La'grimas

La'grimas
23


__ADS_3



Masih 21+






Tama menghentakkan miliknya dan menghujam sedalam-dalamnya. Mengeluarkan semua benih-benihnya di dalam rahim Salia. Dan dia pun tumbang di atas tubuh Salia.



Sementara Salia hanya bisa pasrah saat cairan panas itu menyembur rahimnya. Percuma dia berontak, hanya akan membuatnya makin sakit. Keperawanan nya pun sudah hilang. Tama sudah memiliki nya. Tama sudah mengambil semuanya.



Perlahan tangan Tama membelai lembut rambut Salia. "Jika kau tidak menyinggung perasaan ku, mungkin aku akan bersikap lebih lembut padamu"



Salia tidak merespon. Tama bangkit dan mencondongkan badannya menatap nakal pada tubuh Salia yang terlihat menggairahkan. Kulitnya yang putih mulus itu bersimbah keringat membuatnya terlihat mengkilap.



Tama membelai lengan Salia dengan lembut . Dia tersenyum mengingat Salia sudah menjadi miliknya. Tama melepaskan kedua tangan Salia yang terikat itu.



Tama membelai lembut pipi Salia. "Kau cantik juga ya.. Apalagi saat seperti ini.. Tanpa pakaian yang menutupi tubuh indahmu.. Kau seksi sekali " kata Tama sambil menatap mesum sekujur tubuh Salia.



"Kau lebih pantas menjadi istriku, istri seorang Aryatama Arbano Adiwijaya.. Tapi sayang sekali.. Kau anaknya Michael.. Musuh besar ku.. Seandainya kau terlahir dari keluarga lain.. Keluarga miskin pun akan ku terima.. Aku mencintai mu, Salia.. Jujur aku sangat mencintai mu"



Salia tidak merespon ucapan Tama. Dia masih menatap objek lain. Dengan air mata yang masih mengalir cukup banyak. Salia masih menangis tanpa suara dan tanpa ekspresi.



Tama menarik dagu Salia dengan pelan agar menatap nya. Kini pandangan mereka bertemu. Tama terlihat sedih melihat keadaan Salia yang kacau dan terlihat begitu shock.



Tama mencium lembut bibir Salia. Tama pun bangkit. Dia memakai pakaian nya kemudian dia memungut pakaian-pakaian Salia.



Dia memakaikan Salia pakaian. Kecuali BH dan CD. BH Salia sudah robek dan CD Salia dia ambil.



"Aku akan menjadikan nya kenang-kenangan karena mampu memiliki mu" kata Tama sambil memasukan CD itu kedalam saku nya.



Salia menutup matanya dengan rapat. Dia sangat terluka dengan perlakuan Tama.



Tama berlalu, tapi tangan dingin itu menggenggam pergelangan tangannya yang besar. Tama menghentikan langkahnya.



Dia menoleh.



Salia menatap nya penuh kesedihan. "Apa.. Sekarang kau bisa menghabisi ku saja? "



Deg

__ADS_1



Tama tidak suka mendengar pertanyaan semacam itu dari Salia. Dia melepaskan tangan Salia dari nya.



"Aku akan kembali, tunggu saja" kata Tama kemudian berlalu pergi meninggalkan Salia.



"Aaarrggghhhhh!!!! " teriak Salia kencang. Mengurangi perasaan kesalnya.



Dia benar-benar merasa sangat kotor. Salia menjambak rambutnya sendiri.



"Kau bodoh!!! Kau tidak mampu menjaga dirimu sendiri!!! Kau gadis lemah Meisalia!!! " teriak Salia.



Salia bangkit, namun dia merasakan perih pada selangkangannya. Dia juga merasa bagian intinya membesar atau mungkin bengkak?



Grace memasuki kamar tersebut. Dia terlihat sedih melihat keadaan Salia.



"Salia"



Salia menoleh. Dia menatap Grace dengan tajam. "Kau benar-benar tidak punya hati, kau membiarkan aku di lecehkan oleh pria tadi!!! Sahabat macam apa kau!! " teriak Salia.



Grace tertekuk di hadapan Salia. "Maafkan aku, Salia.. Dia mengancam ku.. Mengancam keluarga ku.. Dia bilang dia akan membuat perusahaan batu bara ayahku akan hancur dan jatuh bangkrut.. Aku tidak punya pilihan lain"




♡♥♡♥♡♥♡



Meina dan Michael memasuki apartemen Grace. Samar-samar mereka mendengar suara bentakan dari kamar atas.



Mereka pun segera ke kamar tersebut dan mereka sangat terkejut melihat keadaan Salia.



"Me.. Meisa" gumam Meina.



Michael menghampiri Salia kemudian memeluk nya dengan erat. Tangisan Salia pecah di dalam pelukan Michael.



Meina ingat. Dia pernah seperti itu saat pertama kalinya Michael memperkosa nya dulu.



"Apa yang terjadi, sayang? Katakan " kata Michael.



Salia menceritakan semuanya.



Michael dan Meina benar-benar terkejut mendengar cerita itu.


__ADS_1


Dengan segenap kekecewaan dan terluka, Meina menampar pipi Grace dengan cukup keras.



"Beraninya kau mempertaruhkan harga diri putriku!! Dia putriku!! Dan kau bukan siapa-siapa bagi kami!! Perusahaan mu tidaklah lebih penting dari nyawa dan harga diri seorang gadis!! Bagaimana jika putri mu yang mengalami hal seperti ini huh!! Dasar tidak tahu diri!! " teriak Meina dan akan mencakar wajah Grace.



Tapi Michael menahan Meina. "Tenangkan dirimu, Meina. Kita harus membawa Meisa ke rumah sakit "



Michael menatap Grace dengan tajam. "Jika kau kekurangan biaya, kau bisa menghubungi perusahaan Danuarga.. Kami sudah menganggap kalian keluarga. Tapi sekarang tidak lagi.. Jangan berani hubungi Meisa.. Atau keluarga kalian akan tahu akibatnya "



Michael mengangkat tubuh Salia. Dia membawa nya ke rumah sakit Danuarga untuk diberikan penanganan khusus.



♡♥♡♥♡♥♡



Michael mengambil alat-alat kesehatan nya. Sudah lama dia tidak berperan menjadi seorang dokter lagi.



Dia sendiri yang akan menangani Salia. Karena dia takut Salia akan mengalami gejala vaginismus seperti Meina dulu.



Michael akan memasuki ruang operasi. Tapi dia di halangi seorang perawat.



"Maaf.. Tapi dr. Michael dilarang mengikuti praktek.. Karena kami yang akan melakukan nya "



"Tapi kenapa?"



"Karena pasien kami perempuan"



"Aku ayahnya "



"Maaf.. Tapi tetap tidak bisa "



Michael mendengus kesal.



"Sialan! Ini karena Aryatama.. Lihat saja, akan ku habisi dia karena telah menyakiti putriku!! "



♡♥♡♥♡♥♡






By



Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2