Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 50 - Kekuatan Tersembunyi Putri Kaisar


__ADS_3

Pagi telah tiba, saat ini mereka berempat sedang sarapan, tapi kali ini mereka bukan sarapan dengan makanan mewah melainkan makanan jalanan saja, itupun terpaksa karena sebenarnya mereka sama sekali tidak merasa lapar melainkan Rey sendiri.


“Sudah kenyang?” Tanya Tetua Fengyi.


“Yaps.” Jawab Rey singkat.


“Baiklah, mari kita berangkat.”


Karena jarak mereka dengan istana kekaisaran tidak begitu jauh, jadi hanya dalam waktu singkat saja mereka telah sampai. Terlihat banyaknya orang yang mengantre di depan pintu gerbang istana, mereka bahkan rela berdesakan satu sama lain, tentu saja situasi seperti itu dimanfaatkan oleh para hidung belang untuk menyentuh asset-aset pribadi perempuan di sana.


Zenith ikut mengantre bersama Tetua Fengyi karena peserta yang telah kalah tidak dapat mengikuti pertandingan kembali, sedangkan Rey dan Feng Qiuyu memasuki arena lewat jalur khusus seperti sebelumnya.


Terlihat beberapa pasang mata melihat kedatangan mereka berdua, kemenangan Rey sebelumnya membuat mereka cukup tertekan dengan hawa kehadirannya saja. Mereka menganggap Rey lebih kuat dari mereka semua karena dapat mengalahkan lawan yang berada di tingkat bumi tahap awal, sebab tidak ada satupun dari mereka yang mencapai tingkat bumi.


Rey tersentak kala melihat semua peserta di grup C menunduk saat melihat dirinya, bahkan orang berbadan besar yang sebelumnya bersikap arogan kepadanya kini menciut, padahal jelas-jelas kekuatan mereka semua melebihi dirinya.


“Heh, percuma mempunyai kekuatan besar jika tidak didukung oleh nyali yang besar juga.” Batin Rey seraya tersenyum sinis.


Feng Qiuyu sendiri sebenarnya sangat gugup saat berada di dekat Rey, kemenangan Rey sebelumnya membuatnya cukup tertekan, dia sangat takut jika dirinya kalah karena itu akan membuat Rey harus berdiri sendiri mewakili Sekte Laut Biru.


“Rey, bagaimana jika aku kalah nanti.” Tanya Feng Qiuyu dengan ekspresi rumit.


“Kalah ya kalah, kekalahan bukanlah sebuah akhir.” Jawab Rey santai tanpa beban.


Mendengar ucapan bijak Rey membuat hatinya seketika tenang, dia sungguh tidak percaya jika Rey yang selalu membuat kerusuhan ternyata sangatlah bijak dalam menanggapi beberapa persoalan. Padahal yang sebenarnya adalah Rey hanya asal ucap saja, dia sama sekali tidak peduli jika Feng Qiuyu kalah nantinya, selama bukan dia yang kalah maka hal itu bukanlah masalah baginya.


“Kekalahan memang bukanlah sebuah akhir, kecuali jika kau mati.” Batin Rey seraya tersenyum sinis.


Saat mereka semua sedang menyelami pikiran masing-masing, tiba-tiba pintu di depan mereka terbuka lebar, terlihat jumlah penonton yang lebih banyak dari sebelumnya.


Sorakan demi sorakan terdengar di seluruh penjuru arena, sorakan para penonton tambah keras saat melihat wasit melangkah masuk ke tengah arena.


“Semua penonton harap tenang.” Ucap wasit itu dengan lantang.


Semua penonton masih bersorak keras, bahkan ada beberapa orang yang sampai tersedak karena terus-terusan berteriak. Melihat tidak ada yang menghiraukan ucapannya membuat wasit itu kesal bukan main, dia menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


“KALIAN SEMUA BUDEG HAH?!” Teriak wasit itu dengan sangat keras sampai-sampai menghasilkan hempasan angin yang cukup kencang.

__ADS_1


Seketika semua penonton bungkam, mereka tidak menyangka jika wasit yang terlihat kalem sejak kemarin bisa berteriak sekencang itu, bahkan lebih kencang daripada teriakan jantan para pria saat tangannya kejepit pintu kamar mandi.


“Wasit itu sudah gila ya?”


“Entahlah, teriak-teriak seperti itu bikin orang tuli saja.”


“Lah, kan kau memang sudah tuli bodoh!”


“Oh iya ya, aku lupa.”


“Lah, terus bagaimana kau bisa menjawab ucapanku sedangkan kau sendiri tuli?”


"Inilah yang dinamakan orang tuli tapi gak budeg.”


"Matamu!"


Dengan pandangan tajam wasit itu melihat ke segala penjuru arena dan berkata, “Hari ini akan dilanjutkannya pertandingan antar peserta, tanpa basa-basi lagi maka saya akan panggil peserta yang akan bertanding pertama kali.”


Semua peserta menelan ludah, mulut mereka tak henti-hentinya komat-kamit mengucapkan mantra agar mendapat lawan yang lebih lemah dari mereka, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka saat ini sangatlah gugup.


Namun hal itu hanya berlaku bagi yang belum bertanding sebab bagi mereka yang sudah bertanding tidak perlu bertanding lagi sebelum semua peserta telah sepenuhnya selesai bertanding.


Rey sebetulnya tidak sudi tangannya dipegang-pegang oleh orang lain, tapi karena Feng Qiuyu mempunyai wajah cantik dan tubuh aduhai membuatnya sulit untuk menolak berkah tersebut, dia bukanlah manusia munafik yang lain di mulut lain di hati, bohong jika sisi prianya tidak tergoda akan kecantikan Feng Qiuyu.


