La'grimas

La'grimas
70


__ADS_3


Terdengar suara ketukan high heels pada lantai mansion. Seorang wanita berpakaian serba hitam dengan kacamata hitam pula memasuki mansion.



Michael menautkan alisnya. Wanita itu dengan gayanya menghisap rokok dan membawa revolver di tangan kirinya.



"Kebetulan yang Bagus bukan, Mike? " tanya wanita itu.



Michael mengerutkan keningnya. Dia mengenali suara itu. Suara dari wanita yang tidak mungkin dia lupakan.



Wanita itu membuka kacamata hitam nya.



Salia terbelalak. "Bi.. Bibi.. Cecil" gumam Salia.



"Ooowwwhhh keponakan yang baik.. Kau masih mengingatku ya" kata wanita yang tidak lain adalah Cecillia.



Salia makin bersembunyi di balik punggung ayahnya karena takut. Dia masih ingat saat di persidangan, Cecil menodongkan pistol ke arahnya.



"Apa mau mu? " tanya Michael.



"Aku? Jelas aku hanya ingin dirimu kakakku! Aku mencintaimu! " bentak Cecil.



Michael mengusap kasar wajahnya.



"Aku yang selama ini memperhatikan mu! Menjagamu! Aku yang mencintai mu! Bukan Meinara!! Aku!! Kau.. Kau memilih dia dan anak itu hasilnya!! Aku marah! Aku kecewa!! " teriak Cecil sambil menunjuk Salia yang berdiri bersembunyi di belakang ayahnya.



"Lalu sekarang apa mau mu.. Apa kau pikir dengan begini kau bisa memiliki ku? Kau adikku! Adik kandungku!" kata Michael.



Salia menunduk.



"Aku bosan dengan alasan mu! Roberto saja bisa mendapatkan Mykha! Mykha berkali-kali tidur dengan Roberto! Kenapa kita tidak! " teriak Cecil.



Salia terbelalak mendengar nya. Roberto dan Mykha?



"Cecil lebih baik kau pergi, kau sudah menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah.. Pergilah " kata Michael.



"Aku tidak akan pergi sebelum melihat anakmu yang sedang mengandung itu mati!! "



Salia gemetar ketakutan.



"Cecil!!!! " bentak Michael.



"Apa! Aku telah gagal menghabisi ibunya aku juga gagal menghabisi anak itu waktu berada di dalam rahim jalang sialan itu! " bentak Cecil.



"Hentikan! Kau tidak akan pernah bisa melakukan itu! " bentak Michael.



Cecil tertawa menakutkan. "Kau selalu bilang, kita Danuarga.. Kita bisa melakukan apapun " kata Cecil sambil menodongkan pistol nya.



DOR



"PAPA!!!! " Salia berteriak histeris saat melihat ayah nya tersungkur jatuh ke lantai.



Salia terduduk dan memeluk Michael.



"Papa.. Papa.. Papa" tangis Salia.



Michael menyentuh dadanya yang berdarah karena tembakan Cecil



"Pergi.. Cari Renata.. Dia.. Dia.. "

__ADS_1



"Papa jangan katakan apapun.. Aku akan membawa obat Pa" tangis Salia.



"Tidak sayang.. Kamu lupa? Papa juga dokter.. Pergi.. Cari Renata" kata Michael.



"Renata tidak akan bisa kemari" kata Cecil.



Salia mendongkak menatap Cecil yang semakin dekat.



"Aku tahu soal Renata. Aku menguntit kalian.. Dia tidak akan bisa masuk karena mbah cokro udah memantrai mansion ini, sekarang bangun! Jangan dramatis!! " bentak Cecil sambil menarik lengan Salia.



"Cecil! Jangan sakiti Salia! " kata Michael.



"Ini salah mu, kak" Cecil menarik lengan Salia menuju lantai atas.



♡♥♡♥♡♥♡



Tama memukul dashboard mobil karena kemacetan.



"Sialan! Kenapa Jepang bia macet!! " teriak Tama kesal.



