La'grimas

La'grimas
78 FLASHBACK


__ADS_3


Malam pun tiba.



Robert memasuki kamar nya. Dia hanya mengenakan boxer.



Terlihat ranjang nya di hiasi gorden putih dengan bunga-bunga yang bergantung dan berserakan di ranjang.



"Ranjang sudah ada.. Aku sudah ada.. Dan mana istriku " gerutu Robert sambil mengabsen.



Dia mencari ke setiap ruangan di apartemen nya itu.



♡♥♡♥♡♥♡



Mykha berdiri di balkon dia melihat ke bawah.



Dia berada di lantai 3.



Apa dia bisa kabur?



Tidak



Robert akan menghabisinya.



Apa dia akan kabur sekarang?



Itu akan semakin buruk.



Kapan dia akan lari dari Robert?



Tidak sekarang.



Robert psikopat gila yang bisa saja membunuhnya. Psikopat bisa memiliki banyak kepribadian.



Sepasang tangan memeluk perut ratanya. Mykha terkejut dan mendongkak menatap siapa pemiliknya.



Ternyata Robert.



"Kedinginan? " suara serak itu terdengar seksi di telinga Mykha.



"Tidak" jawab Mykha kemudian berbalik dan melepaskan pelukannya Robert.



"Jangan bilang kau belum siap " kata Robert sambil menautkan alisnya tajam.



"Aku.. " Mykha tampak berpikir.



"Kau tidak perlu mencari alasan.. Kita bukan saudara kandung.. Kita hanya sepupu.. Kita bisa menikah" kata Robert.



"Selama keluarga kita tidak tahu " kata Mykha.



"Aku sudah janji kan" kata Robert.



Mykha mengangguk pelan.



Robert menarik dagu Mykha kemudian megecup bibirnya dengan lembut.



Mykha tidak membalas ciuman Robert. Dia tidak mau terlihat bodoh dan tidak mau terlihat dia begitu menginginkan nya.



Robert memeluk pinggang Mykha dengan erat. Mykha bisa merasakan sesuatu yang keras menabrak perutnya.



Dia sebagai seorang dokter jadi tahu apa benda itu.


__ADS_1


Robert menggendong Mykha dan menidurkan nya ke ranjang. Semua kelopak bunga di ranjang berhamburan.



Robert menatap Mykha yang berada di bawahnya.



Mykha juga menatap Robert yang berada di atasnya. Kedua pipinya merona. Dia merasa canggung dengan posisi itu.



"Pipi mu memerah" kata Robert.



"Aku tahu " jawab Mykha.



Robert melahap bibir Mykha. Dia menopang tubuhnya dengan kedua tangan kokohnya agar tidak menyakiti Mykha.



Mykha kelabakan. Namun dia terlena juga dengan perbuatan suaminya itu.



Robert melepaskan ciumannya kemudian menatap mata Mykha. Mykha terlihat seksi dengan rambut acak-acakan dan dress tidur yang sudah terbuka.



"Love you"



Bisik Robert. Dia menyentuh dress Mykha dan menariknya ke bawah membiarkan lekuk tubuh istri sah nya itu terpampang jelas.



Mykha hanya mengenakan celana dalam putih. Robert tersenyum mesum. Dia menyentuh perut rata istrinya.



"Kau terlihat sudah tidak sabar" kata Robert.



♡♥♡♥♡♥♡



Cahaya itu menyilaukan kelopak mata yang tertutup cukup lama. Perlahan Mykha membuka matanya yang agak sembab.



Berkali-kali manik hitam itu mengerjap menyesuaikan diri dengan sinar Mentari yang mengintip lewat gorden.



Mykha merasakan pergerakan di belakangnya. Dia melirik ke belakang terlihat Robert masih tertidur pulas dengan tangan yang tidak lepas memeluk perut rata Mykha.




Selintas memori panas itu lewat di kepalanya. Kedua pipi Mykha merona. Air mata nya jatuh menetes membasahi pipinya.



Dia sudah menjadi milik Robert, sepupu nya, suami sah nya juga. Mykha menggeleng.



Ini tidak  benar!



Bahkan semalam dia menikmati juga permainan suaminya itu.



Gila!



Dia sangat malu!



Sangat sedih!



Kesal!



Marah!



"Selamat pagi" suara serak nan seksi itu terdengar menggelitik telinga Mykha.



Sebuah kecupan mendarat di tengkuk Mykha. Tak membutuh kan waktu lama untuk membuat nya menjadi kissmark.



♡♥♡♥♡♥♡



Mykha menangis di bath up. Dia menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya di penuhi kissmark.



Mykha mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Rasanya sangat menusuk dan perih.


__ADS_1


Kaset itu masih berputar di ingatannya. Seperti potongan film yang menghantui Mykha.



Dimana dirinya merasa sangat menginginkan sentuhan Robert.



Saat Robert menciumnya, membelainya dan menyentuh nya.



Robert mengambilnya dengan pelan dan lembut. Namun Mykha berteriak keras. Mykha mencakar punggung Robert.



Robert melakukan nya dengan sangat lembut. Tapi itu tidak mengurangi rasa sakit yang dia rasakan.



Hingga..



Dia merasakan sensasi yang baru. Dia merasa bahagia. Menikmati sentuhan Robert.



Mereka menikmatinya.



Mykha merasa seperti jalang. Dia menangis lagi sambil melempar sabun sembarangan.



Dia juga ingat. Semalam mereka tidak melakukan nya sekali saja.



"Damn you!! " teriak nya.



♡♥♡♥♡♥♡



Robert menyiapkan sarapan. Dia tampak telaten seperti perempuan.



Terdengar langkah pelan memasuki ruang makan. Robert menoleh.



Terlihat Mykha berjalan terpincang-pincang dengan kepala tertunduk.



Robert tersenyum geli. Dia melepaskan celemek dan menghampiri Mykha.



Mykha mengangkat tangan nya. "Tidak usah.. Aku bisa" kata Mykha.



Robert mengalah membiarkan Mykha berjalan sendiri ke meja makan.



Mykha dan Robert duduk berhadapan. Mykha terus menunduk dalam.



Robert mengangkat dagu Mykha. Terlihat kedua matanya sembab dan memerah.



"Kau menyesal? " tanya Robert.



"Menurut mu? " tanya Mykha dengan suara bergetar.



Robert menautkan alisnya sedih.



"Aku butuh udara " kata Mykha kemudian berlalu ke balkon dengan tertatih.



Robert menghela nafas berat.



"Kenapa rasanya sesak sekali" geram Robert sambil menyentuh dadanya.



Air matanya mengalir. Dia tahu semalam dia sangat menyakiti Mykha. Dia menyakiti Mykha untuk mendapatkan kepuasan nya sendiri.



Air mata Robert menetes membasahi meja makan. Tangannya terkepal menyesali dia yang sudah memaksa Mykha.



Mykha di balkon menangis dan terduduk ke lantai. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjambak rambutnya kesal.



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2