
Hanya dalam waktu singkat saja Rey dan Pegasus telah sampai di bukit tersebut, Rey langsun turun dari punggung pegasus dan melihat-lihat di sekitarnya. Dia mencium udara untuk menemukan sesuatu tetapi hujan sebelumnya membuat semua bau yang ada menjadi satu yaitu bau tanah.
‘Hais, hujan sebelumnya membuatku tidak bisa mencium apapun selain bau tanah.’
Rey tiba-tiba menyadari sesuatu, mengapa dia harus menuju bukit jika dirinya menunggangi pegasus? Bukannya pegasus dapat terbang tinggi, namun karena sudah terlanjur mau tidak mau dia hanya bisa pasrah, apalagi melihat pegasus yang lagi makan batu membuatnya tidak tega mengganggunya.
Mata Rey berubah menjadi hitam, dia menggunakan mata iblisnya untuk melihat Qi yang ada di sekitarnya, dia melihat Qi berkumpul menjadi satu yang perlahan-lahan memudar tak jauh dari tempatnya, mungkin itu adalah segerombolan kultivator pikirnya.
‘Aneh, untuk apa kultivator seperti mereka berkumpul tanpa sebab? Kurasa aku harus mendekati mereka.’
Karena tak ingin mengganggu pegasus yang lagi menyantap hidangan batunya, Rey hanya bisa menunggunya hingga selesai menyantap batu sebesar semangka itu. Sambil menunggu, Rey terus memperhatikan Qi yang berkumpul yang dia curigai sebagai perkumpulan beberapa kultivator itu karena siapa tahu mereka akan bergerak.
Tak lama kemudian akhirnya pegasus telah menyelesaikan hidangannya, Rey meminta pegasus untuk menuju ke suatu tempat yang dia lihat berkumpulnya Qi sebelumnya. Mereka berdua terbang rendah dengan kecepatan rendah pula, samar-samar Rey mencium bau darah yang bercampur dengan bau tanah.
“Darah? Jangan-jangan mereka sedang bertarung?! Hahaha, dimana ada bahaya di situ ada saya!” Rey tertawa cekikan yang membuat pegasus merinding, mungkin otak Rey sedang konslet pikirnya.
Rey memasang telinganya dengan baik-baik namun tidak ada suara benturan pedang atau ledakan tanda pertarungan, jadi dari mana asal bau darah barusan? Atau jangan-jangan itu adalah penduduk sebuah desa yang dibantai oleh kultivator aliran hitam? Tapi tidak mungkin kultivator aliran hitam berani melakukan pembantaian di dekat Kota Chenzu.
‘Hanya ada suara angin dan kicauan burung saja, sebenarnya apa yang terjadi?’ Rey menyuruh pegasus untuk mempercepat laju terbangnya, dia sungguh penasaran dengan Qi dan bau darah yang dia rasakan, karena keduanya sangatlah berdekatan bahkan mungkin memang berasal di tempat yang sama.
__ADS_1
Hanya dalam waktu singkat saja Rey telah sampai ke tempat asal darah tadi yang ternyata terdapat ratusan mayat kultivator tergeletak di bawah sana, dia juga melihat 2 orang berbeda kelamin di dekat mayat tersebut.
Tetua Shen Xuan yang melihat bayangan besar yang terlihat seperti burung segera melihat ke atasnya, dia tersentak kala melihat sebuah kuda bersayap terbang di atasnya, yang membuatnya terkejut lagi ternyata ada seseorang yang menunggangi kuda bersayap itu.
Tetua Shen Xuan bersiap-siap menyerang setelah melihat kuda bersayap itu perlahan turun menuju ke arahnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat Rey si bocah idiot di atas punggung kuda bersayap tersebut. Rey sendiri tak kalah terkejutnya dengan Tetua Shen Xuan, mereka berdua sama-sama tidak bisa merasakan kehadiran masing-masing.
Pegasus dan Rey mendarat mulus di dekat Tetua Shen Xuan, dengan cepat Rey langsung menghampiri Tetua Shen Xuan dan berkata, “Apa ini perbuatanmu? Wow, kau sangat kuat bocah tua.” Rey menepuk-nepuk pundak Tetua Shen Xuan dengan sok akrabnya, padahal baru kenal beberapa hari saja, itupun pertemuan mereka melalui permasalahan dan konflik.