Henry masih fokus menyetir.



Ponsel Tama bergetar.



"Halo? "



"Halo Tama, ini aku, Refaldo.. Aku sudah di tempat helikopter, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ke mansion mu atau ke kantor polisi?"



"Cepat ke mansion ku! Cepat Refa! "




"Aku masih di jalan, aku terjebak macet" gerutu Tama.



"Aku akan menjemput mu, kau pakai mobil warna apa? "



"Jangan menjemput ku, langsung saja ke mansion! " gerutu Tama.



"Aku ke mansion mu juga melewati jalan itu bodoh! "



"Ah iya aku lupa.. Baiklah cepat kemari" kata Tama.



"Katakan kau pakai mobil apa? "



"Dasar bodoh! Meski aku memberitahu mu warna mobil ini hitam, semua orang di Jepang punya! " gerutu Tama.



"Kau yang bodoh! Sebutkan plat nomor nya! "



"Arggghhh!!! Berhenti mengataiku bodoh! Bodoh! "



♡♥♡♥♡♥♡



Naga merah yang tidak lain adalah Yoona melawan mbah cokro.



Renata melihat ke lantai atas.



"Renata pergilah! Selamatkan Salia.. Biar aku yang mengatasi dukun bodoh ini" kata naga merah itu.


__ADS_1


Renata mengangguk kemudian berubah jadi naga hitam dan terbang ke balkon.



Setelah sampai di balkon, naga hitam itu berubah kembali menjadi Renata.



Renata mengarahkan telapak tangan nya ke balkon. Cahaya hitam menyambar dari telapak tangan nya ke pintu balkon. Pintu pun hancur.



Renata pun masuk, tapi lagi-lagi dia terpental. Renata mendengus. Dia terus berusaha masuk namun tetap saja dia terpental dan darah keluar dari hidungnya.



"Aku tidak bisa menembus penghalang ini dengan tubuhku yang sekarang " gumam Renata.



Dia menunduk.



"Aku tidak bisa menyelamatkan saudari ku" gumamnya. Air mata mengalir membasahi pipinya.



♡♥♡♥♡♥♡



Salia duduk terikat pada kursi.



"... Aku benci ibumu.. Aku benci dirimu dan saudari hantu mu itu.. Aku benci kalian semua.. Harusnya waktu itu Michael bisa menghabisi saudari mu dan kau sekalian! " bentak Cecil.



Salia menatap kesal pada Cecil. Cecil menarik dagu Salia agar menatap nya.



"Mata milik Michael tapi warna nya sama dengan Meina.. Aku tidak suka mata ini.. Boleh aku mencongkel nya saja? " tanya Cecil.



Salia terlihat ketakutan.



"Aku bercanda.. Waktu itu aku menyiksa ibu mu dengan alat.. Tapi itu tidak berhasil.. Sampai sekarang, ibumu masih hidup.. Sekarang aku mau menghabisi mu dengan cara lain" kata Cecil.



"Kau seorang dokter.. Tugasmu mengobati.. Bukan menyakiti " kata Salia gemetar.



Cecil membawa sebuah suntikan. Isinya serum berwarna hijau.



"Apa itu? " tanya Salia.



Cecil mengeluarkan 7 alat suntik yang masing-masing serum nya berbeda warna.



"Yang ini.. Bisa ular king kobra" kata Cecil sambil menunjukkan alat suntik yang berisi serum bening.



Salia terbelalak.



"Kau seorang dokter aku yakin kau tahu betapa beracun nya bisa ini.. Tapi jangan khawatir, agar kau cepat mati, aku punya 6 bisa ular lainnya" kata Cecil sambil menyeringai menakutkan.



Salia menggeleng.



"Jangan.. Jangan lakukan itu " kata Salia dengan suara gemetar.



Cecil tersenyum. Dia berjalan menghampiri Salia dengan alat suntik di tangannya.



Salia menggeleng keras.



"Tidaaaaakkkkkk!!!!!!! "



♡♥♡♥♡♥♡





By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2