
21+
"Apa salahnya jika kau menikmati saja permainan ku? " tanya Tama.
"Aku bukan wanita seperti itu!! Cari saja wanita lain dan jangan pernah kau berpikir untuk memiliki ku!! "
"Jangan menolakku! Atau aku akan berubah pikiran.. Aku akan mencampakkan mu! " bentak Tama di luar kendali.
"Kau yang memulainya! Kenapa kau marah!! "
"Karena aku mencintai mu dan kau tidak menghargai perasaan ku"
"Karena cinta ku hanya dia, bukan dirimu!" teriak Salia.
Petir menyambar di langit membelah kekelaman malam. Hujan pun turun membasahi bumi.
Tama sangat murka. Dia belum pernah di tolak sebelumnya. Dia benci di tolak.
"Hanya aku yang berhak atas dirimu, jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku!" geram Tama menakutkan.
Dia mendorong Salia ke ranjang dan menindih nya. "Awalnya aku ingin bersikap lembut padamu.. Tapi ucapan mu membuat ku marah! "
"Lembut atau tidak, kau akan tetap menghabisi ku kan!!" bentak Salia.
"Itu benar! "
Tama menggigit leher Salia.
"Aaarggghhh!!! "
Salia mencengkeram erat kedua bahu Tama. "Hentikan!!! "
Tama tidak menggubris perkataan dan teriakan Salia. Salia masih berontak.
Tama meringkus kedua tangan Salia keatas kepala Salia. Sementara tangannya yang lain menarik dagu Salia. Dia melahap bibir Salia dengan rakus tanpa memberikan Salia kesempatan untuk bernapas.
Salia kelabakan. Kedua kakinya menendang-nendang. Namun Tama menduduki paha Salia agar Salia kesulitan bergerak.
Salia berontak dan terus berontak. Tama melepaskan ciumannya setelah sekian menit.
Napas Salia terengah-engah. Dia menatap Tama dengan tajam.
"Kau tampak lemas, padahal ini belum apa-apa.. Aku belum memulai nya.. " kata Tama.
Salia menggeleng. "Hentikan ini... Aku akan menuruti permintaan mu yang lain sebagai ganti dendam mu pada ku, tapi jangan perlakukan aku seperti ini"
Tama tersenyum meremehkan. Dia menatap Salia dengan penuh kekesalan.
"Tidak ada yang ku inginkan selain dirimu dan melihatmu menderita karena berani menolak ku"
__ADS_1
Salia menautkan alisnya.
"Oh ya, kau belum tahu nama ku ya.. Namaku Aryatama.. Ingat itu.. Aryatama pria yang pertama kali memiliki tubuh Indah mu ini" kata Tama kemudian menyeringai menakutkan.
Tama merobek habis kemeja dan rok Salia. "Berhenti!! Ku mohon!!! "
Dengan kasar juga, Tama menarik BH Salia hingga robek. Salia meronta dan menutupi kedua payudaranya.
Tama tersenyum mesum. Dia menarik kedua tangan Salia.
"Kenapa di tutupi.. Jangan malu.. "
Salia menggeleng dengan air mata mengalir deras dari mata nya.
"Jangan ku mohon.. Jika kau mau balas dendam.. Bunuh saja aku!! Tanpa melakukan ini!! " teriak Salia.
"Jika kau ku bunuh begitu saja, maka penderitaan mu hanya sebentar. Tapi jika ku biarkan kau hidup dalam kesengsaraan, aku yakin.. Kau akan menderita dan aku akan senang dengan pembalasan ku" kata Tama.
"Kenapa Tuhan menciptakan manusia seredah dirimu! Padahal aku mulai menyukai mu! Tapi setelah aku tahu kau yang sebenarnya, aku benar-benar salah menilai mu! Sangat salah!! " teriak Salia.
Tama mengerutkan dahinya.
Benarkah?
Salia menyukainya?
