
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka telah selesai makan, Rey yang penasaran dengan turnamen yang kembali berlanjut atau tidak akhirnya memilih untuk bertanya karena bagaimanapun dia dan Chen Shui sebelumnya telah memporak-porandakan Arena sampai benar-benar hancur lebur.
“Hm.. bagaimana dengan turnamennya? Apa masih berlanjut?”
“Karena pertarunganmu dan putri Chen Shui sebelumya membuat hancur Arena, jadi pihak panitia memutuskan untuk menunda turnamen selama satu hari untuk memperbaiki Arena, turnamen akan dilanjutkan besok hari.” Jawab Zenith.
“1 hari? Bagaimana mereka bisa memperbaiki kerusakan besar itu dalam waktu 1 hari saja?” Tanya Rey yang keheranan dengan penundaaan turnamen yang begitu singkat.
Memperbaiki dan menghancurkan itu sangatlah berbeda, menghancurkan bisa dilakukan dalam sekejap mata saja sedangkan memperbaiki sangatlah berbanding terbalik, meskipun kau berkedip sampai ribuan kali juga belum tentu selesai.
“Kaisar Chen mengerahkan seluruh tenaga kerja yang ada untuk memperbaiki arena, dari alat-alat, bahan-bahan yang akan digunakan sampai dengan kebutuhan lainnya sudah terjamin dan tidak kurang sedikit pun, karena beliau akan menghukum mati siapapun yang berani korupsi apalagi jika menyangkut rakyatnya, jadi tidak ada petinggi manapun di Kota Chenzu yang berani melakukan korupsi.” Jelas Tetua Fengyi.
‘Tak kusangka orang tua itu begitu tegas, sungguh cocok menempati kursi kaisar.’ Batin Rey seraya tersenyum kecil.
Karena di luar masih dalam keadaan hujan membuat mereka semua terpaksa duduk di dalam Restoran Bulan Putih sampai hujan mereda. Terlihat tiga orang pria memakai pakaian mewah memasuki Restoran Bulan Putih, dengan arogannya salah satu dari mereka memesan pesanan termahal dengan suara keras yang tentunya membuat semua orang di dalam sana terganggu.
Saat mereka ingin duduk, secara tidak sengaja mereka melihat Yui yang duduk manis seraya menopang dagunya, meskipun tertutupi oleh cadar tetap saja kecantikannya itu tidak akan hilang. Mereka semua menelan ludah, terutama pria yang memesan dengan suara keras tadi, dia sampai menyubit pipinya sendiri barang kali penglihatannya ada yang salah karena tidak mungkin di dunia ini yang memiliki wajah bak dewi.
“Hei, siapa wanita itu?” Bisiknya kepada salah satu orang di belakangnya.
“Entahlah tuan, aku tidak tahu, namun satu hal yang pasti adalah dia merupakan wanita tercantik yang pernah kutemui.”
“Hei, kalian berdua bisa bantu aku, kalian hanya perlu menyanjung diriku agar menarik perhatiannya” Bisiknya.
“Tentu saja bisa tuan.”
Mereka bertiga mendekat yang membuat Rey dan kawan-kawannya menoleh. Melihat tampang Yui dari dekat membuat jantung mereka serasa mau copot, tidak diragukan lagi bahwa dibalik cadar itu tersembunyi kecantikan yang sebenarnya.
__ADS_1
“Ada apa kalian kesini? Tampang norak kalian membuat mataku sakit!” Ucap Rey kesal, dia kesal melihat tiga orang udik yang tidak diketahui asal usulnya berani melihat wajah cantik Yui, hanya dia sajalah yang boleh melihat wajah Yui sedangkan lainnya tidak boleh walaupun itu dedemit.
Mendengar ucapan seorang bocah tampan berambut putih yang menghina mereka membuat tersulut emosi, tapi setelah mendapat tatapan tajam dari Yui membuat mereka mengurunkan niatan tersebut.
“Nona cantik, apa kau mau bergabung di meja kami?” Tanyanya seraya mencium rambut Yui dengan mesum.
Mereka semua yang melihat itu langsung berdiri dan mengacungkan senjata mereka ke arah pria itu. Meskipun kesal Yui tetap diam saja, dia melirik Rey untuk melihat reaksinya terhadap pria kurang ajar itu.
