Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 32 - Awal Dari Malapetaka


__ADS_3

Setelah semuanya mendapat masing-masing senjata, mereka mengucapkan terima kasih kepada Patriak Mo kecuali mahluk langka non manusia Rey.


“Terima kasih Patriak.” Ucap mereka serempak seraya menundukan kepala.


Tidak bisa dipungkiri jika mereka saat ini sangatlah bahagia, karena bagaimanapun senjata tingkat tinggi hanya akan menjadi sebuah anganan belaka bagi mereka, jangankan senjata tingkat tinggi, senjata tingkat menengah pun mereka tidak berani bermimpi memilikinya karena harganya yang sangatlah mahal.


“Baiklah, kalian sudah boleh pergi, kalian boleh melakukan apapun hari ini, entah itu berlatih ataupun bersenang-senang, tetapi ingat jangan sampai membuat diri kalian kelelahan karena bagaimanapun besok kalian akan berangkat berkompetisi.” Jelas Patriak Mo yang dijawab anggukan antusias oleh mereka semua kecuali Rey.


Mereka semua akhirnya pergi kecuali Rey, karena dia memiliki beberapa hal untuk ditanyakan. Salah satunya pertanyaan itu adalah mengenai Tetua Shen Xuan, karena dia merupakan orang teraneh dan terlangka yang belum pernah Rey temui sebelumnya.


Patriak Mo yang melihat Rey ternyata masih belum kunjung pergi akhirnya memilih bertanya, “Bocah gila, mengapa kau tidak pergi bersama teman-temanmu itu?”


“Orang tua, mereka bukanlah teman-temanku, dan mengapa pertanyaanmu itu terdengar meyebalkan ya?” Tanya Rey balik.


“Oh, tentu saja karena aku muak melihat bocah sengklek sepertimu, lebih baik melihat setan beneran daripada melihat bocah ghoib sepertimu!” Patriak Mo sengaja mengeluarkan unek-uneknya yang tertahan beberapa.


Mendengar itu wajah Rey berkedut-kedut, “Gerbang pertama segel kegelapan terbukalah!”


[Whussshhh]


Aura gelap di tubuh Rey sedikit keluar dari tubuhnya.


Patriak Mo tersenyum, dia sudah menduga bahwa bocah setan di depannya ini pasti akan mengeluarkan kekuatan gelap yang sangat mengerikan itu. Jika kemarin dirinya pasti akan panik, tetapi tidak untuk sekarang, karena dia telah menemukan pawang yang bisa menjinakan bocah gila di depannya.


Benar saja, di belakang Patriak Mo sekarang sudah terdapat Tetua Shen Xuan si pawang bocah sengklek alias Rey. Sepertinya Patriak Mo telah merencanakan ini semua untuk membuat Rey mengeluarkan kekuatan gelapnya.


“Jadi kekuatan ini yang Ayah maksud? Aku sudah mengira jika di dalam tubuh bocah ini terdapat kekuatan misterius yang aneh, tapi tidak kusangka bahwa yang kurasakan saat itu memang benar.”


Rey tersentak, dia sama sekali tidak merasakan kehadiran orang lain di sini kecuali dirinya dan Patriak Mo. Rey sebenarnya tidak ingin menunjukan kekuatan kegelapnya untuk saat ini, namun dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat emosi.


“Kekuatan yang dikeluarkan bocah gila saat ini belum seberapa Shen, seminggu yang lalu bocah gila ini pernah mengamuk seperti orang kesetanan, bahkan hampir membuat Sekte ini hancur.” Jelas Patriak Mo yang membuat alis Tetua Shen Xuan terangkat satu.

__ADS_1


Tetua Shen Xuan maju ke depan yang membuat Rey melotot, Rey secara reflek langsung menarik kembali kekuatan kegelapannya tersebut, tentu saja dia tidak ingin kekuatannya kembali lenyap hanya karena sebuah tepukan dari Tetua Shen Xuan.


“Bocah, aku sangat penasaran, dari mana asal kekuatan yang sangat mengerikan milikmu itu?” Tanya Tetua Shen Xuan.


“Dari setan!” Jawab Rey seraya berlari keluar dari ruangan tersebut.


Patriak Mo tersenyum penuh kemenangan, entah mengapa dia sangat senang melihat bocah gila yang sehari-harinya membuat kerusuhan sekarang malah ketakutan dengan Putranya Shen Xuan. Sedangkan Tetua Shen Xuan menjadi bingung, padahal dia hanya sekedar bertanya saja


“Sial, baru kali ini sang penghancur yang sangat agung ini lari ketika bertemu orang, bukannya aku takut tetapi kemampuan aneh bocah itu bisa menyegel seluruh kekuatanku, dan itu membuatku tidak berdaya melawannya.” Rey menggelengkan kepalanya, mungkin dia tidak berdaya untuk saat ini , tetapi jika kekuatannya telah kembali pasti tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya.


Rey kembali ke kamarnya lalu segera tidur, dia tidak peduli dengan Zenith yang mengoceh terus-terusan karena sikapnya yang tidak sopan kepada Patriak Mo tadi.


**


Saat Dini hari, Rey yang sedang bobok cantik sejak tadi siang tiba-tiba saja terbangun karena merasakan sebuah perasaan aneh yang mengganggu tidurnya.