Tetua Shen Xuan ingin bertanya kepada Rey namun karena masih ada gadis yang dia Sandra membuat dirinya mengurungkan niatnya tersebut. Sejak pertemuan pertamanya dengan Rey dirinya sudah sangat penasaran dengan identitas Rey yang menurutnya sangatlah misterius dan juga kuda bersayap yang ditungganginya itu merupakan pegasus yang pernah dia baca dalam sebuah buku yang diberikan oleh gurunya.
‘Dia menunggangi kuda bersayap yang ada di dalam buku yang diberikan oleh guru dan juga bagaimana bisa kehadirannya sama sekali tidak ada seakan-akan dia memang tidak ada di dunia ini.’ Semakin dipikirkan semakin membuatnya bingung, sungguh dia sangat penasaran dengan identitas Rey.
Rey yang melihat Tetua Shen Xuan memandanginya menaikan alisnya dan berkata, “Aku tau diriku ini sangatlah menawan tetapi tidak kusangka bahwa kau akan terpesona untuk yang kedua kalinya.”
“Hei bocah, kau mendapat predikat manusia tak tahu malu, aku bahkan sangat percaya bahwa kau itu tidak memiliki rasa malu sama sekali.” Tetua Shen Xuan berkata dengan ekspresi dingin.
Rey terlihat mencerna ucapan Tetua Shen Xuan, dia memang jarang sekali merasa malu, bahkan saat dia telanjang waktu dikerjar oleh DIA saja dia tidak malu, apa benar dia tidak memiliki rasa malu? Namun, saat dia tidak bisa membaca tulisannya sendiri diriya saat itu merasa malu.
Tetua Shen Xuan mengalihkan pandangannya menuju gadis yang dia sandra, gadis itu terlihat lebih tenang dari sebelumnya walaupun badannya masih bergetar, tapi setidaknya gadis itu sudah berhenti menangis, inilah yang dia benci dari kultivator aliran hitam, mereka itu memanfaatkan pemuda-pemudi muda yang masih polos akan dunia.
__ADS_1
Tetua Shen Xuan mendekati gadis itu dan berkata dengan lembut, “Bisakah kau menceritakan tentang semua yang kau ketahui, aku berjanji tidak akan membunuhmu jika kau mengatakan semuanya.”
Mendengar ucapan Tetua Shen Xuan yang terdengar menenangkan hati membuat gadis itu seketika tenang, dia mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
“Aku tidak bisa mengatakan apapun.” Jawabnya singkat yang membuat Tetua Shen Xuan menarik pedangnya.
“A-aku tidak bisa mengatakan apapun karena jika aku membocorkan informasi maka kutukan yang ada di dalam tubuhku akan langsung membunuhku!” Teriak gadis itu dengan kenceng seraya menangis. Sepertinya dia ketakutan melihat Tetua Shen Xuan yang menarik pedangnya.
“Kutukan?” Rey tiba-tiba menyahut yang membuat Tetua Shen Xuan dan gadis itu terkejut.
Rey dengan antusias mendekat ke arah gadis itu dan berkata, “Aku bisa menghilangkan kutukan yang ada di tubuhmu tapi dengan satu syarat, kau akan menjadi pelayanku seumur hidupmu.”
Tetua Shen Xuan memukul kepala Rey dengan gagang pedangnya dan berkata, “Siapa kau yang meminta dia menjadi pelayanmu? Dia adalah sandraku, jadi hanya aku yang bisa menentukan masa depannya.”
“Oh, dia sandramu? Aku tuannya! Mau apa kau hah?!” Tantang Rey seraya menunjukan ekspresi yang membuat siapun kesal dibuatnya.
“Kau?!” Tetua Shen Xuan yang selalu tenang dan dingin saat ini tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menghantam bocah gila yang membuatnya kesal, seakan-akan semua sifat tenang dan dinginnya itu lenyap.
Mereka berdua beradu pelototan mata, tidak ada satupun dari mereka yang berkedip, bahkan capung yang tidak bisa berkedip saja sampai berkedip melihat kelakuan mereka berdua.
__ADS_1
Sepertinya Tetua Shen Xuan telah ketularan kegilaan Rey karena barang siapa yang berdekatan dengan Rey niscaya dia akan menjadi gila karenanya, itu terbukti bahwa siapapun yang berdekatan dengan Rey selalu gila, bahkan sekelas Tetua Shen Xuan sendiri tak luput akan pengaruhnya.