
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya ibu Rey telah berhenti menangis, dia tersentak karena melihat seorang wanita yang sangat cantik tepat di belakang putranya, dia pun segera melepaskan pelukannya dari putranya itu.
“Rey, siapa dia?” Ucap ibu Rey sambil menunjuk kearah Yui.
Baru saja Rey ingin menjawab menjawab pertanyaan ibunya, tapi tiba-tiba saja Yui mendahuluinya.
“Perkenalkan, saya Yui senior putra ibu di Sekte Laut Biru”
Ibu Rey yang mendengar ucapan Yui segera menoleh kearah putranya.
“Rey, a-apa kau berhasil lulus?”
“Ooh, tentu saja, bukannya sudah ku katakan bahwa aku akan lulus”
Ibu Rey memandang tak percaya kearah putranya tersebut. Ia sangatlah tahu bawa putranya tersebut memiliki dantian cacat yang artinya tidak bisa menyerap ataupun mengolah energi Qi, tapi entah bagaimana putranya ini bisa lulus meskipun kondisi tubuhnya bisa dibilang cacat.
“Ta-tapi bagaimana caramu lulus? Sedangkan tubuhmu saja tidak bisa mengolah Qi sama sekali” Tanya ibu Rey yang begitu penasaran dengan keberhasilan putranya itu.
Yui yang mendengar itu tersentak, dengan segera ia memeriksa tubuh Rey menggunakan indera spiritualnya, dan betapa terkejutnya dirinya karena dia sama sekali tidak bisa merasakan aliran Qi di dalam tubuh Rey.
“R-Rey? Bagaimana bisa di tubuhmu tidak memilki aliran Qi sama sekali?!” Tanya Yui dengan tiba-tiba, ia tentu sangat terkejut dengan fakta yang baru saja ia terima. Seorang tidak bisa di sebut kultivator jika tidak memiliki Qi di tubuhnya.
Rey yang mendengar itu hanya menggeleng pelan, meskipun dia tidak menggunakan Qi tetapi dirinya masih mempunyai beberapa rahasia yang tentunya mampu membuat ia setara dengan para kultivator, meskipun itu berbeda dari segi kemampuan.
“Oh, itu karena aku memiliki dantian hitam” Ucap Rey.
Ibu Rey dan Yui bingung, setahu mereka tidak ada yang namanya dantian hitam, apa itu jenis baru pikir mereka.
__ADS_1
Melihat ekspresi Ibunya dan Yui membuat ia mengerti jika kedua orang tersebut tidak mengetahui tentang dantian hitam, menurutnya dantian hitam memang sangat langka di kehidupan sebelumnya saja hanya dirinya saja yang memiliki dantian hitam.
“Mungkin hanya aku saja yang mengetahui tentang dantiam hitam” Batin Rey. Dia menganggap bahwa dantian hitam memang sangat langka, karena itulah tidak ada yang mengetahui informasi apapun tentang dantian hitam.
Padahal yang sebenarnya adalah dantian hitam tersebut memang hanya dimiliki Rey seorang, dantian itu sudah terikat dengan jiwanya, tidak bisa dihilangkan ataupun dilepaskan, dantian hitam itu menyimpan banyak sekali rahasia tentang Rey.
“Dantian hitam itu adalah caraku menyebut dantian cacat” Jawab Rey seadanya, tentu saja dia tidak ingin menceritakan hal yang memang seharusnya diketahui oleh orang lain, semakin sedikit orang yang tahu mengenai dirinya maka semakin baik.
Ibu Rey tersentak, karena sejak tadi mereka bertiga ternyata mengobrol diluar, betapa tak sopanya dirinya karena tidak mengajak seorang tamu untuk masuk ke dalam rumahnya.
“Ah, nona Yui mari masuk ke dalam, maafkan ketidaksopanan saya karena membiarkan seorang tamu seperti anda berdiri di luar” Ucap ibu Rey sambil menarik pelan tangan Yui.
Yui yang mendapat perlakuan itu hanya menurut saja, ia dengan senang hati menerima perlakuan halus tersebut. Sedangkan Rey memikirkan tentang memperkuat fondasi tubuhnya, dan segera melepaskan segel yang mengekang dantian di dalam tubuhnya.