Rey menoleh ke arah Zenith yang ternyata masih tertidur pulas, dia sendiri masih ingin tidur lagi meskipun telah tertidur sangat lama, namun karena perasaan aneh yang dia rasakan membuat dirinya kehilangan rasa kantuknya.


“Bulan darah? Apa maksudnya ini?” Gumam Rey.


“Oh, apa kau merasakannya juga bocah?”


Mendengar ada orang yang menyahutinya membuat Rey terkejut bukan main, dia lantas melihat ke kanannya yang ternyata adalah Tetua Shen Xuan.


“Ya, aku merasakannya juga.” Jawab Rey seraya mengalihkan pandangannya kembali ke bulan di atasnya.


“Sepertinya ini bukanlah pertanda baik, karena baru kali ini aku melihat bulan yang tiba-tiba berubah berwarna merah.”


Di dalam hatinya Rey membenarkan ucapan Tetua Shen Xuan, ini juga pertama kalinya dirinya melihat bulan berwarna merah seperti darah.


Tetua Shen Xuan dan Rey berbincang-bincang mengenai bulan berdarah tersebut. Tetua Shen Xuan merasa jika Rey ini bukanlah seorang bocah karena dari kata-kata dan kalimat yang diucapkannya layaknya orang tua, bahkan dirinya beberapa kali diceramahi oleh Rey karena menyebutnya bocah.

__ADS_1


“Menurutku sih palingan nanti akan terjadi kerusuhan di dunia ini, mungkin peperangan besar atau semacamnya.” Rey tiba-tiba mengucapkan hal aneh yang membuat alis Tetua Shen Xuan terangkat satu.


Tetua Shen Xuan hanya diam saja, meskipun ucapan bocah di sampingnya ini sangat aneh dan susah dipahami, namun entah kenapa dia cukup mempercayai bahwa mungkin akan terjadi sebuah peperangan di waktu dekat, karena dia sendiri sudah merasa cukup aneh dengan semua kedamaian ini.


Menurutnya kedamaian secara terus menerus adalah hal yang sangat aneh, selama 5 tahun dia mengintai pergerakan Kultivator aliran hitam, dia tidak pernah melihat Sekte besar ataupun Sekte kecil aliran hitam melakukan pergerakan, padahal saat dia kecil dulu sering terjadi pertempuran antara Kultivator aliran putih dengan Kultivator aliran hitam.


“Hm, kurasa memang ucapan bocah ini benar, kedamaian ini sangatlah aneh karena sebelumnya sering terjadi gejolak antara Kultivator aliran putih dengan Kultivator aliran hitam.” Batin Tetua Shen Xuan yang kini menatap Rey dengan pandangan rumit.


Firasat Rey sama sekali tidak meleset, karena di tempat lain saat ini, salah satu Sekte besar aliran hitam bernama Sekte Bulan Sabit sedang melakukan semacam ritual aneh yang tentunya berhubungan dengan berubahnya bulan menjadi merah seperti darah.


Ritual tersebut dipimpin oleh Patriak Luo, diikuti oleh seluruh penghuni Sekte Bulan Sabit.


Terlihat beberapa mayat di depan Patriak Luo, sepertinya mayat-mayat itu adalah tumbal persembahan ritual aneh tersebut.


Patriak Luo melangkahi mayat-mayat di depannya lalu berkata dengan keras, “Kita Kultivator aliran hitam selalu ditindas, selalu dipandang sebelah mata oleh mereka Kultivator aliran putih. Namun, semua itu tidak akan lama lagi, karena dengan bantuan tuan Imothep bersama pasukannya kita pasti tidak terkalahkan!”


“Hidup tuan Luo! Hidup aliran hitam! Hidup!" Semua orang di sana menyorakan kata kemenangan dengan keras.


Tiba-tiba saja Patriak Luo menghentikan sorakan mereka semua, dan berkata, “Namun, untuk mencapai tujuan besar itu, kita harus mengumpulkan ketujuh segel dunia bawah tempat tuan Imothep bersama pasukannya berada,"


"Saat ini, kita baru membuka segel pertamanya yang kebetulan saja segel pertama itu dimiliki oleh leluhur kita,”


Patriak Luo mengibaskan tangannya seraya berkata, “Segera sebarkan kepada seluruh Sekte aliran hitam untuk bekerja sama menemukan segel dunia bawah!”


“Baik tuanku!”


Mereka semua secara serempak segera pergi untuk melaksanakan perintah Patriak Luo.


“Tak lama lagi aku akan menguasai seluruh dunia ini, hahahaha!”


Dia tidak sadar, jika perbuatannya saat ini akan mengundang sebuah malapetaka besar. Dunia bawah bukanlah sebuah dunia seperti tempat tinggalnya, dunia bawah merupakan tempat yang sangat gelap dan sangat mengerikan, penghuninya bukanlah manusia melainkan mahluk-mahluk aneh berwujud besar nan menyeramkan.

__ADS_1


Imothep adalah kata lain dari malapetaka, karena ada sebuah mahluk yang kekuatannya di luar nalar tersegel di dalam dunia bawah. Mahluk itulah yang membawa malapetaka bagi dunia lain, pasukan yang dimaksud tuan Luo tadi tak lain adalah seluruh mahluk dunia bawah tersebut.


__ADS_2