Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 75 - Telepati


__ADS_3

Tetua Fengyi kembali mejadi sosok tenangnya dan berkata, “Ada apa gerangan 2 sosok legenda seperti kalian kemari? Apa kami melakukan suatu kesalahan?”


‘Legenda?’ Rey mengernyitkan dahi, dia merasa tidak senang jika ada sosok legenda selain dirinya, udah gitu orang tua bau tanah pula.


Jika kedua orang tua bobrok di depannya ini disebut sebagai legenda terus bagaimana dengan dirinya? Dia adalah sosok legenda di antara para legenda, dialah legenda sang penghancur yang membuat seluruh dunia resah karenanya, jadi dialah bapaknya legenda, tidak! Dia sendirilah asal mula kata legenda itu sendiri.


“Kami kesini hanya penasaran saja dengan sosok Rey, dia menjadi kuda hitam di turnamen kali ini, pemuda yang sangat kuat sepertinya pastinya cukup terkenal di khalayak umum tetapi mengapa kami berdua sama sekali tidak pernah mendengar tentangnya?” Jawab Xiao Shen.


“Ya jelas saja kalian tidak pernah mendengar sosokku, orang baru beberapa minggu hidup,” Gerutu Rey kesal, dia pastikan bahwa namanya akan diketahui oleh dunia kelak, akan dia ukir nama di otak semua orang dan dia pastikan mereka tidak akan pernah bisa melupakan sosoknya.


Mereka dengan sangat jelas mendengar gerutuan Rey, beberapa minggu? Tidak mungkinkan dia hidup beberapa minggu langsung besar? Apa dia baru lahir setelah 10 tahun lamanya berada di dalam kandungan karena tidak mungkin bagi seseorang tiba-tiba bongsor setelah beberapa minggu lahir.


Tetua Fengyi mentap Rey heran, dia berpikiran bahwa Rey baru merasakan hidup setelah beberapa minggu saja, itu pemikiran yang cukup logis untuk saat ini, tapi dia sedikit merasa ragu sebeb Rey memanglah bocah gila yang otaknya sudah keracunan, bahkan dirinya sangat yakin bahwa Rey sudah bisa salto saat di dalam kandungan ibunya.


“Ehm, dia sebenarnya murid jenius diantara para jenius lainnnya, dia baru saja keluar setelah 5 tahun melakukan latihan tertutup,” Tetua Fengyi mentap Rey sebentar dan melanjutkan perkatannya, “Jangan tertipu oleh penampilannya yang terlihat seperti bocah polos karena dia itu sudah memasuki usia kepala dua.”


Semua orang terkejut, tapi Yui dan lainnya tahu jika Tetua Fengyi berbohong sebab jika mengatkan bahwa usia Rey masih 10 tahun itu akan menimbulkan pertanyaan, jadi bohong lebih baik karena itu cukup dapat di terima oleh pikiran, sedangkan Rey sendiri terlihat mengangguk-ngangguk saja seolah dirinya memang sudah menginjak usia kepala dua, walaupun pada kenyataannya total usianya sudah menginjak kepala ribuan sih tetapi disebut kepala dua juga tidak buruk juga pikirnya.


“Oh pantas saja, cukup masuk akal bahwa dia sudah 20 tahunan, tapi tetap saja dia sangat hebat karena sudah mengalahkan muridku dan murid saudaraku.” Jawab Xiao Shen seraya menepuk bahu Rey.


‘Bocah ini?!’ Dia terkejut saat tidak bisa merasakan aliran Qi di tubuh Rey. Sebelumnya dia sudah bingung karena tidak mengukur kekuatan Rey, bahkan sahabatnya saja si pengemis tua juga tidak bisa merasakannya sama sekali.


Mereka berdua saling pandang, mereka memiliki 2 pemikiran yang sama yaitu pertama Rey tidak mempunyai aliran Qi sama sekali atau bisa disebut sebagai orang biasa, kedua adalah Rey menyembunyikan kekuatannya sampai dalam tahap tidak bisa dideteksi tetapi itu sangatlah mustahil, mereka berdua memang bisa menyembunyikan kekuatan dan hawa keberadaan mereka tetapi tetap saja itu masih bisa dideteksi oleh orang yang lebih kuat dari mereka.

__ADS_1


"Hei, tidak mungkinkan bocah ini lebih kuat dari kita?" Xiao Shen bertanya lewat telepati kepada Xiao Shen.


"Itu mustahil, tapi tidak mungkin juga bocah ini hanya seorang manusia biasa!" Xiao Shen membalas pertanyaan Xiao Chen.


"Ya kau benar, tidak mungkin bagi seorang manusia biasa dapat mengalahkan seorang kultivator, tetapi tidak mungkin juga dia lebih kuat dari kita, astaga bisa-bisa aku tambah tua jika terus memikirkan bocah ini,"Keluh Xiao Chen karena dibuat bingung oleh sosok Rey.


"Untuk saat ini mungkin lebih baik sekte kita menjalin kerja sama dengan sektenya, karena bocah ini mungkin akan menjadi seorang legenda melebihi kita berdua," Xiao Shen memiliki pendapat lebih baik karena tentunya mereka tidak ingin menyinggung sebuah kekuatan besar yang akan menghancurkan mereka hanya karena sebuah rasa penasaran.


"Baiklah, kurasa itu ide yang bagus, bocah ini adalah sebuah permata di tengah lautan manusia," Xiao Chen nampaknya setuju dengan pendapat Xiao Shen.


