
***
Tiba-tiba, Gerald bergerak dan memukul udara di belakangnya sampai-sampai kursinya jatuh. Ternyata Gerald memukul Renata sampai terjungkal.
"Aaarrgghhh! " ringis Renata.
Salia terkejut dan berdiri. "Ah? Renata! " teriak Salia.
Gerald menatap Salia. Tatapan semua orang tertuju pada mereka.
"Kau melihatnya? " tanya Gerald pada Salia.
Salia menautkan alisnya. "Dia.. Saudariku.. Kenapa kau menyakiti nya? " geram Salia.
Tama yang tidak mengerti dengan apa yang di bicara kan mereka berdua terlihat bingung.
Sementara Yoona yang tidak bisa melihat Renata juga tampak bingung.
Renata bangkit dan tiba-tiba menyerang Gerald dengan sangat cepat.
Gerald terpelanting ke dinding hingga dinding nya retak.
Yoona tercengang.
Tama terperanjat.
Salia terbelalak.
"Gerald " gumam Yoona.
Semua orang berlarian keluar.
Renata mencekik Gerald. "Jangan pikir aku kalah darimu hanya karena kau siluman naga.. " geram Renata.
Gerald berubah jadi naga. Tama dan Salia yang melihat itu terbelalak.
"Astaga" Salia terkulai di pelukan Tama.
"Ma.. Makhluk apa itu " gumam Tama dengan bahasa Indonesia.
Gerald yang berubah jadi naga ungu itu melilit tubuh Renata. Renata berusaha melepaskan diri.
"Jangan sakiti Renata!!! Hentikan dia Yoona!! " teriak Salia.
"Tapi aku tidak bisa melihat Renata" gumam Yoona. Namun Yoona melompat dan berubah jadi naga merah dan dengan wujud naga, Yoona bisa melihat Renata.
"Gerald hentikan! " Yoona menarik ekor Gerald. Renata pun terlepas dan terjatuh ke lantai.
Salia berlari ingin membantu Renata,tapi Tama menarik tangan Salia.
"Kita pergi" kata Tama.
__ADS_1
"Tapi Renata"
"Lihat mereka siluman! " bentak Tama yang terlihat begitu cemas.
Tama menarik Salia dan menggendong nya ala bridal. Tama berlari sambil menggendong Salia.
***
Gerald dan Yoona sudah berubah jadi wujud manusia. Mereka loncat ke lantai dan bergegas menghampiri Renata yang terkulai lemah di lantai tempat makan itu.
Renata menautkan alisnya tajam. Dia bangkit. Langkah Yoona dan Gerald pun terhenti. Mereka mewaspadai Renata yang bisa saja menyerang mereka dengan tiba-tiba.
Renata tersenyum sinis, tiba-tiba dia menghilang dari pandangan mereka berdua.
Tiba-tiba, Renata berada di belakang mereka berdua dan dia memukul punggung mereka berdua.
Yoona tersungkur cukup jauh, tapi Gerald berbalik dan menangkap tangan Renata.
"Aku sudah mengampunimu dengan melepaskan mu, beraninya kau menyakiti calon istri ku" geram Gerald.
Renata memiringkan kepalanya. "Dan kalian berdua berani sekali mendekati adikku.. Kalian kan siluman, kenapa kalian berada di dunia manusia? " geram Renata.
"Kami memang berdekatan dengan adikmu, tapi kami tidak berniat menyakiti nya, dan soal kami berada di dunia manusia, itu urusan kami.. Lalu kau.. Kau juga bukan manusia.. Kenapa kau masih berada disini? " tanya Yoona sambil bangkit dan menghampiri mereka berdua.
Renata tertunduk sedih. Gerald melepaskan cengkramannya. Dia merangkul Yoona.
"Kau tidak apa-apa, sayang? " tanya Gerald.
"Aku.. Aku.. Hiks hiks" tiba-tiba Renata menangis. Dia tertekuk.
Yoona terlihat heran dengan tindakan Renata. Yoona bergerak akan menghampiri Renata, tapi di tahan Gerald.
"Jangan mendekati dia.. Bisa saja itu tipuan, dia bisa mencelakai mu" kata Gerald.
Yoona menatap Renata dengan sedih. Renata menangis semakin kencang. Suaranya menggema.
"Aku bisa mengatasinya " bisik Yoona pada Gerald.
Yoona mendekati Renata dan menyentuh pundak Renata. "Jika ada sesuatu, katakan saja.. Mungkin kami bisa membantu mu" kata Yoona lembut.
Tiba-tiba Renata memeluk Yoona. Yoona terkejut dengan aksi Renata yang tiba-tiba memeluk nya.
"Aku.. Aku tidak bisa ke dunia ku.. Aku tidak bisa menemui Tuhan.. Seandainya bisa.. Aku tidak akan terus menerus mengikuti adikku" tangis Renata.
Yoona membalas pelukan Renata. "Mungkin.. Tuhan menginginkanmu membantu Salia dan mungkin ada keluarga mu yang belum merelakanmu pergi " kata Yoona.
Renata menatap Yoona. "Aku mau pergi ke alam dimana arwah-arwah manusia yang sudah mati tinggal.. Aku tidak mau tinggal di dunia manusia.. Aku merasa menjadi parasit bagi adikku.. Semakin lama aku berada di sini, maka aku akan semakin sedih melihat keluargaku " tangis Renata.
"Gerald" Yoona bangkit menatap kekasihnya itu.
"Apa kita bisa membantu nya? " tanya Yoona.
__ADS_1
"Entahlah.. Yang pasti para manusia yang melihat kejadian ini pasti shock dan kita akan bermasalah lagi dengan Ryuuga" kata Gerald.
Yoona tampak berpikir.
"Ya.. Itu benar "
Yoona, Gerald dan Renata menoleh kearah Ryuuga yang tiba-tiba berada di sana.
Ryuuga tidak bisa melihat Renata. Dia menatap tajam pada Gerald.
"Ini merugikan ku, Yoona" kata Ryuuga sambil menghampiri Yoona.
"Lalu kami harus bagaimana? " tanya Yoona.
"Entahlah.. Kurasa kalian harus membereskan tempat ini seperti semula.. Sebelum para wartawan dan klien-klien ku datang kemari" kata Ryuuga.
"Kami bisa mengatasinya" kata Yoona semangat. Ryuuga menatap Yoona kemudian tersenyum melihat senyuman Yoona.
Yoona mengalihkan pandangannya. Ryuuga melirik Gerald yang menatap nya dengan tajam.
Renata melihat Cinta segitiga diantara mereka.
"Sebaiknya kalian cepat" kata Ryuuga kemudian berlalu.
"Bagaimana ini" gumam Yoona.
"Aku bisa mengatasinya, aku bisa mengembalikan dimensi masa lalu " kata Renata kemudian menutup kedua matanya dan berkonsentrasi.
Gerald dan Yoona saling pandang. Tiba-tiba semua barang dan properti di ruangan itu bergerak dan kembali ke tempat semula dan kembali jadi seperti semula.
Gerald dan Yoona menatap tidak percaya dengan kemampuan Renata.
"Wah.. Aku tidak mengira kau memiliki kemampuan seperti ini" kata Yoona.
Namun Renata masih terlihat sedih. Yoona menepuk bahu Renata.
"Kami akan membantumu.. Kami akan memikirkan solusi untuk ini" kata Yoona.
Renata menatap Yoona. "Terimakasih.. Yoona"
Yoona tersenyum.
Gerald menghela nafas panjang.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1