La'grimas

La'grimas
44


__ADS_3


Michael dan Meina tampak berbicara serius sambil sesekali meminum minuman mereka.



Mereka berdua menoleh saat melihat Salia dan Tama menghampiri mereka.



"Hei, duduklah.. Ayo kita sarapan" kata Meina.



Mereka berdua pun duduk.



"Mahkota bunga yang indah, sayang " kata Michael pada Salia dengan tatapan tertuju pada rambut Salia.



Salia tersenyum. "Ini dari Tama, Pa" kata Salia.



Michael mendelik Tama yang tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Michael.



"Aku tahu" kata Michael menggerutu.



Seorang pelayan pria menghampiri mereka berempat



"Bonjour, s'il vous plaît commander quel menu de la nourriture? (halo, silakan mau pesan menu makanan apa? " tanya pelayan pria itu dengan bahasa Perancis sambil memberikan buku menu.



Michael melihat daftar menu tersebut. Menurutnya, semua makanan di menu terlihat lezat



"fruits de mer typiques ici (seafood khas daerah sini saja) " jawab Michael sambil menandai beberapa menu. Salia, Tama dan Meina menandai pesanan mereka dan memberikan nya pada pelayan.



"ok, s'il vous plaît attendez un moment (OK mohon tunggu sebentar) " kata pelayan itu sambil menunduk hormat.



"oui merci (iya, terimakasih) " jawab Michael. Pelayan itu pun berlalu.



"Tama, Mama mau kamu antar Meisa ke dokter kandungan buat cek keadaan kandungan nya" kata Meina.



"Gak perlu, Ma. Aku kan juga dokter, aku bisa kok meriksa diri aku sendiri " kata Salia.



"Itu beda, sayang.. Kamu dokter otopsi dan Papa kamu dokter operasi.. Kamu cek nya harus ke dokter kandungan " kata Meina.



"Iya, Ma.. Setelah dari sini, kita akan cek kandungan" kata Tama menengahi.



Pesanan mereka pun datang. Mereka makan sarapan seafood mereka.



"Pagi-pagi sarapan seafood, tidak baik bagi kolesterol di tubuh kita" kata Salia.



"Lalu kamu mau makan apa? Nanti aku pesenin " kata Tama.



"Gapapa.. Lagian aku kan gak ada masalah sama kolesterol" jawab Salia.



Mereka pun menyantap sarapan berat itu.



Selesai sarapan, Tama membawa Salia ke dokter kandungan.

__ADS_1



dr. Lilly yang memeriksa kandungan Salia. Tama memperhatikan gerak-gerik dr. Lilly yang tengah serius.



Sementara Salia hanya diam saja membiarkan dr. Lilly memeriksanya.



"Bagaimana keadaan bayiku? " tanya Tama dengan bahasa Inggris.



" Usia kandungan bayi kalian akan menginjak 4 bulan ya? Namun aku merasa janin ini begitu besar.. Seperti nya tidak besar, tapi ada 2 janin" seru dr. Lilly.



Salia terkejut. Tama terbelalak. "Benarkan? Ja.. Jadi Salia mengandung janin kembar? Oh sayang " Tama memeluk Salia. Salia hanya tersenyum menanggapi Tama.



dr. Lilly tersenyum. "Selamat ya Tn. Aryatama dan Nn. Meisalia" kata dr. Lilly.



"Terimakasih, dok" kata Tama.



♡♥♡♥♡♥♡



Tama dan Salia jalan-jalan ke toko-toko besar. Toko pakaian, toko perhiasan, toko tas, dan toko-toko lainnya.



"Sayang, mumpung kita disini, kenapa kamu gak beli satu pun barang-barang ini? " tanya Tama sambil memegang tas dan sepatu mahal.



"Aku tidak membutuhkan benda-benda mahal dan tidak berguna itu, Tama" kata Salia.



Tama mengerutkan keningnya dan melihat sepatu serta tas mahal itu bergantian.




"Aku tidak tahu.. Tapi seperti nya aku tidak butuh benda-benda itu" kata Salia.



"Kalau begitu, kita beli baju atau perhiasan, bagaimana?  " tanya Tama.



"Perhiasan? Aku jarang memakai perhiasan, kalo baju.. Aku sudah punya banyak baju" jawab Salia.



Tama menghela nafas panjang. "Lalu kamu mau beli apa? " Tanya Tama.



"Apa ya? Aku gak mau apa-apa Tama" kata Salia.



"Ahh.. Ya udah.. Ayo kita pulang ke penginapan pantai " kata Tama. Salia mengangguk.



Mereka pun berlalu. Salia melihat ada toko buku. Salia yang menggandeng tangan Tama berhenti.



Tama melirik Salia yang berhenti tiba-tiba.



"Kenapa berhenti, sayang? " tanya Tama. "Aku mau ke toko buku itu yaa yaa please " kata Salia.



Tama melihat sejenak toko buku itu. "Aahhh kamu pasti mau beli novel yang menye-menye kan? Disini gak ada novel bahasa Indonesia, sayang " kata Tama.



"Ih.. Biarin.. Meskipun gak ada novel bahasa Indonesia, kan masih ada yang pake bahasa Inggris " kata Salia menggerutu.


__ADS_1


"Baiklah, ayo kita lihat-lihat dulu" kata Tama. Salia mengangguk.



Mereka pun memasuki toko buku tersebut.



Salia segera mencari buku-buku romantis yang biasa dia buru selagi di Indonesia.



Tama hanya meperhatikan istrinya. Dia duduk di salah satu kursi yang tersedia di sana.



Tama melihat ada buku berjudul La'grimas. Tama mengerutkan keningnya. Dia sering mendengar Salia mengatakan kata itu dulu.



"Ini kan bahasa Portugis " Tama membaca buku itu.



Dia membaca isinya yang ternyata sudah di terjemahkan ke bahasa Inggris.



Sementara itu, Salia memilih satu persatu buku yang sudah di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris.



Satu buku yang membuatnya tertarik yaitu buku yang berjudul The Beautiful Spy  Salia membuka halaman demi halaman dan membaca isinya dengan serius.



"Rasanya aku pernah dengar cerita ini.. Ini seperti cerita bibi Aori dan paman Rider.. " gumam Salia.



Tama membaca isi cerita yang berjudul La'grimas  itu. "Heh ini seperti cerita hidupku dengan Salia.. " gumam Tama.



Tiba-tiba, seseorang duduk di samping nya. Tama menoleh ternyata seorang pria tampan tampaknya seumuran Tama.



Dia terlihat begitu tampan dengan rambut pirang bemata biru.



"Hai, can I sit down in here? " tanya pria tampan itu.



Tama mengangguk "yes, please "



"Air mata? " tanya pria itu membaca judul novel yang dibaca Tama.



"Oh, kau bisa bahasa Indonesia? " tanya Tama.



"Iya, aku punya seorang kekasih yang berasal dari Indonesia " jawab pria itu.



"Oh kebetulan aku juga berasal dari Indonesia, pekenalkan, namaku Aryatama Arbano Adiwijaya" kata Tama sambil mengulurkan tangannya.



Pria tampan itu menerima uluran tangan Tama.



"Christian Radcliffe Gustavion"



♡♥♡♥♡♥♡





By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2