Kembali pada dunia nyata, Rey saat ini tengah menatap Xiao Shen dengan heran, tidak mungkin kan orang tua bau tanah di depannya ini banci seperti Bai Luo? Tapi melihat sikapnya nampak seperti orang tua normal kebanyakan, tidak ada tanda-tanda dia menyukai sesama jenis.


Xiao Shen menatap Rey tak percaya, dari semua orang misterius yang pernah ditemuinya tidak ada yang semisterius Rey, itu seperti Rey adalah sosok yang luar biasa, dia bahkan cukup yakin Rey itu seorang pertapa yang mengubah penampilannya menjadi seorang bocah.


?!


Xiao Shen terkejut bukan main karena mendengar suara Rey di dalam pikirannya, bagaimana seorang bocah bisa melakukan telepati? Tidak! Itu sangatlah mustahil meskipun dia harus di tampar ribuan kalipun! Dia lebih percaya kodok menggonggong daripada percaya seorang bocah melakukan telepati.


Xiao Shen menatap Xiao Chen tak percaya, tatapan itu seperti mengatakan bahwa apa yang dilihatnya adalah sesuatu kemustahilan. Xiao Chen sendiri bingung dengan arti tatapan saudarnya sekaligus sahabatnya tersebut, "Ada apa Xiao Shen? Mengapa kau menatapku seperti itu? Apa ada sesuatu yang aneh lagi mengenai bocah ini?" Tanyanya melalui telepati.


"Heh, ternyata kalian berdua sejak tadi berdiam diri karena sedang membicarakanku toh? Rey memasuki pikiran Xiao Shen dan Xiao Chen dan tentu saja hal itu membuat mereka berdua terkejut bukan main.


Mereka berdua berkeringat dingin karena sepertinya Rey benar-benar sosok tinggi yang menyamar sebagai bocah saja, karena melakukan telepati saja sudah sangat susah dan hanya terbatas beberapa orang saja itupun tergantung seberapa banyak Qi yang dimiliki oleh orang tersebut, mereka saja hanya bisa melakukan dengan satu orang itupun sangat terbatas karena melakukan telepati cukup banyak menguras Qi di dalam tubuh.

__ADS_1


"Sebenarnya siapakah kau ini?" Tanya Xiao Chen dengan ragu, dia cukup takut bahwa Rey akan tersinggung karena ucapannya, dia sekarang yakin bahwa Rey itu merupakan seorang pertapa atau paling tidak sosok agung yang melebihi seorang kaisar sekalipun.


"Aku?" Rey tersenyum sinis dan tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara tawa pria yang sangat keras, suara tawa itu menggema di dalam otak mereka sampai-sampai membuat jiwa mereka bergetar. Suara tawa itu adalah hasil perbuatan Rey, dia tidak perlu memakai Qi untuk melakukan sebuah telepati, dia bisa masuk kedalam alur telepati seseorang jika orang tersebut berada di dekatnya dan tentu saja hal itu hanya bisa dilakukan olehnya.


Tidak ada yang dapat memasuki pikiran seseorang jika mereka tidak mengizinkan tetapi Rey dapat memasuki pikiran mereka berdua, bahkan Rey dapat membuat jiwa mereka bergetar hanya karena sebuah suara tawa belaka, satu hal yang pasti adalah Rey merupakan sosok yang kekuatannya jauh di atas mereka berdua.


"Ma-maafkan kami yang tidak mengenal sosok agung seperti tuan, tetapi mengapa seorang yang sangat kuat seperti tuan harus menyembunyikan kekuatannya kepada dunia? Tuan pasti akan menjadi seorang yang sangat dihormati oleh semua orang jika saja menunjukan kekuatan tuan pada dunia,” Xiao Chen bertanya melalui telepati dengan hati-hati.


“Benar, sosok seperti tuan pasti akan dikenal oleh seluruh orang di Kekaisaran Chen, tidak! Bahkan mungkin sosok anda akan dikenal sampai ke Kekaisaran Qin.”


"Kekuatanku sekarang masih lemah, ada saat dimana aku akan menunjukan kekuatanku yang sebenarnya pada dunia," Jawab Rey seraya tersenyum sinis.


Xiao Chen dan Xiao Shen saling padang, badan mereka terlihat bergetar tetapi terlukis sebuah senyuman di wajah mereka karena sepertinya mereka menemukan sosok agung yang sedang menyamar, tentunya jika menjalin ikatan dengannya dapat membuat sekte mereka kokoh sebab sosok seperti Rey pasti akan dihormati oleh seluruh kultivator aliran putih bahkan kultivator aliran hitam pun akan takut jika tahu akan sosok agung sepertinya.


Mereka berdua tidak tahu bahwa saat Rey menunjukan kekuatannya pada dunia itu artinya mereka telah siap melihat sebuah kehancuran yang maha dahsyat, dan pada saat itu mereka akan tahu arti perkataan Rey yang akan menunjukan kekuatan sebenarnya.


Note : Nanti akan ada update lagi 1 atau 3 chapter, jangan pedulikan berapa lamanya saya update karena akan saya jadwal setiap minggu 5 chapter, itu saya lakukan agar tidak membebani diri sendiri karena mata kuliah yang saya ambil cukup menguras waktu dan mental, jadi nikmati saja oke, berharap boleh tapi jangan menuntut ya, akan saya kabulkan permintaan untuk crazy up jika waktu saya luang.


Untuk hater... Fak yu! Hahahaha!


See yaa;


 

__ADS_1


 


__ADS_2