“Hey, turunkan senjata kalian semua.” Ucap Rey seraya berdiri.
Tetua Fengyi, Zenith dan Feng Qiuyu menurut saja, bukannya mereka patuh melainkan mereka ketakutan saat melihat mata Rey yang berubah menjadi hitam pekat. Rey mendekat ke arah pria mesum itu dan tanpa di duga tiba-tiba saja dengan brutalnya dia menusukan sumpitnya ke arah mata kiri pria mesum tersebut.
“Arggggghhhh! Mataku!” Pria itu berguling-guling di lantai seraya berteriak kesakitan.
Semua orang yang melihatnya terkejut bukan main, terutama kedua orang yang mengikuti pria itu, mereka ingin menyerang Rey tapi setelah melihat mata hitam itu membuat mereka ketakutan setengah mati.
“Hei bocah sinting, berani sekali kau menyentuh seorang dewi dengan tangan kotormu itu, mau kubuat matamu itu pindah ke lutut?!” Bisik Rey di telinga pria itu dengan nada ancaman.
Dia melihat bocah berambut putih di depannya untuk melihat siapa yang telah berani menyerang dirinya, namun setelah melihat bocah berambut putih di depannya membuatnya ketakutan bukan main, terutama mata hitam itu yang membuat dia seketika kencing di celana.
“Hey kalian berdua, bawa mahluk kotor ini keluar dari sini!” Ucap Rey seraya menendang pria itu sampai tersungkur.
“Aku sudah mengingat tampang kalian bertiga, jadi jangan sampai aku melihat tampang kalian lagi kedepannya, karena jika sampai aku melihat tampang kalian lagi maka dipastikan bahwa itu adalah hari terakhir kalian bernafas, mengerti!”
“M-mengerti tuan muda!” Mereka berdua langsung menggotong pria itu dengan terburu-buru.
Rey dengan santainya kembali duduk dan menatap jendela dengan pandangan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka semua ingin bertanya tetapi setelah mengingat mata hitam Rey tadi membuat mereka mengurungkan niatan tersebut.
__ADS_1
'Apa tadi dia menyebutku Dewi? Ahhh'
Wajah Yui terlihat memerah seraya tersenyum, meskipun dia sangat tidak setuju akan tindakan berlebihan yang Rey lakukan, namun entah mengapa dia merasa tindakan Rey tadi karena dirinya, hal itu membuat hatinya berbunga-bunga karena itu artinya Rey benar-benar memperhatikannya.
Melihat Rey yang sejak tadi memasang ekspresi buruk membuat mereka semua bingung, jadi mereka memberanikan diri untuk bertanya.
“Rey, apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Zenith.
“Iya benar, kenapa kau tiba-tiba memasang ekspresi buruk. seperti itu?” Sahut Feng Qiuyu,
Rey melirik mereka berdua bergantian dan berkata, “Sudah dimulai.”
“Sudah di mulai?” Tanya mereka serempak.
“Hujan ini bukanlah alami dari alam melainkan sebuah jurus yang sengaja digunakan untuk membatasi pergerakan semua orang.” Jawab Rey yang menjelaskan isi pikirannya.
Mendengar penjelasan Rey yang tidak masuk akal membuat mereka semua kebingungan, siapa yang bisa memanipulasi cuaca hingga bisa menurunkan hujan, bahkan jika itu hanya satu meter saja tidak mungkin, karena tidak ada satu pun orang yang bisa memanipulasi cuaca di dunia ini, kecuali orang itu adalah dewa pikir mereka.
“Hey nak, kurasa ada yang salah dengan otakmu itu, mana ada orang yang mampu menurunkan hujan.” Ucap Tetua Fengyi seraya menggelengkan kepalanya pelan.
“Kau tidak tahu apa-apa, kau lihat awan putih itu? Bedakan dengan awan hitam di atas kita, Itu artinya hujan ini hanya diturunkan di kota ini saja tapi tidak di tempat lain.”
Mendengar jawaban Rey membuat mereka semua menoleh ke atas, ternyata benar apa yang dikatakan Rey, karena awan hitam hanya menggumpal sedikit di atas mereka yang artinya hujan itu hanya terfokus pada satu tempat, tapi mereka juga bingung bagaimana bisa ada seseorang yang mampu memanipulasi cuaca.
‘Kurasa rencanaku akan tertunda.’
__ADS_1