La'grimas

La'grimas
83 FLASHBACK


__ADS_3


Keesokan harinya, Michael memilih pulang ke Indonesia. Dia tidak mau lagi berurusan dengan Mykha dan Robert.



Mykha membiarkan Michael pergi. Dia juga tidak punya alasan untuk menghentikan Michael.



Siang ini, dia memasak sesuai arahan buku resep. Dia tidak mau mengecewakan Robert.



Dia tidak mau menjadi istri yang payah yang bisanya cuma hot di ranjang.



Terdengar langkah kaki memasuki dapur. Dia menoleh. Ternyata Vanessa.



Dia disusul 2 orang pelayan perempuan.



"Maaf Nona Mykha.. Nona ini memaksa untuk masuk" kata salah satu dari mereka.



"Tidak apa-apa.. Dia temanku.. " kata Mykha.



Kedua pelayan itu membungkukan badan mereka kemudian berlalu pergi.



"Selamat siang Mykha" sapa Vanessa.



"Selamat siang.. Robert sudah berangkat kerja " kata Mykha.



"Tidak apa-apa.. Kau sedang apa? " tanya Vanessa.



"Aku sedang memasak untuk Robert" jawab Mykha.



"Wah.. Kau rajin sekali.. Padahal banyak pelayan di mansion ini.. Kau calon istri yang baik" kata Vanessa.



Deg



"Apa aku keceplosan? " batin Mykha.



"Aku juga mau memasak untuk Robert.. Apa boleh? " tanya Vanessa.



"Apa? Emm kau bisa memasak? " tanya Mykha.



"Tentu saja" jawab Vanessa kemudian dia memotong bawang merah.



"Vanessa calon istri yang baik.. Jika Robert menikah dengan nya, dia pasti beruntung" batin Mykha.



♡♥♡♥♡♥♡



Robert memarkirkan mobilnya. Dia pun memasuki mansion.



Dia terkejut melihat banyak sekali makanan di meja.



Apalagi dengan keberadaan Vanessa.



"Selamat datang, Robert" Vanessa mencium pipi Robert.



Mykha mengalihkan pandangannya.



"Lihatlah.. Ini masakan buatan Mykha.. Dan yang ini buatan ku" kata Vanessa.



Terlihat jelas masakan Mykha sangat amatir sementara masakan Vanessa sangatlah menggugah selera.



Robert pun duduk.


__ADS_1


Vanessa mengambil kan nasi dan lauk untuk Robert.



"Tidak perlu, Vanessa.. Aku akan memakan masakan Mykha " kata Robert.



Deg



Vanessa menautkan alisnya kesal.



Mykha merasa senang Robert mau memaka masakannya. Tapi dia juga merasa sedih dengan apa yang di ucapkan Robert pada Vanessa.



Robert pun memakan masakan Mykha.



♡♥♡♥♡♥♡



Vanessa membanting tas nya. "Kenapa kau begitu membenciku! Kau sangat menyebal kan! Aku ini kurang apa! Robert" bentak Vanessa.



Mykha tertunduk melihat Vanessa marah-marah pada Robert.



"Aku benci padamu.. Sangat benci " geram Robert.



Vanessa sangat terluka dengan ucapan Robert.



"Pergi dari sini! " teriak Robert sambil menunjuk pintu mansion yang terbuka lebar.



Air mata Vanessa berlinang dan menetes membasahi pipinya.



"Cepat! Pergi! "



"Baiklah.. Tapi suatu saat nanti kau akan menjadi milikku! Lihat saja! " Vanessa pun berlalu pergi meninggalkan Robert dan Mykha.



Robert memeluk Mykha. "Maaf kan aku.. Aku marah-marah di depan mu. Kau pasti takut " kata Robert.




"Jangan memikirkan orang lain.. Ayo kita akan pergi jalan-jalan.. " kata Robert.



Mykha melepaskan pelukannya kemudian menatap Robert.



"Terakhir kali kita jalan-jalan kau mengajakku ke proyek.. Aku tidak mau " gerutu Mykha.



"Ayolah Mykha.. Itu dulu.. Sekarang beda lagi" gerutu Robert.



"Baiklah.. Tapi janji.. Jalan-jalan yang sekarang tidak ada proyek dan dokumen " kata Mykha penuh penekanan.



"Iya janji.. Ayo"



♡♥♡♥♡♥♡



Ternyata Robert mengajak nya ke taman hiburan malam. Tentu Mykha sangat senang.



Tangan Mykha tidak lepas dari tangan Robert. Mereka saling menggenggam satu sama lain.



"Aku tidak mengira pria sedingin dirimu akan mengajakku ke tempat ini" kata Mykha.



"Tentu saja ini hanya demi dirimu" kata Robert sambil tersenyum dan membelai rambut Mykha.



Mykha menatap Robert. Robert juga.



"Aku mencintai mu.. Mykhalista" kata Robert.


__ADS_1


Mykha mengalihkan pandangannya. Dia merasa sedih, tapi dia juga merasa senang.



"Ayo kita naik wahana itu" kata Robert sambil menunjuk kincir ria.



"Apa? Tapi Robert.. Kau takut ketinggian kan" kata Mykha.



"Itu dulu.. Waktu kecil.. Kau kan suka naik kincir ria " kata Robert kemudian menarik Mykha ke tempat pembelian tiket.



Robert dan Mykha pun naik kincir ria. Awalnya Robert biasa-biasa saja saat masih di ketinggian normal.



Namun pas mereka di ketinggian sedang, Robert sedikit gemetar. Mykha merasa sedih melihat Robert begitu mengutamakan dirinya padahal Robert sendiri phobia dengan ketinggian.



"Robby" Mykha menangkup wajah Robert. Robert menatap Mykha.



Perlahan Robert mulai tenang. Mykha tersenyum.



"Jangan takut.. Ada aku kan.. " kata Mykha sambil tersenyum membuat Robert sedikit tenang.



Robert melihat Mykha kecil yang selalu memperdulikan nya. Robert juga menangkup wajah Mykha.



"Mykha.. Jangan tinggalkan aku.. Hanya kau yang ku miliki.. Hanya kau.. " kata Robert yang membuat hati Mykha teriris mendengar nya.



"Iya.. Robert" kata Mykha.



Mereka kini berada di ketinggian Puncak. Tiba-tiba mesinnya mati.



Robert sangat panik.



"Robby.. Tidak apa-apa.. Kita akan baik-baik saja" kata Myka kemudian memeluk Robert.



"Mykha.. " gumam Robert.



Bulan Purnama terasa begitu dekat menjadi saksi malam mereka berdua.



Robert melepaskan pelukan mereka kemudian mereka saling menatap.



Robert mendekatkan wajahnya. Mykha menutup matanya.



Awan gelap menutup bulan Purnama seolah mereka malu melihatnya.



Awan gelap itu lewat.



Robert dan Mykha berciuman di depan Purnama.



Ciuman mereka terlepas.



"Apa kau mencintai ku? " tanya Robert.



Mykha masih menatap Robert tanpa menjawab pertanyaan nya.



Kincir ria nya bergerak kembali. Robert terkejut dan segera berpegangan..



"Mykha aku bersumpah tidak akan naik benda sialan ini lagi" gerutu Robert.



Mykha tertawa lepas.



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2