
Keributan yang ditimbulkan Rey nampaknya membuat ruangannya menjadi pusat perhatian disana, bahkan terlihat beberapa Tetua menghampiri ruang belajar mereka.
“Ada apa ini?!” Tanya Tetua Fengyi yang penasaran dengan keributan yang tengah terjadi.
“Ah…Tetua Fengyi, murid elit baru kita nampaknya membuat masalah besar” Ucap guru Tata Krama tersebut.
“Masalah? Masalah besar apa?!”
“Coba anda lihat siapa yang tengah berbaring sekarat disana” Ucap Guru tata krama sambil menunjuk Ling Qieng.
Sontak saja Tetua Fengyi dan Tetua lainnya menengok kearah yang ditunjuk guru tata krama tersebut, dan betapa terkejutnya mereka melihat anak selir dari Patriak Klan Ling alias Ling Qieng terbaring sekarat, bahkan terlihat jika tubuh Ling Qieng kini dipenuh luka terutama wajahnya yang terlihat sudah hancur tersebut.
“I-ini?! Murid baru siapa yang kau maksud?!” Tanya Tetua Fengyi penasaran dengan identitas pelaku yang membuat Ling Qieng sekarat tersebut.
“Ah, itu bocahnya” Ucap Guru tata krama sambil menunjuk kearah Rey.
“Kau?!” Tetua Fengyi melototkan matanya sebab bocah yang dimaksud Guru tata krama tersebut ternyata Rey yang saat ini sedang duduk di atas meja seperti jagoan.
“Oh, ada apa Tetua Fengyi, apa kau mencariku?”
Semua Tetua disana tentu tahu bocah di depan mereka saat ini, karena dia adalah pembuat kekacauan saat tes perekrutan murid sebelumnya.
“Apa kau tahu siapa yang kau buat sekarat itu?!”
“Tidak tahu, dan juga tidak mau tahu, emang penting ya sang penghancur ini mengenal dia?” Tanya Rey dengan nada santai.
“Dia adalah anak dari selir Patriak Ling!” Ucap Tetua Fengyi dengan lantang.
“Lalu? Untung saja dia anak orang lain, jika dia anakku sudah ku cekik dia sampai mati!”
Mereka semua yang mendengar ucapan Rey tak bisa untuk tidak terkejut lagi. Semua orang tahu, meskipun Klan Ling tidak terbilang besar, tetapi mereka itu mempunyai hubungan dengan Klan-klan besar lainnya, seperti Klan Yen dan juga Klan Chen dari kekaisaran Chen itu sendiri.
__ADS_1
“Kau dalam masalah besar sekarang!”
“Hadeh, masalah tidak akan pernah jadi masalah jika tidak dipermasalahkan” Ucap Rey sok bijak.
Mereka semua membenarkan ucapan bocah pembuat onar di depan mereka saat ini, tapi tentu saja masalah ini tidak sesederhana yang diucapkan. Namanya masalah memang akan menjadi masalah karena memang itu adalah masalah, jika bukan masalah buat apa menjadikannya masalah? Bikin repot saja pikir mereka.
“Nak, yang kau ucapkan itu memang ada benarnya, tetapi masalah yang kau timbulkan ini bukanlah masalah sepele, ini menyangkut keberlangsungan Sekte Laut Biru! Kau membuat kita dalam bahaya!”
Rey yang mendengar itu semua merasa bodo amat, memang buat apa dirinya mempedulikan Sekte yang baru dimasukinya. Namun, Rey segera sadar bahwa ayahnya masih bekerja di Klan Ling.
“Kalian tidak usah ikut campur masalah ini, biar sang penghancur ini sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya”
“Jika Klan Ling bertanya siapa yang membuat bocah itu sekarat, katakan saja bahwa aku pelakunya” Ucap Rey dengan nada tegas yang membuat semua orang mendengarnya kini memandang dirinya sebagai sosok yang bertanggung jawab.
Setelah mengatakan itu Rey langsung pergi dari sana, yang membuat semua orang disana menatap punggungnya yang menjauh dari kerumunan.
“Tetua Fengyi, bagaimana ini?! Apa kita harus membantunya atau tidak?!” Ucap Tetua Lin.
Para Tetua disana nampaknya setuju dengan usulan Tetua Fengyi, mereka langsung bergegas menuju ke kediaman Patriak mereka. Sedangkan Zenith yang sejak tadi diam saja kini mulai bergerak, nampaknya dia ingin menyusul Rey yang entah pergi kemana.