Namun perasaan dan nurani nya telah di kuasai ego dan nafsu semata. Dia menyentuh bibir Salia.
Lagi-lagi Salia kelabakan. Dia mendorong dada Tama. Otomatis, kedua payudaranya bebas.
Tama tidak menyianyiakan kesempatan itu. Dia meremas kedua payudara Salia dengan cukup keras.
"Hhhh!!! " Salia mencakar lengan dan punggung Tama. Tama mengikat kedua tangan Salia dengan dasinya ke kepala ranjang.
Sehingga dengan bebas, dia bisa menjamah seluruh tubuh Salia.
"Hentikan ku mohon!! "
Tama tersenyum mendengar permohonan Salia.
Tama memainkan nipple Salia. Membuat Salia meronta seperti cacing kepanasan.
"Sebut namaku.. Mungkin aku akan mengurangi kesakitan mu.. Cantik.. "
"Arya.. Ku mohon.. "
"Sebut namaku dengan lengkap.. Aryatama Arbano Adiwijaya"
"Hh.. Aryatama.. Hhh.. Arbano Adiwijaya.. " Salia kesulitan mengejanya.
Tama tersenyum. Dia menarik celana dalam Salia. Salia menggeleng.
__ADS_1
"Tidak!! Jangan Tama.. Ku mohon.. Jangan.. "
"Kenapa? " tanya Tama dengan tampang polos nya.
"Aku tidak mau dilecehkan.. Aku tidak mau.. Jangan.. "
"Tapi aku mau" kata Tama yang berhasil melepas CD Salia.
Salia menangis. Dia benar-benar merasa sangat malu dan terhina karena untuk pertama kalinya dia bertelanjang di depan seorang pria.
Tama membuka paha Salia. Namun Salia kukuh untuk bertahan tidak mau di lecehkan. Meski dia tahu semuanya akan sia-sia.
Tama dengan kasar membuka paha Salia. Tama dengan jelas bisa melihat kewanitaan Salia.
"Ternyata aku memang yang pertama ya.. Aku memang belum pernah melakukan nya dengan gadis perawan.. Tapi aku mau mencoba nya.. Katanya lebih menyenangkan " kata Tama sambil menyeringai.
Salia menggeleng. Tama mengambil posisi di antara kedua paha Salia. Dia melepaskan boxer nya.
Dengan jelas Salia bisa melihat nya. Betapa jantannya seorang pria. Tama terlihat begitu menakutkan bagi nya. Salia membuang muka ke arah lain.
Tama tersenyum. "Jangan malu.. Sekarang kita sama-sama telanjang"
Tama mendorong milikknya ke kewanitaan Salia. Salia terkejut. Dia merasakan benda besar itu mau memasukinya.
"Awww"
"Maaf.. Sakit ya, sayang? " tanya Tama dengan ekspresi polos.
"Jangan lakukan ini, ku mohon" kata Salia dengan tubuh gemetar. Tama tersenyum melihat Salia yang sudah putus asa itu.
Dengan cepat dan cukup kasar, Tama menghentakkan miliknya.
"Arrrggggghhhh!!!!" raung Salia saat merasakan bagian inti nya robek dan perih. Belum lagi sesuatu di bawah sana menyumpal miliknya.
Hilang sudah keperawanan nya di tangan pria asing itu. Mau tidak mau sekarang dia adalah milik Tama.
Tama merasakan nikmat yang tiada taranya. Miliknya berpenetrasi inti Salia. Salia terkulai lemah karena percuma berontak, semuanya sudah terjadi. Keperawanan nya sudah di renggut secara paksa.
Semakin banyak Salia bergerak, maka dia juga semakin merasa sakit.
"Hhh.. Ternyata.. Seperti ini rasanya gadis perawan.. Uhhh.. Aku.. Hhh.. Menyukai sensasi ini.. Jadilah istriku.. Salia"
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1