
Robert mengenakan dasi hitam nya. Setelah rapi, dia bergaya di depan cermin.
"Ah kau sangat tampan, Tn. Danuarga.. Oh ya terimakasih.. Sama-sama " kata nya seolah berdialog sendiri.
"Dimana istrimu yang cantik itu, Robby" gumam Robert kemudian berlalu mencari keberadaan Mykha.
Robert memasuki kamarnya. Terlihat Mykha duduk di tepi ranjang. Dia sedang menelpon seseorang.
Robert perlahan mendekati Mykha.
".. Kau tahu? Aku sangat merindukan mu.. Aku selama ini mencari mu.. Tapi sudah lama aku tidak menemukanmu.. Kau kemana? " tanya pria di seberang sana.
Robert mengepalkan tangannya geram.
"Berhenti berdiri disana! " bentak Mykha. Robert terkejut. Apa Mykha menyadari keberadaan nya.
"Ku bilang, berhenti berdiri di tempat yang sama.. Kau bukan siapa-siapa lagi bagiku.. Hubungan kita sudah lama berakhir, aku.. Aku sudah menikah" kata Mykha.
Robert menghela napas lega. Dia terlihat sedih mendengar pernyataan Mykha.
"Menikah? Dengan siapa? Kau tidak mengundang ku.. Tidak juga keluarga mu.. Mereka juga tidak tahu kan "
Mykha terlihat sedih. "Pergilah.. Pergi dari hidupku" kata Mykha kemudian bangkit dan berbalik.
Dia terkejut melihat keberadaan Robert berdiri disana. Tubuh Mykha gemetar. Dia takut jika Robert mendengar percakapan nya.
Bagaimana jika Robert marah? Murka? Menghabisinya?
Robert menghampiri Mykha. Mykha terpundur. Robert terus mendekat.
Punggung Mykha menyentuh dinding. Dia gemetar ketakutan.
Robert mengangkat tangan nya.
"Hhhh" Mykha meringis.
Tangan itu menyentuh pipi Mykha. "Kau takut padaku? " tanya Robert.
Mykha masih tertunduk karena takut.
"Jangan takut padaku" kata Robert dengan suara bergetar. Entah kenapa belakangan ini Robert jadi pria cengeng.
"Mykha.. Lihat aku" kata Robert pelan.
Perlahan Mykha mendongkak menatap Robert.
Mykha terkejut melihat air mata di pipi Robert.
"Lihatlah.. Kau membuat ku menangis" kata Robert sambil tersenyum dan mengusap air mata di kedua pipi Mykha.
__ADS_1
Robert akan menghapus air matanya sendiri tapi Mykha menahan kedua tangan Robert. Dan dia yang menghapus air mata di kedua pipi Robert.
"Maaf.. Tadi itu.. " Mykha tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba Robert mengecup bibir Mykha dengan lembut.
Mykha terkejut. Dia diam tidak membalas dan tidak melawan.
Robert melepaskan ciumannya. Dia menatap Mykha. "Tidak ada yang salah.. Aku mendengar nya.. Kau menolak nya" kata Robert.
Mykha mengalihkan pandangannya.
"Kau mau kemana dengan setelah jas itu? " tanya Mykha.
"Ada pertemuan malam ini.. Aku harus pergi.. Seperti nya aku sudah terlambat " kata Robert sambil mengacak rambut Mykha kemudian dia berlalu.
Mykha menatap punggung Robert yang kian menjauh. Dia merasa sedih karena Robert pergi. Entah kenapa dia merasa seperti itu.
Dia menggeleng.
♡♥♡♥♡♥♡
Robert mengambil gelas sampanye nya. Dia berbincang dengan beberapa klien nya.
Seorang wanita cantik bergaun terbatas memperhatikan Robert. Dia tersenyum cantik memperlihatkan lesung pipit nya.
"Dia disini, sedang apa?" gumam wanita itu.
"Michael bilang dia sedang mengurus perusahaan nya di Spanyol" gumam wanita itu.
"Vanessa, Tn. Besar Danuarga hanya mempercayakan perusahaan nya pada Robert karena Michael dan Cecillia seorang dokter.. Jadi wajar jika Robert tidak diam di satu negara" kata wanita itu.
Wanita yang bernama Vanessa itu tersenyum.
"Kau menyukainya? " tanya wanita di samping nya.
"Kau bercanda? Dia mantan kekasihku" jawab Vanessa.
"Ah benarkah? Kenapa hubungan kalian berakhir? " tanya wanita itu.
"Dia terlalu kuno.. Bernapsu tinggi tapi belum pernah menyentuh siapapun " kata Vanessa.
"Ah? Sulit di percaya pria zaman sekarang membutuhkan pelepasan.. Mana mungkin pria kaya seperti Robert tidak pernah melakukan pelepasan? " tanya wanita itu.
"Itu kenyataan nya.. Aku ingin menemui dia" kata Vanessa kemudian beranjak dari duduknya dan menghampiri Robert.
Salah satu rekan Robert melirik Vanessa.
"Vanessa.. Hai.. Kau tampak cantik" kata pria itu kemudian mencium pipi kiri dan kanan Vanessa.
Robert melirik Vanessa kemudian mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Hai, Rob.. Bagaimana kabarmu? " tanya Vanessa pada Robert.
"Permisi" kata rekan Robert kemudian berlalu.
Robert akan menyusul pria itu, tapi Vanessa memegang lengan besar Robert.
"Mau kemana? Ini caramu menyambut kedatangan ku? Aku juga rekan kerja mu.. Perusahaan ku menjalin kerja sama.. Ingat itu " kata Vanessa penuh penekanan.
"Terserah " kata Robert kemudian berlalu, tapi Vanessa masih menahannya.
"Kau masih marah padaku? " tanya Vanessa.
"Kau pikir apa, melihat kekasih mu bercumbu dengan sahabatnya, bagaimana perasaanmu jika kau di posisi ku, Nessa" kata Robert.
"Aku minta maaf.. Aku tidak sampai melakukan nya.. Kau bisa mengecek nya" kata Vanessa dengan tatapan menggoda.
"Semua orang tahu kau jalang" kata Robert kemudian berlalu pergi meninggalkan Vanessa dalam kekesalan.
♡♥♡♥♡♥♡
Robert memasuki mobilnya. Dia melirik ponselnya. Dia tersenyum kemudian mengambil ponsel tersebut dan menghubungi Mykha.
"Halo.. Kau masih bangun? " tanya Robert.
"Iya.. "
"Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau menungguku? " tanya Robert.
"Aku tidak bisa tidur "
"Kau merindukan ku? "
"Aku lapar"
"Suara apa itu? Kau memasak? "
"Iya"
"Jangan sampai tangan-tangan mu yang mungil itu merusak perabotan ku ya" kata Robert kemudian tertawa.
"Iya"
Robert tersenyum kemudian dia melajukan mobilnya menuju ke apartemen dan tanpa dia sadari, Vanessa memperhatikan mobilnya.
"Aku akan tahu" gumam Vanessa.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1