
Setetes air mata Salia membasahi pipinya. Dia tidak mengira Grace benar-benar dalam masa-masa sulit seperti itu. Sedangkan Salia tidak tahu dan Salia hanya memikirkan dirinya sendiri selama bersama Grace.
"Kenapa dia tidak bilang padaku? Kenapa dia tidak menceritakan masalah nya padaku? " kata Salia.
Tama menatap Salia sekilas. "Mungkin dia tidak mau membuatmu cemas, selain itu aku yang mengancam dia agar dia mau membantu ku" kata Tama.
Salia terlihat sedih. Dia memang marah pada Grace. Tapi dia juga menyayangi Grace.
Tama merangkul Salia. "Maafkan aku sayang.. Itu karena aku sudah tergila-gila pada mu" kata Tama.
"Setelah ketemu pemilik rumah sakit itu, aku mau bertemu Grace " kata Salia penuh penekanan.
"Sayang, Grace itu di Amerika"
"Pokoknya aku mau ketemu dia" gerutu Salia.
"Baiklah aku akan mencari cara, ini cuma demi kamu sayang" kata Tama sambil mencium pipi Salia.
Mobil Tama terhenti di depan rumah sakit Immamura.
"Itukan salahmu juga" gerutu Salia.
"Tapi kamu gak nyesel kan nikah sama aku? " tanya Tama.
Salia tersenyum lebar dengan kedua pipi merona.
"Yuk kita ketemu sama pemilik rumah sakit nya" kata Tama.
Salia menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua keluar dari mobil kemudian memasuki rumah sakit tesebut.
Salia sangat kagum dengan fasilitas rumah sakit swasta itu yang sangat lengkap.
"Hai Tn. dan Ny. Adiwijaya" kata seorang pria berjas rapi dengan bahasa Jepang.
Salia dan Tama menoleh. Pria tampan itu tersenyum ramah. Kedua matanya terlihat sehari karena tersenyum.
"Oh hai, Tn. Immamura" kata Tama dengan bahasa Inggris sambil menjabat tangan pria pemilik rumah sakit tersebut.
"Oh iya, aku lupa kau berasal dari Indonesia.. Ya.. hai Tn. Adiwijaya" kata pria itu.
"Kenalkan, ini istriku, Meisalia Michelle Adiwijaya dan sayang, ini Tn. Ryuuga Immamura, pemilik Immamura Hospital" kata Tama.
Salia dan Ryuuga bersalaman.
"Panggil saja Salia" kata Salia.
"Senang bertemu dengan anda, Ny. Salia" kata Tama.
"Oh ya bagaimana dengan pembicaraan kita waktu itu? " tanya Tama.
"Oh ya dengan senang hati aku menerima Ny. Salia bekerja disini karena pengalaman nya pernah bekerja di rumah sakit dan pernah di percaya sebagai dokter ahli otopsi oleh kepolisian Amerika.. Ku rasa itu prestasi yang Bagus.. Disini, Ny. Salia akan menjadi seorang dokter otopsi juga berhubung disini kekurangan dokter ahli otopsi" kata Ryuuga.
"Benarkah? Apa tidak perlu test?" tanya Salia.
"Kalian bisa menghubungi team otopsi nya mereka mungkin akan memberikan arahan" kata Ryuuga.
__ADS_1
"Terimakasih" kata Tama.
Ryuuga tersenyum simpul.
♡♥♡♥♡♥♡
Salia dan Tama menghubungi team otopsi. Salia pun melakukan beberapa test dan wawancara.
Setelah itu, dia di perbolehkan bekerja besok nya.
Salia tentunya sangat bahagia. Setidaknya ilmu nya di bangku perkuliahan tidak sia-sia.
Berbanding terbalik dengan Tama yang terlihat begitu cemas. Dia mencemaskan Salia.
Tama khawatir dengan keselamatan Salia. Dia tidak ingin seseorang yang mengincar Salia akan menyakiti Salia.
Sementara Tama memberikan pengawasan jarak jauh demi menjaga keselamatan Salia.
