mobil Tama terhenti di depan mansion. Salia dan Tama keluar dari dalam mobil.
Mereka berjalan memasuki mansion sambil bergandengan mesra.
"Woy kalian mau meninggalkan ku disini huh!! " teriak Renata dari dalam mobil.
Salia dan Tama menoleh kemudian tertawa terbahak-bahak.
Renata mendengus kesal.
♡♥♡♥♡♥♡
Salia dan Renata berjalan menyusul di belakang Tama.
Tama menyentuh gagang pintu. Tapi dia tidak kunjung membuka pintu.
"Kenapa Tama? " tanya Salia.
Renata bergerak membuka pintu.
Mansion yang tadinya gelap menjadi terang. Banyak balon yang berterbangan dan orang di dalam sana.
Renata mengerutkan keningnya. "Salia" wanita cantik itu memeluk Renata. Dia mengira Renata itu Salia.
"Kakak.. Selamat ulang tahun, kenapa kakak diam saja? Kakak lupa ini hari ulang tahun kakak? " tanya seorang pria tampan sambil memeluk nya bersama dengan wanita tadi.
Renata membalas pelukan keduanya.
"Salia? Apa yang terjadi dengan perutmu? Kenapa perutmu rata seperti itu? Kemana bayimu? " tanya seorang pria yang tentunya di kenali Renata. Pria yang memiliki kerutan di wajahnya itu tampak cemas.
Pria itu menyentuh bahu Renata. Salia yang berdiri di belakang Tama bergerak menghampiri mereka.
"Emm.. Hai.. Aku disini" kata Salia.
Tatapan mereka semua tertuju pada Salia. Mereka terbelalak dan shock.
Brug
Maharani tersungkur pingsan.
"Ibu" Michael menghampiri ibunya dan membantunya.
Mykha dan Megan juga membantu nya.
Salia dan Tama saling pandang. Mereka juga membantu Maharani.
"Oma.. Oma" Salia menyentuh pipi keriput neneknya.
"Salia apa yang terjadi? Kenapa ada 2 Salia disini? " tanya Michael.
"Baiklah.. Aku akan menjelaskan nya.. " kata Salia pelan. Dia melihat satu persatu orang yang berada disana.
Dimulai dari Meina, Marchelo, Michael, Megan, Mykha dan Maharani yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Dia.. Dia kakak kembarku " kata Salia pelan.
Renata menundukkan kepalanya dalam. Meina tersenyum. Dia memeluk Renata.
"Sekarang Mama bisa menyentuh mu.. Memeluk mu.. Kau cantik sekali sayang.. Kau mirip sekali seperti Salia.. " kata Meina.
Renata masih menunduk.
"Apa? Ba.. Bagaimana bisa? Ini tidak masuk akal" kata Michael.
"Aku tidak mau membahasnya dari awal karena terlalu lama dan proses nya panjang.. Tapi yang pasti kak Renata kini bisa tinggal di dunia manusia dan.. Dunia lain" jawab Salia.
Marc mengerutkan dahinya bingung. Mykha dan Megan saling pandang.
Michael menghampiri Renata. Dia menyentuh kedua lengan Renata.
Perlahan kepala Renata terangkat. Manik hazel terang itu bertemu manik onyx black milik Michael.
"Putriku"
Michael memeluk Renata. Renata terkejut namun dia pun membalas pelukan ayahnya.
"Ayah" gumam Renata.
"Maafkan Papa.. Papa gak bisa jaga kamu.. Karena Papa kamu.. " Michael tidak melanjutkan kata-katanya karena air matanya sudah tidak terbendung lagi.
Salia tersenyum. Tama merangkul istrinya.
"Aku tidak marah" kata Renata.
Michael melepaskan pelukannya dan menatap Renata penuh makna.
"Ah ya.. Lihatlah pria muda ini " kata Michael sambil merangkul Marc.
Marc tersenyum canggung. "Hai.. Emm.. Kak.. Kak.. "
"Renata" kata Salia.
"Ah iya.. Hai kak Renata" kata Marc sambil mengulurkan tangannya. Renata membalas uluran tangan Marc.
"Hai.. "
"Marchello" kata Michael.
"Marchello" Renata menyebutkan apa yang di katakan Michael.
"Wah.. Marc kau punya dua kakak yang cantik" kata Megan.
Marc tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Dan kenalkan.. Gadis riang yang manis itu Megan, dia sepupumu " kata Michael.
"Hai, Namaku Megania Rani Danuarga" kata Megan sambil mengulurkan tangannya.
Renata menerima uluran tangan Megan. Renata mengangguk.
"Dan wanita di samping nya adalah bibimu, Mykhalista Danuarga" kata Michael.
Mykha memeluk Renata. Renata terkejut. Dia pun membalas pelukan Mykha.
"Maafkan bibi yang waktu itu tidak bisa menyelamatkan mu.. Seharusnya bibi bisa menyelamatkan kamu dan Salia.. Tapi bibi hanya bisa menyelamatkan adikmu.. " kata Mykha.
"Tidak apa-apa bibi" kata Renata.
Mykha melepaskan pelukannya dan menatap Renata. Renata menganggukkan kepalanya.
"Dan.. Dia adalah nenekmu.. Maharani Danuarga" kata Michael.
Pandangan Renata tertuju pada wanita tua yang berada di sofa menatap dirinya dengan sendu.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah