La'grimas

La'grimas
47


__ADS_3


Aryatama*



"Apa.. Kau pernah memakainya? "



Pertanyaan macam apa itu?



Tentu saja aku pernah memakai wanita-wanita yang pernah dekat dengan ku. Termasuk Melani.



Aku ingin tahu seperti apa ekspresi istri tercinta ku ini.



"Iya, tentu saja" jawabku polos.



Ku lihat Salia terbelalak. Dia tampak berpikir.



Sunyi



"Apa kau melakukan nya karena dia mendonorkan ginjalnya? "



Entah kenapa belakangan ini Salia selalu bertanya atau berkata benar.



Aku jadi berpikir, apa mungkin Salia punya Indra keenam sampai-sampai dia mengetahui isi pikiran ku?



"Emm.. Bisa jadi.. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan dia.. Namun dia selalu mendekati ku.. Tiba-tiba, aku jatuh sakit dan dokter bilang aku gagal ginjal.. Mela mengetahui nya lewat dokter yang menangani ku.. Dia bilang dia rela memberikan satu ginjal nya untuk ku.. Asalkan aku menjadi kekasih nya.. Awalnya aku menolak, tapi karena didesak Om Adi, aku pun setuju... " kataku.



Salia mencerna kata-kata ku. Dia masih menatap ku. "Lalu.. Bagaimana? Kenapa hubungan kalian putus?" tanya Salia menunggu ku melanjutkan cerita ku.



"Karena dia berselingkuh, bahkan dengan temanku" kata ku.



"Apa kamu pernah mencintai seseorang? " kini pertanyaan Salia membuatku  benar-benar tersenyum.



"Kenapa tersenyum? " tanya Salia dengan nada menggerutu.



"Tentu saja, semua orang pernah jatuh Cinta, sayang " jawab ku sambil mengacak rambutnya.



"Siapa orang yang kamu cintai? " tanya Salia.



"Tentu saja, kamu" kata  ku.



"Sebelum aku" kata Salia memaksa ku untuk menjawab.



"Ada" kataku.



"Siapa.. Siapa? " tanya Salia antusias.



"Adinda" jawabku. Dia menatap ku.



"Lalu kenapa hubungan kalian gak berlajut? " tanya Salia.



"Dia bukan hanya mencintai ku.. Tapi juga terobsesi pada diriku" jawab ku.



"Tapi jika kau mencintai nya, kenapa tidak berlanjut saja? " tanya Salia.



"Aku tidak mau hubungan ku terjadi karena adanya obsesi" kata ku.



Salia tampak berpikir.



"Seperti aku padamu " kataku.

__ADS_1



Salia menatap ku lagi. Mencari jawaban dari mataku.



"Aku mencintai mu dan juga kau obsesi bagiku" kata ku.



"Kau terobsesi oleh ku? " tanya Salia. Aku mengangguk.



"Aku tidak mengerti.. Kenapa kau memiliki perasaan seperti itu padaku.. Padahal jelas aku ini tidak secantik Adinda yang model dan Mela yang... Ya seperti tadi" kata Salia dengan ekspresi begitu penasaran dengan tatapan penuh tertuju pada ku.



Mobil ku terhenti di dalam tempat parkir elite di penginapan pantai.



Namun aku maupun Salia tidak ada yang berniat keluar.



Aku menatap Salia. Dia juga menatap dalam mataku. Lama-lama dia mengalihkan pandangannya. Kulihat dia salah tingkah.



Aku memegang tangannya. "Aku mencintai mu karena kamu begitu Setia.. Belasan tahun kamu mencintai Refa dan aku yakin saat ini pun kamu masih mencintai nya. Aku tidak suka penghianat... Aku kenal kamu begitu dalam karena aku mengawasi mu selama 4 tahun.. Awalnya aku hanya ingin menjadikan mu targetku untuk menjatuhkan Michael.. Tapi.. Aku malah mencintai mu.. Setelah melihatmu begitu baik dan lembut.. Ya aku tahu semuanya tentang mu.. Kecuali yang bipolar itu " kata ku.



Salia tersenyum tipis dengan kedua pipi merona menandakan bahwa dia tengah malu.



Aku mendekati nya dan mencium lembut bibirnya. Bibir merekah yang selalu membuatku rindu akan kelembutan nya.



Cintaku..



Obsesiku..



Canduku..



Dan



Hasrat ku..




♡♥♡♥♡♥♡



Kami memasuki penginapan. Aku tidak melepaskan rangkulan ku dari Salia.



Aku membuka pintu kamar kami kemudian menutup nya dan memeluk Salia dengan erat.



Kami berdua terjatuh ke ranjang. Aku melancarkan cumbuanku. Menikmati leher jenjangnya yang begitu Wangi.



Wangi lavender yang selalu membuatku nyaman berada di dekatnya.



Salia menggelinjang kegelian. Dia memeluk erat tengkukku.



Ciumanku turun ke dadanya. Berusaha mencari kedua benda kenyal kesukaan ku.



♡♥♡♥♡♥♡



Kecupan hangat di pipiku membuat aku terbangun dari tidurku.



Perlahan aku membuka kedua mataku. Kulihat Salia menatap ku dengan kedua pipi merona nya yang manis.



Jadi istri cantik ku ini yang menggoda ku pagi-pagi begini.



"Kau menciumku? " tanya ku. Ku lihat pipinya merona.



"Bukan aku yang melakukan nya, Tama" kata Salia sambil menggeleng pelan.


__ADS_1


"Mengaku saja, sayang.. Jangan malu" kataku.



"Sungguh aku tidak melakukan nya" kata Salia kali ini dia menatap ku dengan serius.



Tiba-tiba aku mendengar suara anjing. Aku mendongkrak melihat anjing chihuahua itu. Dan anjing itu menjilati wajahku.



"Sejak kapan anjing itu disini? " gerutu ku.



"Entahlah.. Mungkin dia anjingmu" kata Salia.



"Bukan.. Aku tidak punya anjing..  " kataku.



Salia tampak berpikir.



Tiba-tiba aku mengingat sesuatu. "Salia ayo kita pergi kita harus kembali ke Indonesia " kataku sambil memakai jubah tidur ku.



"Apa? Kembali ke Indonesia? Kita baru beberapa minggu disini " kata Salia dengan ekspresi sedih.



Aku menangkup wajah cantiknya. "Kamu masih mau liburan disini sayang? Kita pasti akan liburan lagi tapi tidak sekarang " kataku.



"Kenapa cepat-cepat, Bano? " suara itu mengejutkanku. Aku menoleh ke ambang pintu.



Wanita laknat itu berdiri disana dengan topeng malaikat nya. Sejak kapan dia berada disana?



"Aku sudah menyiapkan sarapan " kata wanita itu dengan tatapan tertuju pada Salia.



Salia tersenyum. "Kenapa repot-repot " kata Salia.



Obat apa ytdi berikan wanita sialan itu pada Salia? Sampai-sampai Salia bisa percaya begitu saja pada nya.



"Ayo kita sarapan, Salia.. Bano" kata wanita yang tak lain adalah Melani.



Aku mendengus kesal.



♡♥♡♥♡♥♡



Aku dan Salia duduk berhadapan dengan Mela.



Salia akan menyantap makanan nya. Tapi aku menahan tangan Salia.



"Jangan di makan dulu. Aku sendiri yang akan mencoba nya" kata ku sambil memakan makanan Salia.



Salia dan Mela saling pandang.



"Aku tidak mungkin memasukkan racun ke makanan Salia, Bano" kata Mela.



"Itu mungkin saja terjadi " kata ku. Salia melirik ku kesal. Mungkin dia tidak tega karena aku menyakiti perasaan Mela.



Salia memakan sarapan buatan Mela itu.



Aku menghela napas dalam-dalam kemudian ikut makan.



♡♥♡♥♡♥♡






By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2