
Perlahan Tama membuka kedua mata elang nya. Dia melihat Salia masih tertidur lelap. Wajah mereka begitu dekat.
Tama mengecup bibir Salia dengan lembut. Namun hal itu tidak membuat Salia bangun.
Ciuman Tama semakin menjadi. Salia pun merasa terganggu. Perlahan dia membuka mata nya.
Dia terkejut dan mendorong dada Tama. Tama tersenyum mesum.
"Pagi-pagi begini.. Kamu udah aneh-aneh aja " kata Salia yang salah tingkah.
Tama tersenyum. Dia memegang tangan Salia yang berbalut perban.
"Tangan kamu kenapa, sayang? " tanya Tama.
"Emmm.. Ini.. Semalam ada.. Seseorang yang mengaku sebagai.. Hantu nya Adinda" kata Salia.
Deg
Tama terkejut dan raut wajahnya berubah serius.
"Lalu? Apa yang terjadi? Dia melukai mu? Berani sekali" geram Tama dengan mata nya berkilatan penuh intimidasi.
Salia mengalihkan pandangannya karena takut dengan tatapan Tama.
"Emm.. Iya tapi.. Dia.. Dia sudah mati" kata Salia.
"Mati? " tanya Tama tak percaya.
"Kemarin dia menyakitiku dan aku membela diri mendorong nya ke jendela dan kami terluka. Namun dia mati" jawab Salia dengan ekspresi takut.
Tama memeluk Salia. "Maafin aku.. Seharusnya semalam aku segera pulang.. Maafin aku" kata Tama.
Salia membalas pelukan Tama. "Gapapa.. Aku gak kenapa -napa kok"
"Mulai sekarang aku tidak akan jauh dari mu.. Kita harus bersama agar aku bisa memantau keadaan mu" kata Tama.
Salia hanya mengangguk pelan. "Oh ya, aku bawa ini buat kamu" kata Tama sambil membawa bagpaper putih dari nakas dan memberikannya pada Salia.
Salia melihat isinya. Ternyata mahkota bunga. Dia suka sekali dengan mahkota bunga. Sejak kecil, Michael selalu membelikan Salia mahkota bunga.
Salia tersenyum. "Makasih" kata Salia. Tama tersenyum kemudian memeluk Salia dan mencium Puncak kepala Salia.
♡♥♡♥♡♥♡
__ADS_1
Salia mengenakan dress putih sederhana nya. Dia tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.
Tiba-tiba bayangan dirinya do cermin berbicara "Kenapa senyum-senyum sendiri? "
"Aaaa!!! Kau mengejutkan ku, Renata" gerutu Salia sambil memegang dadanya.
Renata tersenyum geli melihat ekspresi Salia. "Kayaknya kamu mulai suka sama si Tama? "
Seketika Salia menatap Renata. Renata keluar dari cermin dan berjalan menuju balkon. Salia mengikuti nya.
"Kenapa kamu bilang gitu? Aku cuma bersyukur aja karena aku masih selamat dari kejadian semalam.. Ini berkat kamu, Renata.. Makasih" kata Salia sambil menyentuh tangan dingin Renata.
Renata tersenyum. "Aku tahu kau mulai menyukai Tama.. Kamu kan suka yang manis-manis dan romantis kayak pria mesum itu " kata Renata.
Salia cemberut. "Yah, bahas itu lagi.. Tama memang romantis.. Tapi tidak semudah itu juga aku luluh.. Aku baik padanya hanya karena aku menunaikan tugas ku sebagai seorang istri " kata Salia menyanggah ucapan Renata.
Renata mengangguk membiarkan adiknya itu ngeles sepuasnya.
"Tapi nyatanya kamu udah maafin dia.. Dan aku tidak mendengar nama Refa di hatimu" goda Renata.
"Ya.. Refa hanya sahabat ku tidak lebih dan Tama ya dia suami ku.. Terdengar sensitif ya? " gumam Salia.
Salia menatap Renata. "Kadang aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu, kau kadang di posisimu lalu di posisiku dan sekarang di posisi Tama.. Yang ku tahu kau sangat membenci Tama" kata Renata heran.
"Aku tidak memihak siapapun.. Aku hanya melihat kenyataan.. Bagiku semuanya terlihat, terdengar, tercium dan terasa" kata Renata.
Salia tampak berpikir. "Lalu, apa yang kau lihat lagi di pikiran Tama? " tanya Salia penasaran.
Renata tersenyum menggoda. "Kamu penasaran yaaa? " goda Renata.
"Iya.. Iya.. Apa.. Katakan " rengek Salia seperti anak kecil.
"Yang ku tahu, isi hati nya penyesalan.. Semuanya penyesalan" jawab Renata.
Salia terlihat sedih. "Penyesalan? Kenapa dia menyesal? " tanya Salia.
"Banyak sekali peristiwa -peristiwa yang membuatnya menyesal. Salah satunya menyakiti mu.. Dia sangat menyesal.. Dia semakin merasa bersalah setelah sikap mu padanya begitu baik setelah semua yang dia lakukan pada mu.. " sejenak Renata menghentikan kata-kata nya.
Salia menatap Renata. Menunggu kelanjutan cerita nya.
".. Sebenarnya kau Cinta pertama nya, Salia.. Dia pertama kali jatuh Cinta padamu.. " sambung Renata.
__ADS_1
"Penjahat kelamin seperti dia, yang sudah bermain dengan banyak wanita sebelum mengenalku Cinta pertama nya aku? " tanya Salia.
"Iya, sebelum nya dia mencintai beberapa wanita, namun semua itu hanya berdasarkan napsu saja" kata Renata.
"Sama saja, dia mencintai ku karena napsu juga kan? " gerutu Salia.
"Iya, tapi Cinta nya pada mu tulus.. Buktinya dia menikahimu setelah semua yang terjadi " kata Renata.
"Lalu penyesalan apa lagi? " tanya Salia.
"Entahlah.. Terlalu banyak penyesalan.. Bersiaplah, sebentar lagi, Tama kemari " kata Renata kemudian duduk ke ranjang.
Salia membenarkan rambut panjangnya.
Kreeekkk
Pintu kamar di buka. Masuklah Tama.
Salia menoleh kearah Tama. Begitu pun dengan Renata yang menatap kesal pada Tama.
"Sayang, Papa sama Mama kamu udah nunggu di restoran deket pantai.. Kita sarapan di sana " kata Tama sambil memeluk pinggang Salia dari belakang.
"Papa gak marah sama kamu? " tanya Salia.
"Emm.. Dia ngancam aku.. Wajar lah.. Dia kan sayang sama kamu dan emang disini aku yang salah" kata Tama.
"Ya udah ayo kita samperin mereka. Kasian udah nunggu lama" kata Salia.
"Iya ayo" mereka pun berlalu keluar dari kamar penginapan.
Salia menoleh kearah Renata. "Kau tidak ikut , Renata? " batin Salia yang tentu nya dapat di dengar Renata.
Renata menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1