
Follow
Vote
Comment
Megan memberikan uang pada penjual eskrim. Dia membawa dua kap es krim itu dan berbalik namun berpapasan dengan ketiga wanita yang sebaya dengan nya.
"Hai Nona Danuarga" kata salah satu dari mereka.
Megan menautkan alisnya. "Kita bertemu lagi disini ya.. Aku pikir keluarga Danuarga tidak akan membiayai liburan mu di Singapura.. Padahal kau anak haram" kata yang lainnya.
Sungguh kata-kata itu sangat menyakitkan.
"Urusan kita sudah selesai waktu kita di Indonesia dulu.. Waktu kita masih kuliah.. Dan sekarang kita sudah sama-sama dewasa dan bodoh sekali jika masih membully ku" kata Megan.
Salah satu dari mereka mencengkram lengan Megan sehingga satu kap es krim nya jatuh.
"Menyebalkan sekali dirimu.. Dengar! Kami masih membencimu! Dasar manja! Sok pintar dan sok cantik! "Mereka mendorong Megan.
"Apa salah ku pada kalian! " teriak Megan kesal.
"Salahmu? Kau terlalu menjijikan.. Dasar anak haram" ledek mereka.
Megan menangis.
"Cengeng, pantas saja ayahmu yang berengsek itu meninggalkanmu.. Kau pantas memdapatkan nya! " bentak salah satu dari mereka sambil mengangkat tangan nya akan memukul Megan.
Namun tangan besar itu mencengkram erat tangan jahat itu lebih dulu.
Mereka mendongkak..
Dan terkejut ternyata Robert.
Wanita itu menepis tangan Robert.
"Berani sekali kalian menyakiti Megan " geram Robert.
"Wah sekarang kau menjadi jalan bagi Om Om ya.. Pantas saja sama jalangnya seperti ibunya" kata salah satu dari mereka.
Robert geram mendengar ucapan wanita itu. Dia ingin sekali menamparnya. Namun, akan jadi masalah jika dia melakukan itu di depan umum.
Megan makin menangis meski tanpa suara.
__ADS_1
"Berani sekali kalian mengatakan itu, apa kalian tidak punya malu? " geram Robert.
"Memangnya kenapa? Kau yang harus malu, menyewa anak haram ini sebagai wanita penghibur mu" kata mereka.
Robert mengepalkan tangannya makin geram.
"Dia bukan wanita penghibur! Dia bukan anak haram! Ibunya juga wanita baik-baik! Kalian masih berani bicara, aku gunting mulut kalian" geram Robert kehabisan kesabaran.
Mereka cukup terkejut dengan ancaman Robert.
"Kalau wanita baik-baik, kenapa dia lahir tanpa ada seorang ayah? " ledek yang lain.
"Aku! Aku ayahnya Megania Danuarga! Aku ayahnya! " bentak Robert.
Megan terbelalak. Dia mendongkak menatap punggung Robert. Dia tidak mengira Om nya akan berbohong demi membela dirinya.
Mereka bertiga tercengang dan saling pandang. Mereka bertiga mundur.
"Jika kalian masih mau mencari masalah dengan putriku, kalian akan berhadapan denganku" geram Robert.
Mereka bertiga pun segera pergi sebelum mendapatkan masalah.
Robert berbalik dan memeluk Megan.
Megan membalas pelukan Robert dan menangis di pelukannya.
"Makasih, Om" kata Megan pelan.
Robert tersenyum sambil membelai lembut rambut Megan.
Robert melepaskan pelukannya kemudian memberikan panda hasil memanah tadi.
Emm sebenarnya hasil menembak.
"Lihat Om dapet ini buat Megan" kata Robert.
Megan segera memeluk boneka itu.
"Makasih Om.. Hehe aku malah terlihat seperti anak kecil ya" kata Megan sambil terkekeh.
"Nah gitu senyum kan manis.. Gapapa terlihat seperti anak kecil karena kamu memang manis" goda Robert sambil mencubit pipi Megan.
Kedua pipi Megan merona.
__ADS_1
"Oh ya es krim nya jatuh satu Om" kata Megan sambil memberikan satu es krim pada Robert.
"Gapapa, ini buat berdua ya" kata Robert sambil menyendok es krim itu kemudian menyuapi Megan.
Megan pun memakannya. Robert juga memakan es krim itu. Megan tersenyum karena malam itu adalah malam yang palingĀ bahagia untuk nya.
Robert menyuapi Megan lagi, namun es krim nya malah kena ke hidung Megan.
Robert tertawa sementara Megan sangat kesal.
"Om jail" gerutu Megan.
Robert semakin tertawa.
Mega tersenyum melihat Robert tertawa seperti itu.
"Papa.. Lihatlah Om Robert sangat baik dan menyayangi diriku.. Sementara Papa pergi entah kemana.. Papa tidak pernah ingat Megan.. Om Robert adalah Papa yang aku inginkan.. Apa Papa tidak rindu sama Megan dan Mama? " batin Megan.
"Kamu mau apalagi? " tanya Robert yang berhasil membuat lamunan Megan buyar.
"Emm.. Ini sudah malam Om.. Kita pulang aja.. Mama pasti cemas nunggu.. Tapi kita beli pai dulu.. Karena Mama suka pai" kata Megan.
"Baiklah.. Ayo kita cari pai nya " kata Robert.
Mereka pun pergi ke toko pai dan membelinya. Setelah itu, mereka pulang ke rumah dan mereka terkejut melihat Mykha tertidur pulas di sofa.
"Mama kasian kelelahan.. Mungkin Mama udah lama nunggu kita Om" kata Megan dengan suara pelan agar tidak membangunkan ibunya.
"Nanti Om gendong aja ke kamarnya.. Mana kamar Mama mu? " tanya Robert.
"Disana Om" kata Megan sambil menunjuk salah satu kamar.
Robert pun mengangkat tubuh Mykha dan membawa nya kamar yang di tunjukkan Megan.
Robert menyelimuti seluruh tubuh Mykha. Sejenak dia menatap wajah Mykha yang terlihat begitu tenang.
"Aku mencintaimu.. " Robert mengecup kening Mykha kemudian berlalu.
Baca novel-novel terbaruku yang nggak kalah seru, yaaaaaaa..
...By...
...Ucu Irna Marhamah ...
__ADS_1