Salia memanggil Tama. Namun Tama masih berlarut dalam pikiran nya.
"Sayang? " tanya Salia.
Tama masih tidak menggubris Salia.
Salia memegang bahu Tama. Tama terhenyak dan menatap Salia.
"Ada apa sayang? " tanya Tama.
Salia menghela napas panjang. "Aku pikir kamu dengerin omonganku dari tadi" kata Salia.
Tama tersenyum salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu mikirin apa? " tanya Salia.
"Ah enggak.. Aku harus ngaterin kamu pulang dulu kemudian aku ke kantor, ayo" kata Tama.
"Sayang, ini sudah hampir siang.. Kamu ke kantor aja.. Aku disini sama rekan baru aku ya" kata Salia.
"Tapi gimana kalo.. " Tama tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena Salia merenggut kesal.
"Tama aku bukan anak kecil" gerutu Salia.
"Baiklah.. Baiklah sayang, kalo ada apa-apa, hubungi aku ya" kata Tama sambil menangkup wajah Salia.
Salia tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya semangat.
"Nanti sore, aku kesini jemput kamu ya, jangan kemana-mana " kata Tama.
Salia mengangguk-angguk. Tama tersenyum kemudian mengecup bibir Salia sekilas.
"Jaga diri baik-baik ya.. " kata Tama.
Salia mengangguk.
Tama berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan perut buncit Salia.
"Dan kalian berdua jangan nakal ya jangan lari-lari di dalam sana, kasian mama kalian yang keras kepala ini kesakitan " kata Tama kemudian membelai lembut perut Salia dan menciumnya.
Salia tetawa kegelian. "Kamu tahu mereka bilang apa? " tanya Salia.
__ADS_1
Tama bangkit dan menatap istrinya itu. "Memang apa yang di katakan kedua jagoan ku? " tanya Tama.
"Papa terlalu lebay, memang apa salahnya main bola disini" kata Salia menirukan suara anak kecil .
Tama tertawa.
"Ya udah katanya mau kerja" kata Salia.
"Iya iya.. Kamu ngusir banget sih " gerutu Tama.
Salia tertawa kecil. Tama pun berlalu. Salia menatap punggung suaminya yang kian menjauh.
"Ah.. Suami yang baik " gumam Salia sambil tersenyum geli.
Dia berbalik namun bertabrakan dengan seseorang.
"Aduh" ringis wanita yang tidak sengaja bertabrakan dengan Salia.
"Eh maaf.. Dokter.. Saya tidak hati-hati " kata Salia sambil memegang tangan dokter cantik itu.
Dokter cantik itu menatap Salia. "Aduh? Ny. Sedang mengandung.. Astaga maafkan saya.. Apa Ny. Tidak apa-apa? " tanya dokter cantik itu.
"Ah tidak apa-apa kok" kata Salia sambil tersenyum hangat.
"Maaf ya saya juga tidak lihat-lihat tadi" kata dokter itu.
Salia mengangguk.
"Apa Ny. Mau cek kehamilan? Mari saya antar " tanya dokter itu di akhiri tawaran.
"Ah tidak, saya barusan melakukan wawancara" kata Salia.
"Oh, Ny. Dokter juga ya, kalau begitu selamat.. Ny. Dokter bidang apa? " tanya dokter itu antusias.
"Saya bekerja dengan team otopsi " kata Salia.
"Wah.. Mengotopsi itu pekerjaan yang sulit dan harus menggunakan tenaga ahli, anda hebat sekali " kata dokter muda itu.
"Ah setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan dok.. Oh ya, perkenalkan nama saya Meisalia Michelle Adiwijaya" kata Salia sambil mengulurkan tangannya.
Dokter muda itu dengan senang hati menerima uluran tangan Salia.
"Saya dokter kesehatan, nama saya Yoona Lee"
Salia tersenyum ramah.
Tiba-tiba Renata muncul di belakang Yoona dan berkata :
"Salia.. Dia bukan manusia.. Dia.. Dia.. "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah