
Braaakk!
Mykha mendengus saat wadah sayurannya jatuh ke lantai.
"Bodoh" gerutu Mykha. Dia mengambil wadah itu dan membereskan kembali sayurannya.
Dia memasukkan sayuran itu ke air yang mendidih di dalam panci kecil di atas kompor.
Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang. Mykha mendongkak ternyata Robert.
"Makan malam? Aku yakin ini makan malam terburukku" kata Robert sambil tertawa melihat masakan Mykha.
"Biarkan saja.. Jika kau tidak mau memakannya, aku sendiri yang akan memakannya " jawab Mykha kesal.
Robert tertawa. "Aku membeli makanan di restoran dan membungkusnya.. Ayo kita makan.. Dan tinggalkan saja makanan buatanmu" kata Robert.
"Apa? Kau tidak menghargai masakan buatanku? " gerutu Mykha.
"Oh ayolah.. Aku tidak mau mengambil resiko untuk memakan masakanmu yang bisa saja membuatku sakit perut " kata Robert.
Mykha cemberut kesal. Robert tertawa.
"Jangan menggodaku.. Ayo kita makan" kata Robert sambil mematikan kompor dan merangkul istrinya untuk makan malam.
♡♥♡♥♡♥♡
Mykha menatap pintu kamar mandi. Terdengar gemericik air dari dalam.
Mykha menyingkap sarung bantal dan membawa sekantong plastik obat berbentuk pil.
Mykha mengambil beberapa kemudian menelannya lalu meminum air putih yang berada diatas nakas.
"Dengan pil ini, aku tidak akan mengandung benih Robert.. Atau semuanya akan berantakan.. " batin Mykha.
Terdengar pintu kamar mandi terbuka. Mykha segera menyimpan kembali pil pencegah kehamilan tersebut ke dalam sarung bantal.
Robert memasuki kamar. Dia hanya mengenakan handuk di pinggangnya.
Mykha menatap Robert. Dia melihat perut Robert yang begitu seksi.
Enam kotak itu sangat menggoda untuk di sentuh dan terlihat begitu keras.
Robert menyadari kalau Mykha tengah memperhatikannya. Robert tersenyum nakal.
Dia menghampiri Mykha. Otomatis Mykha terkejut dan mengalihkan pandangannya.
"Jangan malu pada suamimu sendiri " kata Robert.
"A.. Apa maksudmu ?" gerutu Mykha.
"Kau pikir aku tidak melihatmu yang sedari tadi memperhatikan roti sobekku yang keras ini " kata Robert sambil menarik tangan Mykha dan menyentuhkan telapak tangan istrinya itu ke perut kotaknya.
Mykha terkejut dan kedua pipinya merona karena kejahilan suaminya.
"Aku tahu kau menyukainya.. Tapi.. Kau terlalu gengsi" gerutu Robert.
"Terserah saja" gerutu Mykha sambil menarik kembali tangannya.
"Jangan malu padaku " kata Robert.
"Siapa yang malu" gerutu Mykha.
__ADS_1
"Aku bisa melihatnya lewat matamu" kata Robert.
Mykha mendengus kesal.
♡♥♡♥♡♥♡
Keesokan harinya, Robert pergi bekerja ke kantor. Mykha mengantar Robert sampai ke depan apartemen. Kemudian Mykha kembali memasuki apartemen.
Dia melihat jam dinding. Jam 1 siang dia berniat pergi ke supermarket untuk membeli keperluan dapur.
Sekalian buku resep masak.
Ya saatnya dia menjadi wanita sesungguhnya. Dia tidak mau di ejek terus menerus oleh Robert.
Mykha merebahkan tubuhnya ke sofa. Dia menyalakan televisi. Mencari film yang Bagus.
Tapi Mykha tidak menemukan film yang menurutnya Bagus. Karena film Italia menurutnya sama.
Sama-sama tidak dia mengerti bahasanya.
Mykha menggeleng pelan. Kemudian dia mengambil ponselnya. Dia terkejut melihat nama Michael yang tertera di bagian atas layar.
15 panggilan tak terjawab dari Michael.
Mykha segera menelepon balik no Michael.
"Halo Mike? Kenapa kau menelepon? " tanya Mykha.
"Aku mencarimu ke seluruh Indonesia dan kau tidak ada dimana pun di belahan Indonesia.. Paspormu juga tidak ada.. Katakan sekarang kau dimana? "
Deg
"Aku ada di.. Amerika.. Kau tidak perlu cemas, Mikey" kata Mykha dengan nada bercanda.
"Demi Tuhan! Kau sepupuku, kau satu-satunya kerabat yang kupercayai.. Bagaimana aku bisa tidak cemas saat aku tidak menemukanmu di tanah kelahiranmu sendiri.. " gerutu Michael.
"Hehe.. Aku membuatmu khawatir ya? Aku tidak mengira kau bisa secerewet itu, Mike" kata Mykha sambil terkekeh.
"Kau di Amerika tanpa memberitahuku? Seharusnya kau bilang padaku.. Apa kau bertemu Robert? "
Mykha tampak berpikir. "Tidak.. Aku tidak bertemu dengannya.. Baiklah Mike.. Kurasa aku harus memeriksa pasienku.. Sampai jumpa " kata Mykha kemudian mengakhiri panggilannya secara sepihak.
Mykha mendengus kesal. "Robert sudah menikahiku, bodoh! Kau terlambat sialan" gerutu Mykha.
♡♥♡♥♡♥♡
Mykha memilih bahan makanan beserta buku resep masakan.
Dia mengantri di kasir. Mykha terlihat bosan menunggu gilirannya.
Dia melihat seorang wanita cantik sedang bertengkar dengan seorang pria di luar supermarket.
Mykha memperhatikan aksi kedua nya. Tiba-tiba pria itu menampar si wanita.
Hati wanita Mykha tergerak. Dia bergegas keluar dari supermarket kemudian menarik bagian depan baju pria itu dan menghajarnya dengan cukup keras.
Pria itu tersungkur. Pria itu bangkit dan melawan Mykha. Namun Mykha berhasil menghajar pria itu lagi hingga tersungkur dan dia pun lari.
Mykha menghampiri wanita cantik itu dan membantunya berdiri.
"Nn.. Kau tidak apa-apa? " tanya Mykha.
__ADS_1
"Aku.. Aku baik-baik saja.. Terimakasih " kata wanita itu.
"Aku sedang membeli bahan makanan di supermarket ini.. Aku akan membayar dulu" kata Mykha.
Wanita itu mengangguk. Mereka berdua memasuki supermarket.
Mykha kebagian antrean paling belakang.
Mykha mendengus kesal.
"Maaf ya gara-gara kau menyelamatkanku, kau jadi kebagian antrean terbelakang " kata wanita itu terlihat menyesal.
"Tidak apa-apa.. Aku tidak senang melihat wanita di sakiti" kata Mykha sambil tersenyum simpul. Dia mengambil bahan-bahan yang akan dia beli.
Wanita itu membantunya. "Kalau begitu, ayo kita ke kasir" kata wanita itu.
"Apa tapi antreannya.. "
"Tidak perlu di pikirkan.. Aku yang bicara " kata wanita itu sambil berlalu lebih dulu dan meletakkan bahan-bahan itu di meja kasir.
"Hei.. Antriannya" sahut yang lain.
"Maaf permisi " kata Mykha dengan kedua pipi memerah karena malu.
Wanita itu mengambil bahan-bahan yang di pegang Mykha kemudian menyimpannya lagi ke meja.
"Hitung semuanya dan aku yang bayar" kata wanita itu.
"Tapi Nn... "
"Tidak ada tapi.. Cepat.. Aku pemilik supermarket ini.. Jangan lupa " kata wanita itu.
Mykha terbelalak.
"Baiklah " kata penjaga kasir. Dia memberikan bon dan belanjaannya pada wanita itu.
"Ini" wanita itu memberikan kartu plastiknya pada Kasir.
Kasir itu menggesekkan kartu tersebut.
"Biar aku yang mengantarmu ya " kata wanita itu pada Mykha.
"Tidak perlu, Nn. Aku membawa mobil " kata Mykha.
"Oh baiklah.. Mari kita bicara dulu di restoran terdekat " kata Mykha.
"Baiklah.. Mungkin beberapa menit " kata Mykha.
Wanita itu tersenyum.
"Oh ya.. Namaku Mykha" kata Mykha sambil mengulurkan tangannya.
Wanita cantik itu menerima uluran tangan Mykha.
"Namaku Vanessa"
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1