
Zenith dan Feng Qiuyu berusaha memisahkan pergulatan ala gradiator antara Rey dengan seekor kuda. Mereka berdua kewalahan sebab Rey dan kuda tersebut sama sekali tidak ada yang melepaskan gigitannya satu sama lain.
Sedangkan Tetua Fengyi dan murid lainnya hanya menatap Rey dengan bosan, mereka semua tak habis pikir mengapa bocah gila itu selalu membuat hal-hal yang di luar nalar manusia? Bertengkar dengan seekor kuda? Mungkin hanya Rey sajalah yang melakukan hal tersebut.
Karena cara kekerasan tidak bisa mereka gunakan, jadi kemungkinan besar lewat jalur rohani mereka dapat menengkan kedua mahluk gila tersebut.
Feng Qiuyu membelai Pegasus tersebut dengan lembut, dan berkata, “Kuda baik, ayo lepaskanlah mahluk kesurupan ini..”
Pegasus tersebut tertegun, baru kali ini dia menemukan orang yang begitu lembut kepadanya, karena saat dia hidup di dunia atas, ras Pegasus sepertinya hanya menjadi tunggangan ras Demigod, apalagi ras-nya sama sekali tidak diperlakukan baik-baik, bahkan saat sedang buang air saja kadang-kadang dia disuruh terbang kesana-kemari, jadi dia hanya bisa pasrah terbang seraya menyemburkan air sucinya.
Seakan terhinotis dengan perlakuan lembut dari Feng Qiuyu, pegasus tersebut segera melepaskan gigitannya dari telinga Rey. Feng Qiuyu tersentak karena kuda di depannya tiba-tiba menggosok-gosokan kepala kepadanya.
Zenith hanya bisa menggelengkan kepala pelan karena melihat Rey yang masih dengan rakusnya mengigit kaki si kuda tanpa peduli jika beberapa giginya telah rontok. Namun, Rey segera berhenti setelah tak merasakan sakit di telinganya.
“fafimu shangaf fhefas ya” (Kakimu sangat keras ya?) Ucap Rey tak jelas karena gigi depannya hampir semuanya rontok, dia sungguh tidak menduga jika kaki pegasus itu sangat keras, bahkan setelah dia menggigit sekeras mungkin kulit pegasus itu tidak tembus sama sekali.
Jelas saja gigi Rey rontok, karena tubuh ras Pegasus sangatlah kuat dan juga keras, makanan sehari-hari dari Pegasus adalah batu Roh, tidak hanya batu roh saja, Pegasus juga bisa memakan benda-benda aneh lainnya seperti kayu, batu, emas, besi, bahkan beton saja mereka jadikan camilan.
Karena memakan benda-benda keras itulah membuat tubuh Pegasus layaknya gatot kaca(Otot kawat, tulang besi, kulitnya dari baja!), karena itulah mereka sangat sulit dibunuh, tapi bukan berarti tidak bisa, karena Kultivator tingkat bumi dapat menembus kulit mereka dengan serangan yang sangat kuat.
Rey saja hanya bisa membuat lebam kaki Pegasus tadi, tetapi itu adalah pencapaian luar biasa karena hanya dengan giginya saja dia bisa membuat kaki pegasus yang dimana kulitnya saja terbuat dari baja, bahkan masih terlihat bekas gigitan Rey di sana.
Pegasus tersebut segera berdiri, lalu bersembunyi di belakang Feng Qiuyu seraya meringis penuh ejekan ke arah Rey. Sedangkan Rey hanya mendengus kesal, dia ingin sekali mengigit kepala pegasus itu sampai habis, tetapi karena gigi depannya sekarang telah rontok, jadi mau tak mau dia hanya bisa diam.
__ADS_1
Zenith merasa jika kuda di belakang Feng Qiuyu saat ini bukan sembarangan kuda, dia tadi sekilas melihat sebuah sayap tumbuh di kuda tersebut, namun karena itu hanya sekilas saja jadi dia hanya bisa menebak-neba kuda di depannya ini mahluk apa.
“Kita tidak bisa diam di sini, karena jika kita tidak segera menemukan sebuah desa, maka kita akan tidur tanpa alas dengan guyuran air hujan.” Ucap Tetua Fengyi yang membuat mereka semua sadar.
Rey terlihat memikirkan sesuatu, dan benar saja tiba-tiba saja dia tersenyum lebar, karena di otaknya saat ini terpikiran sebuah rencana jahat untuk memanfaatkan pegasus tersebut. Di kehidupan sebelumnya dia pernah menemukan informasi tentang dunia atas di sebuah tempat keramat di dunia Abyss, dari tempat itulah dia mengetahui tentang pegasus.
Rey bahkan menemukan cara menuju ke dunia atas, hanya saja dia hampir di bunuh oleh ras Demigod saat itu, tapi untung saja dia langsung menggunakan jurus reinkarnasinya sesaat sebelum dia tewas.
