
Salia memegang perutnya. Dia menatap pantulan dirinya di cermin. Kini usia kandungan nya menginjak bulan ke delapan.
Tama memeluk nya dari belakang. "Kamu gak kerja lagi..?? " tanya Salia.
"Aku gak akan ninggalin kamu.. "
"Aku gapapa di mansion.. Ada bodyguard kan" kata Salia.
"Hari ini kita akan ke Jepang" kata Tama.
"Apa? " tanya Salia.
"Iya aku mau kita menyambung bulan madu kita disana. Karena bulan madu di Paris kemarin sempat tertunda " kata Tama.
Salia tersenyum. "Iya, bahkan aku belum selfie di menara Eiffel " kata Salia dengan nada manja.
"Di Jepang kita bisa selfie dengan Naruto" goda Tama.
Salia tertawa. "Naruto kan tokoh animasi" gerutu Salia tanpa berhenti tertawa.
"Iya.. Aku tahu"
"Kalau begitu tunggu apa lagi" kata Salia sambil berbalik menatap Tama.
"Tidak sabaran ya " goda Tama.
♡♥♡♥♡♥♡
Jet pribadi itu meluncur meninggalkan daratan asia tenggara menuju Asia Timur.
Salia melihat brosur liburan. "Hmm.. Papa bilang Mama memiliki darah Jepang.. Aku juga belum pernah pergi ke Jepang.. Papa pernah bilang kalo aku gak usah ke Jepang kalo mau liburan ke Eropa aja.. Gak tahu kenapa " kata Salia.
"Mungkin karena di Jepang banyak mitos nya.. Kamu tahu kan disana ada mitos tentang naga? " tanya Tama.
"Hah? Benarkah? "
"Iya.. Naga setengah manusia.. Entahlah " kata Tama.
Salia tertawa. "Kamu pasti bercanda " kata Salia.
"Haha.. " Tama ikut tertawa.
"Tapi tetap saja aku mau selfie di menara eiffel, Tama" gerutu Salia.
"di Jepang juga ada.. Menara Jepang.. Bentuknya sama seperti menara Eiffel " kata Tama.
"Benarkah? Aku baru tahu" kata Salia.
"Masa gak tahu" kata Tama.
"Ya mana aku tahu.. Aku belum pernah ke Jepang, Tama" gerutu Salia.
Tama tersenyum kemudian merangkul istri tercinta nya itu.
"Memangnya seperti apa menara Jepang? " tanya Salia.
__ADS_1
"Sama persis seperti menara Eiffel.. Hanya saja bercat merah putih seperti menara di Indonesia.. Tapi menara Jepang itu lebih tinggi di bandingkan menara Eiffel sendiri " kata Tama.
Salia tampak berpikir. "Tapi kan menara Eiffel lebih terkenal " kata Salia.
"Iya, karena menara Eiffel lebih dulu di bangun sebelum menara Jepang " kata Tama.
"Oh pantas saja " kata Salia.
"Tidurlah " kata Tama.
Salia mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Bising mesin jet membuat sepasang hazel itu menampakkan dirinya.
Salia mendapati dirinya tertidur sendiri di jok jet pribadi Tama.
Salia bangkit dan mencari Tama keluar jet yang ternyata sudah mendarat.
Salia melihat Tama sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya berpakaian rapi di luar jet.
Tama dan pria itu menoleh kearah Salia.
Tama melambaikan tangannya kearah Salia menginstruksikan agar Salia menghampiri nya.
Salia pun menghampiri Tama dan pria itu.
Pria itu mengangkat topinya. "Watashitachi no kuni e yōkoso"
apa yang dia katakan?
"Dia bilang, selamat datang di negara ini" kata Tama.
Salia kagum dengan kemampuan Tama berbahasa Jepang.
"I like Japan" kata Salia yang tidak tahu harus bilang apa.
Pria paruh baya itu mengangguk sopan.
"Kenalkan, Salia.. Ini paman Kobayashi.. Kepala pelayan di mansion kita nanti" kata Tama.
"Mansion? Ku pikir kita hanya akan liburan disini" kata Salia.
"Kita memang akan liburan, sayang " kata Tama.
Salia tampak berpikir.
"Ayo kita harus segera ke mansion dan menemui pelayan-pelayan baru kita" kata Tama.
Salia mengangguk semangat.
♡♥♡♥♡♥♡
Kobayashi menyetir mobil yang membawa Salia dan Tama menuju mansion baru mereka di Jepang.
"Watashitachiha nagaiai matteita
__ADS_1
Tōchaku Meisa-sama to Arya-sama" kata Kobayashi.
(* kami sudah lama menunggu kedatangan Ny. Meisa dan Tn. Arya)
Salia melirik Tama seolah meminta mentranslate kan ucapan kepala pelayan mansion nya itu.
"Paman Kobayashi bilang, mereka sudah menunggu kedatangan kita berdua selama ini.. Maklum, paman merupakan pelayan lama semenjak ayahku masih remaja" kata Tama.
"Un, sōne" kata Kobayashi.
(*iya benar)
"Paman Kobayashi bilang iya.. Sebenarnya paman mengerti bahasa Inggris dan Indonesia.. Hanya saja paman Kobayashi tidak bisa menjawab dengan kedua bahasa tersebut " kata Tama.
Kobayashi tertawa. "Hai" kata Kobayashi.
Salia mengangguk mengerti.
"Lihatlah, itu menara Jepang" kata Tama sambil menunjuk menara baja tertinggi di dunia itu.
Salia melihat menara tersebut dengan tatapan terpukau.
Kobayashi memelankan laju mobil yang mereka tumpangi.
"Wah.. Menara merah putih itu menara eiffel nya Jepang" kata Salia.
Tama tersenyum. "Jangan nora" kata Tama sambil mengusap wajah Salia.
"Aduh, Make up ku.. " gerutu Salia sambil mencubit tangan Tama.
Kobayashi tertawa kecil melihat kemesraan mereka berdua. Salia juga tersenyum melihat Kobayashi tertawa kecil.
"Apa kamu gak punya sopir? Kasian paman Kobayashi harus menyetir jauh" kata Salia.
Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi terhenti. Salia terkejut.
"Kita sudah sampai " kata Tama. Salia melihat mansion mewah ala Jepang-European.
"Thank you Uncle Kobayashi " kata Salia.
"Ojisan jishin Pikkuappu " kata Kobayashi.
Salia tersenyum santun.
"Ayo kita masuk" kata Tama.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah