La'grimas

La'grimas
89


__ADS_3

Follow


Vote


Comment


"Apa kau masih mencintai ku, Mykha? " tanya Robert.


"Berhenti bertanya itu setiap kita bertemu! Aku muak! " teriak Mykha.


Robert menghentikan mobilnya.


"Kalau begitu, jawab aku.. Siapa ayahnya Megan? " tanya Robert sambil menatap Mykha dengan tajam.


"Kau tidak perlu tahu" kata Mykha.


"Aku perlu tahu" sanggah Robert.


"Rob.. "


"Apa kau tidak kasihan pada Megan? " tanya Robert memotong ucapan Mykha.


"Semalam ada temannya yang meledeknya anak haram, apa kau tidak tersinggung sama sekali? Sekarang katakan siapa ayahnya?! " kata Robert penuh penekanan.


"Untuk apa kau mengetahuinya, Robert? " tanya Mykha.


"Aku akan mencari pria itu dan memaksanya bertanggung jawab.. Dia harus bersamamu.. Meskipun.. Aku.. Tidak rela" kata Robert pelan.


Mykha terbelalak. Dia menatap Robert.


Sungguh dia tidak mengira dengan kepedulian Robert padanya dan pada Megan.


"Apa kau tidak menyadarinya? " tanya Mykha.


Robert menatap Mykha. "Apa maksud mu? " tanya Robert.


"Coba kau tatap matanya.. Apa kau menemukan sesuatu? Siapa yang memiliki warna mata seperti itu? Aku tidak memiliki nya.. Hanya ayahnya yang memiliki warna mata seperti itu " kata Mykha.


Robert mengerutkan keningnya.


"Lihatlah warna rambutnya juga.. Begitu pun cara dia berbicara.. Apa kau masih tidak menyadarinya? " tanya Mykha.


Robert masih terlihat bingung.


"Nama belakang nya Danuarga.. Bukan nama belakang dariku.. Tapi nama belakang dari ayahnya " kata Mykha memperjelas ucapanya.


Robert terbelalak.


"Ja.. Jadi.. Me.. Megan.. Anak.. Anakku.. " gumam Robert.


"Kau pikir siapa yang berani menikahiku selain dirimu.. Brengsek" gerutu Mykha.


Serta merta Robert mencium bibir Mykha dengan lembut. Mykha terbelalak.


Robert melepaskan ciumannya kemudian menangkup wajah Mykha yang sudah memerah karena ciuman Robert.


"Aku mencintai mu.. Sangat mencintai mu.. Aku ingin menemui Megan" kata Robert sambil memutar balikkan mobilnya.


"Tapi pekerjaan ku" gerutu Mykha.


"Persetan dengan pekerjaan mu" jawab Robert.


Mykha mendengus kesal.

__ADS_1


...♡♥♡♥♡♥♡...


Megan menata obat-obatan itu ke rak.


Dia terkejut melihat mobil Robert berhenti di depan apotik itu.


Megan pun menghampiri Robert dan Mykha yang keluar dari dalam mobil.


Robert menatap Mykha dengan berlinangan air mata.


Megan mengerutkan keningnya.


"Sayang, boleh aku memeluk Mahali? " tanya Robert.


Megan menoleh kearah Mykha yang mengangguk pada Megan.


Megan tersenyum kemudian memeluk Robert. Robert membalas pelukan Megan. Air mata nya mengalir membasahi pipinya.


"Om kenapa? " tanya Megan.


Mykha tersenyum.


"Putriku.. Kau putriku " kata Robert dengan suara bergetar.


Megan terbelalak kaget. Dia melepaskan pelukannya dan menatap Robert.


"Apa? "


Robert mengangguk. Mykha menghampiri mereka. Dia menangkup wajah Megan.


"Robert adalah Papa mu" kata Mykha.


Mykha menatap Robert lagi. "Papa.. Papa Robert? " tanya Megan.


"Papa.. Papa kenapa.. Kenapa Om jadi Papa ku..?? Apa yang terjadi? Sebenarnya ada apa ini?" tangisan Megan pun pecah.


"Maafkan Papa, sayang.. Mama dan Papa akan menjelaskan semuanya" kata Robert.


Robert mencium pipi Megan dan Mykha bergantian.


"Besok kita akan ke Spanyol" kata Robert.


Megan dan Mykha terkejut. Mykha melepaskan pelukannya.


"Apa? Tapi bagaimana dengan Vanessa dan kedua anakmu? Mereka tidak akan menerima kami.. Belum lagi kita adalah keluarga" kata Mykha.


"Sebenarnya perlu ada klarifikasi di antara kita " kata Robert.


Mykha mengerutkan keningnya.


...♡♥♡♥♡♥♡...


Robert bersama Mykha dan Megan duduk di kursi jet pribadi milik Robert.


"Robert kita mau kemana? Aku tidak mau pergi ke Spanyol dan bertemu keluarga mu" kata Mykha ketus.


"Kita tidak akan ke Spanyol, kita akan ke Indonesia " Jawab Robert.


"Tapi untuk apa? " tanya Mykha.


"Banyak hal yang perlu di jelaskan" jawab Robert.


"Kenapa tidak di jelaskan disini " gerutu Mykha.

__ADS_1


"Bisakah kau diam saja" gerutu Robert.


Megan tertawa kecil mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya.


Robert dan Mykha menoleh.


"Kenapa sayang? " tanya Robert.


"Ini terasa konyol.. Tapi aku merasa dirumah bersama kalian" kata Megan.


Mykha terharu mendengar ucapan putrinya.


Robert tersenyum kemudian merangkul putrinya.


"Lihatlah ibu yang sangat kau sayangi itu.. Dia begitu keras kepala.. Aku kesulitan merayunya" kata Robert.


"Jangan membuat putriku berada di posisi mu" gerutu Mykha.


Megan tertawa.


"Memangnya kenapa? Aku juga ayahnya" gerutu Robert.


"Terserah.. Tapi kamu di posisi Mama kan sayang" tanya Mykha pada Megan.


"Megan selalu di posisi Mama kok" kata Megan.


"Uuu.. Anak Mama tersayang " kata Mykha sambil memeluk Megan.


"Jadi Megan gak sayang Papa? " tanya Robert.


Megan mengedipkan sebelah mata nya pada Robert. Robert terkekeh.


...♡♥♡♥♡♥♡...


Salia tengah berdiri di balkon menatap sore yang cerah. Dia menyentuh perutnya yang besar.


"Kapan kalian akan menemani Mama? Mama tidak sabar menunggu kalian" gumam Salia.


Sepasang tangan memeluk perut besar itu dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Tama.


"Bagaimana kabar bayi kita? Apa mereka merengek dan minta sesuatu dari Papanya? " tanya Tama.


Salia tersenyum mendengar pertanyaan suaminya itu.


"Apa mereka memintaku untuk memelukmu? Atau menciummu? Atau.. "


"Tidak Tama" gerutu Salia memotong ucapan Tama.


Tama tertawa.


"Belakangan ini, aku mau bertemu dengan Yoona dan Grace.. Aku merindukan mereka" kata Salia.


"Ah mereka pasti sedang sangat sibuk.. Apa kau tidak meminta bertemu dengan ku saja? " tanya Tama.


"Kita setiap hari juga bertemu kan" gerutu Salia.


Tama tersenyum. "Tapi aku selalu merindukanmu "


...♡♥♡♥♡♥♡...


...By...


...Ucu Irna Marhamah ...

__ADS_1


__ADS_2