La'grimas

La'grimas
66


__ADS_3


Mykha menarik tangan Megan. "Kita harus pergi"



"Ta.. Tapi kenapa Ma? " tanya Megan.



"Ayo.. Kita harus pergi "



"Secepat itu kah? Mykhalista? "



Deg



Mykha menoleh. Ternyata Robert sudah berdiri di belakang nya.



Mykha melihat juga tatapan membunuh dari anak dan istrinya Robert.



"Aku dan putriku seorang dokter, kami harus melaksanakan tugas kami di.. " Mykha tampak berpikir.



"Hongkong? " potong Robert.



Mykha terkejut dan menatap Robert. Dia tidak mengira Robert akan tahu tempat persembunyian nya.



Megan tampak bingung dan melihat Robert serta Mykha bergantian.



"Ah kau tega sekali bertahun-tahun tidak menghubungi keluarga mu.. Bukankah ayahku adalah adiknya ayahmu, kau benar-benar jahat" kata Robert.



Mykha terdiam.



"Dan ini keponakan cantik ku.. Ayolah nak kita belum berkenalan" kata Robert sambil mengulurkan tangannya pada Megan.



Megan akan menjabat tangan Robert tapi di tahan Mykha.



Michael yang melihat itu segera menghampiri mereka bertiga.



"Emm.. Hai adikku" kata Robert sambil memeluk Michael.



Michael melepaskan pelukan Robert. "Jangan seperti guy, idiot " bisik Michael.



"Apa salah nya aku memelukmu? " gerutu Robert.



"Megan, kamu ngomong sama Marc ya, Om Mike mau ngomong dulu sama Mama kamu dan Om Rob ya" kata Michael.



Megan melirik ibunya kemudian dia mengangguk dan berlalu menghampiri Marc.



Darren dan Carren menghampiri Marc dan Megan.



"Hai Marc" sapa Carren.



"Hai"



"Oh ya, namamu Megan kan? " tanya Carren pada Megan. Megan hanya mengangguk pelan.



"Hmm.. "



"Beraninya kau pergi begitu saja dari hidupku, Mykha" geram Robert.



Mykha mengalihkan pandangannya.



"Berhenti bersikap kasar pada Mykha, sialan" geram Michael pada Robert.


__ADS_1


"Dia milikku.. Mykha milikku dan berani sekali dia menikah dengan pria lain lalu memiliki anak " geram Robert.



"Pelankan suara mu, bodoh" gerutu Michael.



"Aku tidak bodoh, brensek" geram Robert.



"Kalian hentikan" gerutu Mykha.



"Dengar Rob, aku ini sepupu mu, kau tidak bisa mengikat ku, ingat itu " geram Mykha.



"Siapa suruh kau lahir dari rahim bibiku, aku tidak peduli kau sepupuku atau apapun.. Yang pasti, kau tetap milikku.. Tidak akan ada yang bisa menghentikan ku.. Bahkan tuhan sekalipun "



Michael mengepalkan tangannya geram.



"Jangan sampai aku melupakan kalau kau kakakku, Robby " geram Michael.



"Jangan ikut campur, Mikey.. Ini urusanku dengan Mykha.. " geram Robert.



"Mykha sepupu ku, selama Meina mengandung, dia yang menjaganya.. Mykha sudah banyak membantu keluarga ku.. Jadi jika kau berurusan dengan nya, kau juga berurusan dengan ku" kata Michael penuh penekanan.



"Wah wah.. Jangan-jangan gadis itu anakmu dengan Mykha ya.. " ledek Robert.



Michael mengepalkan tangannya geram. Mykha benar-benar terluka dengan ucapan Robert.



".. Kau benar-benar jalang, Mykha.. Dan kau juga.. "



"Hentikan " geram Michael.



"Megan bukan anak siapapun, Megan anakku.. Jadi kalian berdua tidak perlu bertengkar di depan ku lagi, aku akan pergi" kata Mykha kemudian berlalu.



Tapi sebuah tangan menarik pergelangan tangannya. Mykha menoleh dan terkejut.




"Mau kemana? " Vannesaa memeluk Mykha.



"Bagaimana kabarmu, Mykha.. Kami merindukanmu.. Apalagi.. Robert" kata Vanessa sambil mendelik Robert dengan kesal.



"Aku harus pergi, Vanessa" kata Mykha.



"Jangan terburu-buru.. Kau tidak mau mengenalkan Putri cantik mu pada kami? " tanya Vanessa.



"Itu tidak perlu " kata Mykha sambil menepis tangan Vanessa.



"Kenapa? Karena putrimu tidak memiliki ayah? " tanya Vanessa.



Mykha mengepalkan tangannya kesal.



"Kau malu kan? Wanita penggoda yang menggoda sepupu nya sendiri tidak punya malu" geram Vanessa.



"Vanessa hentikan! " bentak Michael.



Sementara yang lain sibuk bicara dan tidak terlalu memperhatikan mereka berempat.



Megan merasa di kucilkan karena Darren, Carren dan Marc berbicara bertiga sementara dirinya di abaikan.



"Permisi" Megan berlalu. Dia berlalu ke halaman belakang. Terdapat kolam yang luas disana.



Megan menghela nafas panjang.  Megan merasakan pergerakan di samping nya.


__ADS_1


Megan menoleh ternyata Robert.



"Disini dingin sekali, Megania" kata Robert.



"Tidak apa-apa Om.. " kata Megan sambil tersenyum simpul.



Sunyi



Robert dan Megan tenggelam dalam pikiran masing-masing.



"Om tinggal di Indonesia? " tanya Megan memecahkan kesunyian.



"Ya, dulu Om tinggal di Indonesia.. Sekarang Om tinggal di luar negeri.. " jawab Robert.



Megan tersenyum.



"Lalu, apa selama ini kamu sama Mama Papa kamu tinggal di Hongkong? " tanya Robert.



"Iya.. Aku sama Mama" jawab Megan. Ekspresi nya terlihat sedih.



Robert menatap sendu Megan. "Emm.. Maaf.. Papa kamu kemana? " tanya Robert.



"Papa.. Aku.. Tidak tahu.. Mama tidak pernah mau membahas tentang Papa.. Mama selalu ketakutan jika aku bicara tentang Papa.. Tapi.. Teman Mama bilang, Papa ku orang berengsek.. Papa ku jahat.. " kata-kata Megan terhenti karena air matanya mengalir membasahi pipinya.



Robert terlihat sedih. Dia merangkul Megan.



"Jangan menangis" bisik Robert.



"Aku mau Papa.. Aku mau ketemu Papa.. " tangis Megan.



Robert merasa terluka mendengar tangisan pilu Megan.



"Aku sedih melihat Mama di hina orang.. Mereka mengatakan Mama bukan wanita baik.. Padahal Mama wanita yang sangat baik, dia baik sekali.. Dia ibu terbaik.. Ibuku.. " tangisan Megan semakin pecah di pelukan Robert.



"Jika Papa ada.. Mama tidak akan seperti ini.. Mama tidak akan berjuang sendiri "



Robert mengeratkan pelukannya. Namun Megan melepaskan pelukannya dan menatap Robert.



"Maaf.. Aku malah bicara yang bukan-bukan.. Om padahal ini pertama kalinya kita bicara " kata Megan.



Robert melihat dalam mata Megan. Kemudian dia tersenyum.



"Tidak apa-apa.. Kau kan keponakan ku.. Aku menyayangi mu sama seperti Salia dan yang lainnya" kata Robert.



Megan menatap dalam manik Robert.



"Om.. Om menangis? " tanya Megan.



Robert tertawa. "Kau yang membuatku menangis"



♡♥♡♥♡♥♡








By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2