
Rey sudah dipastikan masuk final sebab dia sudah menyelesaikan seluruh pertandingannya, kini hanya tersisa 15 orang saja, itu cukup aneh juga, entah kebetulan atau apa tapi nyatanya nama Rey disebut 4x berturut-turut dan hal tersebut tentu sangat tidak adil karena bagaimanapun seorang yang sudah bertanding sudah dipastikan tidak akan dipanggil kembali.
Rey sadar akan hal itu, meskipun dia ingin menjadi perhatian seluruh penonton tetapi dia mempunyai hak untuk beristirahat atau paling tidak diberi jeda waktu satu atau beberapa selang bertandingan, dia hanyalah seorang bocah yang bermodalkan kenekatan saja, dia bahkan masih belum menjadi seorang kultivator resmi.
Rey kembali ke ruangan grup c, terlihat di sana terdapat Yui dan yang lainnya, wajah mereka semua nampak sangat cerah. Rey tentu sudah tahu apa penyebab wajah mereka begitu cerah, karena dirinya telah maju menjadi finalis di turnamen tersebut dan tentunya itu akan membuat nama Sekte Laut Biru di kenal khalayak umum, bukan tidak mungkin Sekte Laut Biru akan kembali Berjaya seperti di masa Tetua Shen Xuan.
Rey sudah menyiapkan dirinya untuk dipeluk Yui, bukannya mendapat pelukan Yui malah dia mendapat pelukan dari Tetua Fengyi.
“Bocah busuk, mantap sekali kau bocah! Hahaha!” Tetua Fengyi mengangkat-ngangkat Rey seperti orang rusuh, tidak peduli lagi pada citranya, kelakuannya sekarang sungguh berbanding balik dengan dirinya sehari-hari.
Rey menjauhkan wajah Tetua Fengyi darinya dan berkata, “Hentikan orang tua gila! Sudah bau tanah banyak tingkah pula, ingat umur woi!”
Tetua Fengyi melepaskan pelukannya, Rey cukup lega tetapi itu hanya sesaat saja karena Tetua Fengyi tiba-tiba menjepit kepalanya dengan tangannya. “Kena kau!” Tetua Fengyi menggosok-gosokan kepala Rey dengan tinjunya.
Rey berusaha sekuat mungkin untuk melepaskan diri dengan cara menarik tangan Tetua Fengyi, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali dan hal itu tentu saja membuatnya cukup sesak nafas, dia tidak menyangka bahwa kekuatan fisik Tetua Fengyi cukup besar.
__ADS_1
Andaikan sekarang ini adalah sosok dirinya di masa lalu maka kepala Tetua Fengyi sudah terlepas dari tubuhnya, tetapi dirinya sekarang telah berubah walaupun hanya sedikit, dia merasa bahwa kewarasan dirinya kembali terutama saat Bersama Yui, entah sihir apa yang bisa membuat diriya menjadi lembek seperti sekarang.
Semua orang tertawa melihat Rey yang pasrah. Yui sebenarnya tadi ingin memeluk Rey tetapi Tetua Fengyi mendahuluinya, jadi ya dia harus pasrah untuk menjadi orang kedua yang memeluk Rey. Zenith dan Feng Qiuyu semakin yakin dengan keputusan mereka yang menjadikan Rey sebagai panutan terlepas dari umur Rey yang lebih muda dari mereka berdua.
Fui ingin memberikan hadiah atas kemenangan Rey tetapi dia tidak mempunyai apapun untuk diberikan, ‘Apa sekedar pelukan atau ciuman di pipi saja ya?’ Wajahnya tiba-tiba memerah seperti tomat, dia tidak menyangka bahwa dirinya bisa berpikiran seperti itu, seharusnya dia takut akan laki-laki tetapi entah kenapa dia tidak merasa takut dengan Rey, padahal bocah satu itu pernah memenggal kepala orang dengan kapak tepat di depan matanya, itu menjadi trauma baginya karena itu adalah pertama kalinya dia melihat pembunuhan.
‘Tidak! Jangan samakan Rey dengan pria jahat yang telah memperkosamu Fui, Rey adalah penyelamatmu dan tidak ada alasan bagimu untuk takut kepadanya walaupun itu artinya dia pembunuh sekalipun,’ Batin Fui seraya menepuk-nepuk pipinya. Dia merasa jahat karena telah menyamakan Rey dengan pria jahat lainnya, Rey hanyalah seorang bocah polos yang telah menyelamatkan hidupnya, padahal Rey dengannya tidak mempunyai hubungan apapun sebelumnya, bahkan saling mengenal pun tidak.