"Entah siapa yang menulis kitab aneh itu, namun yang pasti dia sangat mengetahui tentang seluk beluk dunia ini." Batin Rey seraya menggelengkan kepalanya pelan karena prioritasnya sekarang adalah bagaimana cara mereka sampai ke tujuan dengan menggunakan pegasus.
“Kenapa kita harus capek-capek berlari? Kan ada si kuda bobrok ini yang dapat membantu kita mencapai tujuan secepat mungkin?” Ucap Rey seraya tersenyum ke arah Pegasus tersebut.
Pegasus itu merasa jika dirinya telah menemui orang yang tidak seharusnya dia temui, ‘Kenapa aku merasa jika tatapan manusia ini mengerikan ya?” Batinnya.
Semua orang di sana tersentak, apa Rey ini menyuruh mereka semua untuk menaiki 1 ekor kuda? Memang bocah gila pikir mereka semua.
“Heh, seekor kuda selalu hidup berkelompok, pasti tidak jauh dari sini terdapat koloninya.” Ucap Rey yang membuat pegasus mata pegasus tersebut melotot.
“Khihihik!” Pegasus tersebut menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tidak bisa membiarkan ras-nya terekspos oleh manusia, karena mereka pasti akan diburu, dan digunakan sebagai tunggangan tanpa mengenal waktu lagi.
Feng Qiuyu dan Zenith mendekati pegasus tersebut dan berkata, “Itu tidak perlu, kau kembalilah ke kolonimu, biarkan kami yang mengurus manusia sinting ini."
Rey yang mendengar itu kesal, “Oy, kalian semua enak mempunyai tenaga dalam, lah aku yang tidak mempunyai tenaga dalam bagaimana? Kau pikir kaki sang penghancur yang sangat agung ini gak bobrok berlari terus?”
__ADS_1
Mereka semua terkejut, bagaimana bisa orang tanpa tenaga dalam mampu melawan bandit yang jelas-jelas mempunyai kekuatan di atasnya? Bahkan Rey bisa berlari lebih cepat dari mereka.
Sedangkan Tetua Fengyi dan Zenith yang sudah mengetahui tentang Rey yang tidak mempunyai tenaga dalam hanya diam saja, meskipun mereka sendiri masih belum mengetahui tentang kekuatan Rey yang mampu melawan bandit kemarin.
“Halah, kau bocah gila jangan coba-coba berbohong, kau kemarin yang jelas-jelas sekarat tiba-tiba sehat paginya, bahkan kau dapat berlari layaknya setan yang kesetanan, tapi sekarang kau malah mengeluh tentang kakimu itu? Aku saja ragu jika kau ini manusia.” Ucap Tetua Fengyi seraya menatap Rey dengan pandangan heran.
“Benar, kau saja dapat membunuh bandit kemarin hanya dengan sebuah api.”
“Benar, benar.”
“Jangan cari perhatian kau!”
Ucapan Tetua Fengyi membuat haters Rey menjadi gelap mata, mereka bahkan mengatai Rey yang mencari perhatian. Andai saja mereka tahu jika yang mereka benci adalah psikopat sinting, mereka pasti tidak akan pernah berani mengeluarkan kata-kata tersebut.
“Tapi tetap saja fisikku ini mempunyai batas, kau makan nasi, aku pun makan nasi, kecuali aku makan besi baru kau dapat mengatakan fisikku melebihi manusia biasa.” Rey berkata jujur, karena dia selama ini hanya bermodalkan kegilaan untuk menutupi kelemahannya tersebut, dia bukanlah supermen yang bisa menembakan laser dari matanya atau mengangkat rumah bertingkat dengan tangan kosong.
Feng Qiuyu merasa kasihan dengan Rey, dia mengelus pegasus tersebut dan berkata, “Apa kau mau membantu kami? Kau hanya perlu membantu dia saja, tidak perlu memanggil semua kawananmu.”
Pegasus tersebut tersentuh karena melihat tatapan lembut Feng Qiuyu, dia pun mendekati Rey dengan malas lalu menundukan tubuhnya. Sedangkan Rey tersenyum lebar, inilah yang dia tunggu-tunggu, dia sudah merencanakan untuk memanfaatkan kebaikan Feng Qiuyu jika saja rencana awalnya gagal.
“Aku jatuh auto mokad kau!” Ucap Rey seraya menaiki pegasus tersebut.
“Baiklah ayo berangkat!” Ucap Tetua Fengyi yang dibalas anggukan mereka semua.
__ADS_1
Mereka semua berlari ugal-ugalan seraya berteriak (Ger ra minggir tabrak!). Sedangkan Rey hanya bisa berteriak-teriak tidak jelas karena terpelanting-pelanting di atas tubuh Pegasus tersebut, dia sendiri tidak pernah sekalipun menunggangi seekor kuda.
“Sial! Kuda bobrok sialan! Awas kauuuuu! Aaaaaaaaa.”