“Hmm, sepertinya aku harus mencari tanaman spiritual, semoga saja aku dapat menemukannya dengan cepat” Gumam Rey sambil mengikuti Yui dan ibunya masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk Yui cukup tersentak dengan rumah Rey yang ternyata sangatlah sederhana, bahkan dapat di sebut tidak layak.
“Silahkan duduk nona”
“Jangan panggil saya nona ibu, panggil saja saya Yui seperti anda memanggil Rey” Ucap Yui dengan halus.
Ibu Rey cukup terkejut karena Yui memanggil namanya dengan sebutan ibu, bahkan Rey yang baru saja masuk tersentak. Namun sepertinya mereka berdua tidak keberatan dengan panggilan tersebut.
“Ah, baiklah Yui, ibu menyiapkan minuman dulu” Ucap Ibu Rey yang kini meninggalkan Yui dan Rey di ruang tamu.
Melihat Rey yang tak kunjung duduk membuat Yui bingung.
__ADS_1
“Rey mengapa kau hanya berdiri saja?
Rey sebenarnya ingin sekali duduk, tapi tidak bisa berdekatan dengan Yui, sejak tadi dia cukup tersiksa karena perasaan aneh yang membuat ia tidak nyaman.
“Sebisa mungkin aku tidak berdekatan dengan dia, bocah itu sebesar apa sih rasa sukanya sampai-sampai sudah mati sekalipun masih meninggalkan perasaan aneh ini?” Batin Rey heran, menurutnya pemilik tubuh yang ia tempati ini sangat tidak waras karena menyukai seseorang sampai tingkat ekstrim begini.
Rey nampaknya masih berfikiran bahwa perasaan sukanya kepada Yui itu karena pemilik tubuh sebelumnya, padahal tidak seperti itu, perasaaan sukanya kepada Yui adalah miliknya sendiri, tapi ia tidak sadar dengan hal itu, karena bagaimanapun dirinya baru pertama kali bertemu Yui.
“Tidak terima kasih, sang penghancur ini lebih suka berdiri”
Yui yang mendengar itu kesal, dengan segera ia berdiri lalu menarik Rey agar duduk bersamanya, tapi nampaknya tarikannya tersebut sangat kuat sampai-sampai tubuh Rey terpelanting menabraknya.
“Astaga, untung tanganku tidak copot, perempuan ini kekuatannya sangat mengerikan” Batin Rey sambil beranjak dari atas tubuh Yui.
“Hei… Apa kau sangat suka berbaring di situ?” Tanya Rey yang keheranan karena melihat Yui yang tidak kunjung berdiri.
Yui dengan wajah memerah berdiri lalu duduk di samping Rey, tapi nampaknya ia tidak ingin melihat kearah Rey karena kejadian barusan.
“Apa dia tidak sadar?!” Batin Yui sambil melirik kearah Rey yang ternyata malah menatapnya dengan tajam.
“Apa kau lihat-lihat?” Tanya Rey ketus, ia sebisa mungkin menghilangkan perasaan aneh ini.
Sebenarnya Rey tidak menolak jika perasaan sukanya kepada Yui akan terus ada, karena menurut dia Yui sangatlah cantik dan juga mempunyai sifat yang baik, jadi mengapa ia harus menolak berkah surga kepadanya? Namun tidak sekarang, karena dirinya harus mengembalikan kekuatannya seperti di kehidupannya sebelumnya, tentu saja untuk menjadi sang penghancur lagi.
Yui terkejut karena Rey tiba-tiba membentak dirinya, entah kenapa hatinya sangat sakit akibat perkataan ketus Rey kepadanya barusan, bahkan ia tidak sadar jika kini mengeluarkan sedikit air mata.
Ibu Rey datang membawa 2 minuman hangat, tapi betapa terkejutnya ia melihat Yui menangis.
__ADS_1
“Astaga, mengapa kau menagis Yui?” Tanya ibu Rey terkejut, ia lantas melihat kearah putranya yang malah bodo amat dengan Yui yang tengah menangis.
Tentu saja Rey tidak tahu Yui menangis, karena ia sendiri masih memikirkan cara untuk memperkuat fondasi tubuhnya dalam waktu singkat.