“Kau tenanglah, tanganmu bahkan sampai keringatan seperti ini.” Ucap Rey seraya mengelap tangan Feng Qiuyu dengan tangannya layaknya sepasang kekasih.


Hal itu membuat semua pria di sana menatapnya iri, mereka juga ingin merasakan kelembutan tangan Feng Qiuyu. Meskipun Rey masih bocah tetapi tingkah lakunya sama sekali tidak mencerminkan seorang bocah, mana ada bocah bisa melakukan hal yang sangat romantis dengan perempuan yang lebih dewasa darinya.


“Hargai kami para jomblo.”


“Mataku perih melihat mereka, tetapi hatiku ini lebih perih melihat kemesraan mereka berdua.”


“Mampus, mangkannya cari gandengan sana!”


Feng Qiuyu nampaknya tidak sadar dengan perlakuan Rey kepadanya, Rey sendiri juga terlihat bodo amat dengan sekitarnya, suka-suka dia mau melakukan apa, selama itu tidak merugikan orang lain mengapa tidak? Bahkan meskipun itu merugikan orang lain juga dia sama sekali tidak peduli.


Jika semboyan wanita mengatakan bahwa mereka selalu benar itu salah, karena semboyan yang benar mengatakan bahwa semua hal yang dilakukan oleh Rey selalu benar alias tidak pernah salah.

__ADS_1


“Chen Shui dari grup A melawan Feng Qiuyu dari grup C.” Ucap wasit itu dengan sangat lantang yang membuat penonton terkejut, bahkan Tetua Fengyi saja sampai terjungkal dari tempat duduknya.


Feng Qiuyu sendiri terkejut bukan main, bagaimana mungkin dirinya harus melawan seorang putri kaisar? Dia bukannya takut kalah karena bagaimanapun kekuatan Chen Shui melebihi dirinya, dia takut jika tidak sengaja melukai Chen Shui yang menyebabkan dirinya terkena hukuman.


“Tidak usah ragu untuk menebasnya, tapi usahakan jangan sampai membunuhnya, karena dia merupakan calon istri masa depanku.” Ucap Rey yang membuat wajah Feng Qiuyu tambah kusut, bukannya memberinya semangat, Rey malah mengucapkan hal unfaedah yang membuatnya tambah gugup.


Dengan perasaan campur aduk antara gugup dan takut, Feng Qiuyu melangkah maju ke tengah arena seraya menggenggam kedua belatinya dengan erat. Di sisi lain terlihat Chen Shui yang sudah berdiri di tengah-tengah arena seraya mengenakan cadarnya.


Baru saja wasit akan menjelaskan peraturannya, tiba-tiba saja Feng Qiuyu mengucapkan hal yang membuat seluruh arena terkejut bukan main.


“Apa aku boleh menyerah?”


“Mengapa kau langsung menyerah? Kau bahkan belum bertanding sama sekali.” Tanya wasit.


Feng Qiuyu hanya diam saja seraya menundukan kepalanya, Chen Shui paham mengapa Feng Qiuyu langsung menyerah tanpa mencoba melawan itu dikarenakan dia merupakan putri dari seorang kaisar, tentu saja hal itu membuat semua orang takut berurusan dengannya karena tidak ada orang yang cukup bodoh melukainya.


“Jangan takut, kau tidak akan terkena hukuman setelah melukaiku, karena ayahku sudah mengizinkanku mengikuti pertandingan ini.”


Ucapan Chen Shui membuat Feng Qiuyu lega bukan main, rasa takutnya seketika sirna digantikan dengan keinginan untuk menang, meskipun terdengar sangat mustahil tetapi apa salahnya untuk bersikap optimis dan percaya diri.


Wasit itu kembali menjelaskan peraturan yang sama seperti sebelumnya, lalu memberi intruksi kedua peserta untuk mundur sampai ke sudut arena.


“Mulai!”


Baru saja wasit mengucapkan kata mulai, tiba-tiba saja Feng Qiuyu terpental keluar garis pembatas, tentu saja hal itu membuat semua penonton di arena tercengang, jangankan penonton, bahkan lalat yang sedang terbang saja sampai jatuh melihat hal tersebut.


“Apa yang sebenarnya telah terjadi?!” Batin mereka semua kebingungan.


Chen Shui menghampiri Feng Qiuyu yang tengah duduk terbengong, dia mengulurkan tangannya dan berkata, “Berdirilah, apa kau tidak apa-apa?”


“Ti-tidak apa-apa.” Ucap Feng Qiuyu terbata-bata seraya membalas uluran tangan Chen Shui.


Terlihat Feng Qiuyu yang masih kebingungan mengenai bagaimana dirinya tiba-tiba terhempas keluar garis pembatas, dia hanya merasakan sebuah hembusan angin saat dirinya berkedip dan tiba-tiba saja dirinya sudah berada di luar garis pembatas, bahkan dia sama sekali tidak mendapatkan luka setelahnya.


Sedangkan Rey sendiri dibuat kagum dengan penampilan Chen Shui, membuat lawan keluar dari garis pembatas dalam sekejap mata tanpa membuat lawannya tersebut terluka adalah hal yang sangat luar biasa, hanya dirinya saja lah yang mengetahui bagaimana cara Chen Shui dapat menghempaskan Feng Qiuyu dalam sekejap mata seperti tadi.


“Bagaimana bisa di dunia ini ada orang yang dapat mengendalikan angin sesuai keinginan sepertinya?!” Batin Rey seraya menatap Chen Shui dengan pandangan kagum.

__ADS_1


 


 


__ADS_2