Tiba-tiba saja mereka kedatangan 2 orang pria tua yang sama sekali tidak mereka kenal, apalagi kedua orang tua itu berpenampilan mencolok, yang satu terlihat seperti seperti pengemis atau gelandangan dan yang satunya lagi terlihat seperti bangsawan. Tetua Fengyi mengendurkan tangannya dan hal itu dimanfaatkan oleh Rey untuk melepaskan diri. Perhatian semua orang terpaku pada Rey yang sedang menggerak-gerakan lehernya dengan brutal, bahkan sampai terdengar bunyi kratak-kretek-krotok, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Rey merupakan orang sakit jiwa karena tidak mungkin bagi orang waras yang begitu brutal pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat akhirnya Rey berhenti melakukan aktivitas brutalnya, dia cukup kebingungan dengan tatapan semua orang yang mengarah kepadanya. Rey berdecak kagum dan berkata, “Ckckck, penganggumku ini sudah banyak tapi tak kusangka bahwa hari inibertambah 2 orang lagi.”
Rey melihat kedua pria tua itu dengan tajam, itu cukup berlangsung lama. Kedua pria tua itu saling pandang, apa ada sesuatu di wajah mereka tetapi tidak ada satupun noda di wajah mereka kecuali kerutan kulit yang menunjukan usia mereka. Rey melihat kedua orang tua itu untuk memastikan bahwa orang yang mengarahkan aura pembunuh kepadanya bukan di antara mereka.
“Emmm, bukan mereka,” Gumam Rey dengan jelas seraya menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Walaupun suara Rey kecil tetapi telinga kultivator seperti mereka dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Rey. “Bukan apanya bocah?” Tanya Tetua Fengyi keheranan.
“Tidak, bukan apa-apa,” Rey menoleh ke arah kedua orang tua itu dan berkata, “Siapa kalian ini? Aku sudah melihat ratusan ribu orang tua yang memiliki wajah keriput seperti kalian tetapi aku tidak pernah sekalipun melihat rupa kalian berdua.”
‘Ratusan ribu?” Batin semua orang kebingungan, mereka semua sangat yakin bahwa penduduk di seluruh wilayah kekaisaran Chen saja tidak sampai menyentuh angka 50 ribu karena Kekaisaran Chen sendiri merupakan kekaisaran dengan wilayah kekuasaan terkecil di antara 2 Kekaisaran lainnya, meskipun begitu 50 ribu itu adalah jumlah yang sangat banyak untuk dapat diingat oleh otak manusia.
Melihat orang-orang yang tidak mempercayainya membuat Rey kesal, “Aku tidak peduli kalian percaya atau tidak tetapi intinya aku tidak pernah melihat kedua orang tua ini,” Ucapnya seraya menunjuk kedua orang tua tersebut.
‘Eh buset, ini anak main tunjuk-tunjuk aja, dasar bocah barbar,’ Batin pria berbaju bangsawan seraya tersenyum kecil.
“Ehm, perkenalkan aku adalah Xiao Chen dan ini adalah Xiao Shen, biasanya orang-orang menyebut kami sebagai dua bersaudara Xiao,” Mereka berdua merubah penampilanya seperti sedia kala.
Mereka semua terkejut saat melihat kedua saudara kembar tersebut, mereka tentu mengenali siapa itu dua bersaudara Xiao karena mereka berdua telah menjadi sebuah sosok kebanggaan aliran putih yang pernah memporak-porandakan Sekte Darah puluhan tahun yang lalu, tidak hanya itu saja berita mengenai kehehebatan mereka karena mereka berdua pernah membunuh siluman Raja yang kekuatannya saja setara dengan kultivator Langit padahal saat itu kultivasi mereka masih berada di tingkat bumi.
Mereka semua membungkuk hormat, terutama Tetua Fengyi karena dia merupakan pengaggum sosok Xiao Chen dan Xiao Shen, andai saja ada Patriak Mo si sahabat karibnya itu, pastinya dia akan langsung teriak-teriak seperti orang gila karena melihat kedua sosok yang menjadi panutannya. Rey sendiri hanya mematung, matanya menoleh kearah Xiao Chen dan Xiao Shen secara bergantian, dia mengusap katanya beberapa kali siapa tau matanya kemasukan paku karena baru kali ini dia melihat 2 wajah yang sangat persis bahkan letak keriputnya saja sama.
__ADS_1
Rey menekan kedua sisi pipinya dengan kedua tangannya dan berteriak, “Kurasa aku sudah gila!”
“Bukannya kau memang sudah gila?” Batin mereka semua seraya mentap heran Rey.