Ternyata Rey saat ini berada di dalam kamarnya, dirinya sedang memikirkan kemungkinan terburuk dari masalah yang ia timbulkan, dari kemungkinan buruk bahwa dirinya harus bertarung melawan seluruh Klan Ling, dan juga kemungkinan terburuk jika Klan Ling ternyata mempunyai pendukung kuat lainnya.
“Jika aku bertarung tanpa menggunakan Qi mungkin akan menjadi sebuah masalah, tapi itu semua bisa ditutupi dengan melepaskan segel kegelapan di jiwaku”
“Tetapi sepertinya itu bukanlah ide yang bagus, aku tidak tahu harus melepaskan berapa segel kegelapan untuk melawan mereka, karena aku tidak tahu seberapa kuat Klan Ling itu”
“Jika hanya segel pertama dan kedua saja mungkin aku masih dapat mengendalikannya, tapi jika segel ketiga kurasa itu akan menambah masalah”
Setelah berpikir agak lama akhirnya Rey memutuskan untuk menemui ibunya terlebih dahulu. Entah kenapa dirinya khawatir dengan orang tua yang bahkan bukanlah orang tua aslinya, tapi yang pasti orang tuanya saat ini sudah ia anggap sebagai keluarganya.
Baru saja Rey membuka pintu, tiba-tiba saja Zenith berada di depannya.
__ADS_1
“Sudah kuduga kau disini Rey, jadi apa yang akan kau lakukan?” Tanya Zenith penasaran.
“Akan kuratakan Klan Ling jika berani mengusikku ataupun keluargaku” Ucap Rey dengan serius.
Ucapan Rey memang terdengar sangat konyol, tapi hanya Rey sendirilah yang tahu betapa menakutkannya ketika dirinya murka.
“Pffft, kekuatanmu yang bahkan tidak seberapa ini ingin meratakan Klan Ling?”
Rey yang merasa diremehkan kesal, matanya berubah menjadi hitam tanda ia serius, bahkan ia tidak menyadari jika aura gelap di tubuhnya keluar sedikit demi sedikit.
Keanehan pun terjadi, tubuh Zenith nampaknya juga mengeluarkan sedikit aura gelap yang hampir sama dengan milik Rey, kedua aura gelap itu terlihat menyatu seperti menemukan kesamaan dengan masing-masing. Namun, terlihat jika aura gelap milik Rey lebih mendominasi dari pada aura gelap milik Zenith.
Rey tersentak karena tubuh Zenith mengeluarkan aura gelap yang hampir mirip dengan miliknya. Sedangkan mata Zenith yang awalnya seperti mata manusia pada umumnya kini berubah menjadi hitam sama dengan mata milik Rey.
Keduanya saling menatap satu sama lain, tapi nampaknya mata hitam Zenith tidak bisa menandingi kegelapan yang ada di mata iblis milik Rey.
“Ukhhhhhhhh…” Zenith menutup matanya akibat tidak kuat melihat mata iblis milik Rey.
“Mencoba melawanku? Kualitas matamu itu tidak bisa dibandingkan dengan milikku”
Tiba-tiba saja aura gelap dan mata hitam milik Zenith menghilang, setelah itu ia langsung tak sadarkan diri.
Rey menyeret Zenith ke dalam kamar, dan meletakannya di tempat tidurnya. Rey nampaknya sangat penasaran dengan keanehan di tubuh Zenith, yang dimana mata hitam dan aura gelap yang ia punya sama dengan Zenith, meskipun ia tahu bahwa miliknya itu lebih kuat berkali-kali lipat dari pada milik Zenith.
"Bocah ini memang sangat aneh... Pertama di tubuhnya terdapat sedikit energi ras iblis, dan sekarang mata dan aura miliknya hampir sama dengan milikku?!"
“Tetapi, bagaimana bisa mata dan aura miliknya sama denganku? Meskipun kekuatan yang ditampilkan berbeda, tetapi itu tetap saja hal yang aneh”
Rey memegang tubuh Zenith, lalu ia menyalurkan sedikit aura gelap miliknya ke tubuh Zenith. Rey tersentak karena aura gelap miliknya ternyata dapat membuat aura di tubuh Zenith keluar, sepertinya aura gelap miliknya dapat memanggil aura gelap di tubuh Zenith.
Rey tidak tahu ini adalah hal buruk atau tidak, tapi yang pasti dirinya dan Zenith sepertinya mempunyai suatu hubungan yang tak bisa ia ketahui untuk saat ini.
__ADS_1