La'grimas

La'grimas
76 FLASHBACK


__ADS_3



Robert memasuki apartemen baru nya di Italia bersama Mykha. Mykha tampak canggung.



"Jangan berjalan di belakang ku, sayang.. Kau calon istri ku.. Bukan pelayan" kata Robert sambil merangkul Mykha.



"Ini kamar kita" kata Robert.



"Apa? " tanya Mykha.



"Apa nya yang apa? " tanya Robert.



"Emm.. Kamar ini.. " Mykha bingung harus bicara apa.



"Kenapa? Kurang mewah? " tanya Robert.



"Bu.. Bukan begitu.. Maksudku.. Kita.. " Mykha jadi gugup.



"Kenapa kau jadi gagap begitu? Tidak biasanya kau tergagap begitu " kata Robert.



"Aku.. Aku takut pada mu" jawab Mykha pelan.



Robert menghela nafas panjang kemudian memegang kedua bahu Mykha.



"Kita akan satu kamar.. Aku tidak peduli mau kau sepupu ku, wanita lain atau istriku.. Kau harua satu kamar dengan ku.. Kau mengerti? " kata Robert.



Mykha mengangguk ragu. Robert tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya. Mykha terbelalak. Dia gugup.



Semakin dekat..



Semakin dekat..



Mykha menutup bibir Robert. Robert mengerutkan keningnya.



"A.. Aku belum siap.. Aku.. Aku harus ke kamar mandi " kata Mykha kemudian berlalu.



"Hei hei kamar mandi nya di sana bukan disana" kata Robert sambil menunjuk arah sebaliknya.



Mykha keluar dari ruangan yang salah kemudian berlalu ke ruangan yang di tunjukkan oleh Robert.



♡♥♡♥♡♥♡



Robert melihat ke meja makan. Terdapat banyak makanan yang baru saja dia pesan.



Saat ini dia menunggu Mykha yang masih lama di kamar mandi.



"Mykha! Kau sedang apa di dalam sana? Kenapa lama?! " teriak Robert.



Tidak ada jawaban.



Robert bangkit dari duduknya. Di tampak tegang. Dia berpikir apa mungkin Mykha kabur?



Robert tidak akan mengampuni nya lagi.



Dia berdiri di depan kamar mandi. Dengan kasar, dia membuka pintunya.



"Aaa!!! Apa yang kau lakukan!! " teriak Mykha sambil mengeratkan handuknya ke tubuhnya.

__ADS_1



Robert mengalihkan pandangannya. "Ah maaf ku pikir kau kabur" kata Robert kemudian menutup pintu.



Mykha mendengus kesal. "Apa-apaan dia.. Aku kabur? Sudah ku lakukan jika aku berani.. Jika aku kabur sekarang, yang ada kau menghabisiku" gerutu Mykha.



Baru saja Robert berlalu 2 langkah dari pintu kamar mandi, dia menghentikan langkahnya.



Ide jahil lewat di otak mesumnya. Dia kembali dan membuka pintu kamar mandi.



Mykha lagi-lagi terhenyak. "Aku belum selesai, kalau aku sudah selesai, aku akan keluar sendiri " gerutu Mykha.



Robert tersenyum mesum sambil menutup pintu. Mykha menelan saliva nya.



"Ke.. Kenapa kau menatap ku seperti itu? A.. Aku akan segera kesana.. Kkau keluar lah" kata Mykha yang terjangkit kembali penyakit gagapnya.



"Aku akan membantu mu menyelesaikan kegiatan mu agar kita cepat makan" kata Robert sambil menyeringai menakutkan.



"Aku tidak perlu bantuan mu Rob.. Kau bisa keluar " kaa Mykha. Robert mendekat.



"Ah sial! Kenapa dia malah mendekati ku!!! " batin Mykha menjerit.



"Kau cantik sekali.. Calon istriku" kata Robert sambil mengurung Mykha dengan kedua tangan kokoh nya.



"Robert.. Robert.. Jangan" gerutu Mykha sambil menahan dada Robert.



Robert tersenyum. "Panggil aku Robby seperti dulu" kata Robert.



"Iya Robby.. Robby.. Menjauh dariku ku mohon" kata Mykha.




"Tidak.. Aku tidak siap.. Ku mohon Rob " kata Mykha.



"Aku tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri " kata Robert semakin dekat.



"Rob aku.. Robby" gerutu Mykha.



Robert semakin dekat. Kening mereka beradu. Tatapan mereka bertemu.



Jantung Mykha berdetak cepat. Untuk pertama kalinya dia merasa nyaman di dekat Robert.



Mykha menutup matanya. Robert tertawa.



"Haha aku bisa mendengar suara detak jantung mu, sayang.. Dug dug dug" goda Robert.



Mykha membuka matanya dan terlihat kesal.



"Tenang saja.. Aku tidak akan menyentuh mu sebelum kita menikah" kata Robert kemudian berlalu keluar.



Mykha menghela nafas panjang.



♡♥♡♥♡♥♡



Mykha dan Robert memakan makan malam mereka. Mykha terlihat gugup.



"Kau mau mengatakan sesuatu? " tanya Robert.



"Iya" jawab Mykha cepat.

__ADS_1



"Katakan " kata Robert.



"Aku.. Aku mau menikah dengan mu.. Tapi aku mau 3 permintaan dari mu" kata Mykha.



"Tidak.. Tidak.. Permintaan mu pasti merugikan ku.. Aku tidak akan memenuhinya" kata Robert.



"Dengarkan aku dulu" gerutu Mykha.



"Aku tidak akan menerima permintaan mu jika kau melarang ku menyentuh mu" kata Robert.



Mykha mendengus kesal.



"Aku tahu isi pikiran mu Nona dokter " kata Robert.



"Ah baiklah.. Aku akan tetap meminta 3 hal dari mu" gerutu Mykha.



"Baiklah.. Kecuali yang tadi.. Katakan " kata Robert.



"Emm.. Aku kan sudah setuju mau menikah dengan mu.. Tapi.. Aku mau pernikahan kita di rahasiakan dan aku harap sampai kapan pun tidak akan ada yang mengetahui nya.. " kata Mykha sambil menunduk.



Dengan kesal, Robert menatap Mykha.



"Untuk apa aku menikahimu jika di rahasia kan" gerutu Robert.



"Jika semua orang tahu kita menikah, bagaimana reputasi mu? Semua orang tahu kita ini sepupu.. Om John pasti akan marah besar lalu bagaimana dengan tante Maharani? Dia pasti sedih " kata Mykha.



Robert tampak berpikir. "Iya.. Kau benar juga" gumam Robert.



"Permintaan ku yang kedua aku mau hanya pendeta yang hadir di pernikahan kita" kata Mykha.



"Lalu.. Permintaan ku yang ketiga.. " Mykha tidak melanjutkan kata-katanya. Dia terlihat ragu untuk mengatakan nya.



"Katakan Mykha" kata Robert.



"Aku mau.. Kita tidak usah punya keturunan"



Deg



"Apa maksudmu.. Kau.. Aku menikah dengan mu bukan untuk memuaskan hasrat ku saja.. Aku mau anak dari mu.. Mykha" kata Robert.



"Pikirkan jika kita punya anak.. Maka dia akan bingung dengan status kita, Rob" kata Mykha.



"Terserah.. Aku akan menyetujui permintaan mu.. Besok kita menikah" kata Robert.



"A.. Apa ke.. Kenapa cepat sekali? " tanya Mykha.



"Jika terlalu lama, kau bisa saja kabur dari ku kan" gerutu Robert.



Mykha mendengus kesal.



♡♥♡♥♡♥♡




By



Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2