
Follow
Vote
Comment
"Om boleh kan tinggal disini? " tanya Robert.
Megan melepaskan pelukannya kemudian menatap Mykha dengan ekspresi memelas.
"Mama.. Boleh kan.. Boleh kan.. " kata Megan.
Mykha melirik Robert yang menyeringai tampan.
"Emm.. Baiklah.. Jangan lama-lama.. Hanya satu hari " kata Mykha kesal.
"Apa? Satu hari? Kau jahat sekali Mykha" kata Robert.
"Iya, Mama kok tega sama Om Robert " gerutu Megan.
"Tidak ada bantahan" Mykha berlalu dengan ekspresi kesal.
Robert tertawa. "Ibumu seperti anak kecil saja" bisik Robert.
Megan tertawa kecil. Melihat ekspresi tertawa Megan, membuat Robert ingat Mykha. Wajah Megan mirip sekali dengan Mykha.
"Ayo Om kita makan siang.. Tadi aku sama Mama sudah beli makanan" kata Megan.
"Benarkah? Ku pikir Mama mu yang masak" kata Robert.
Mykha tertawa. "Masakan Mama memang paling lezat sedunia.. Tapi kami baru sampai " jawab Megan.
Robert tersenyum. "Seandainya kamu tahu, Megan. Dulu masakan Mama kamu gak ada enak-enaknya sama sekali " batin Robert.
__ADS_1
Mereka berdua memasuki ruang makan. Terlihat Mykha menyajikan makanan ke meja. Robert dan Megan pun duduk berdampingan.
"Waaahhh banyak sekali makanannya!! " seru Megan semangat.
"Iya.. Kan ada dia" kata Mykha sambil melirik Robert kesal. Robert terkekeh pelan.
"Ihh Mama galak banget" gerutu Megan.
"Biarin" gerutu Mykha.
"Meskipun Mama kamu galak, dia tetep cantik kok" kata Robert. Mykha mendelik kesal pada Robert.
"Iya.. Makanya Papaku mencintai Mama" kata Megan semangat. Mykha terlihat sedih.
"Seandainya kamu tahu, Robert itu Papa mu sayang " batin Mykha.
"Sudahlah.. Kan ada Om.. Anggap aja Om ini Papa kamu" kata Robert sambil merangkul Megan.
"Makasih Om" Megan memeluk Robert.
"Makanlah," kata Mykha.
Mereka bertiga makan dalam keheningan. Yang terdengar hanya suara ketukan sendok dan garpu dengan piring.
"Kalian baru pertama kali ke sini, kan? Bagaimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Robert.
Mykha segera merespon, "Kami baru saja sampai, Robert. Megan juga masih lelah karena perjalanan."
"Tidak juga, kok. Ayo, kita jalan-jalan, Om." Megan tampak antusias.
Robert tersenyum penuh kemenangan. "Ayo, Mykha. Kau ikut, kan?"
Mykha menggeleng. "Kalian saja yang pergi."
__ADS_1
Karena Mykha keras kepala, akhirnya Robert dan Megan yang pergi. Mereka pergi ke karnaval.
"Wah!"
"Apa sebelumnya kamu belum pernah datang ke karnaval?" tanya Robert.
Megan menggeleng. "Mama selalu sibuk, dia tidak akan pernah mengizinkanku pergi sendiri."
Robert terlihat sedih.
"Lihat, ada mesin koin! Aku mau boneka!" Megan menarik tangan Robert agar mereka ke sana.
Robert membeli koin lalu memfungsikan mesin tersebut. "Mau boneka yang mana?"
"Aku mau jerapah," Megan tampak seperti anak kecil.
Robert berhasil mencapit boneka jerapah dengan mudahnya.
"Wah!" Megan mengambilnya. "Om Robert jagoan sekali!"
Robert tertawa kecil. "Masih ada 2 koin lagi. Mau boneka yang mana?"
"Mau boneka panda," kata Megan.
Robert memasukkan koin lalu kembali menggerakkan pencapit mesin.
Megan melihat ada pedangang es krim truk di seberang jalan. "Om, mau es krim?"
"Sebentar dulu, Megan. Om mau mendapatkan boneka panda itu."
Namun, Megan tidak mendengarkan. Ia pergi dan menyeberang untuk membeli es krim.
Robert menoleh sebentar. "Megan? Ah, bocah itu malah pergi."
__ADS_1
...By Ucu Irna Marhamah ...