Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 55 - Bersama Kaisar Chen


__ADS_3

Kaisar Chen dan Jendral Chen menatap Chen Shui dengan tajam, mereka berdua nampaknya meminta penjelasan atas perkataan Rey tentang menjadi calon suaminya. Chen Shui menjelaskan bahwa Rey dapat menikahinya jika bisa memenangkan turnamen, tapi dia tidak tahu bahwa Rey akan menganggap serius perkataannya itu.


Rey sendiri terlihat bodo amat dengan sekitarnya, dia malah menatap Yui sejak tadi, kelakuannya itu hanya disadari oleh Yui sendiri karena semua orang yang ada di meja masih mendebatkan tentang ucapan Rey.


Yui tentu malu ditatap oleh Rey, perempuan manapun akan malu jika ditatap seperti itu oleh pria yang dia sukai. Rey menatap Yui karena dia sungguh ingin mengetahui bagian mana dari Yui yang dia ketahui, dia melihat semua bagian di tubuh Yui untuk memastikan bahwa Yui memang pernah ditemuinya entah itu dikehidupannya yang lalu ataupun yang sekarang, tetapi setelah beberapa lama berpikir nampaknya memang dirinya memang baru pertama kali lah bertemu dengan Yui.


“Aneh, siapa sebenarnya dia..” Rey menggelengkan kepalanya pelan dan membiarkan waktu yang akan menjawab semua pertanyaannya.


Tak lama kemudian akhirnya pelayan istana datang membawa makanan, Rey yang melihat makanan mantap di depan meja menjadi beringas tetapi entah mengapa dia tidak bisa bersikap gila di depan Yui dan itu sangatlah menjengkelkan baginya, dia paling benci makan dengan sopan layaknya bangsawan tetapi akhir-akhir ini dia menyadari bahwa sikap dan perilakunya kembali menjadi seperti bangsawan, meskipun itu hanya muncul jika ada Yui tetapi tetap saja itu cukup membingungkan baginya.


“Makan malam telah tiba, silahkan menikmati hidangan ini tuan dan nona.” Ucap Kaisar Chen yang dibalas anggukan dan senyuman semua orang dimeja.


Makan malam yang sangat indah, semua orang makan dengan hening, tidak ada yang bicara ataupun meoleh, semuanya makan dengan sangat penuh nikmat, bahkan lalat saja enggan mengganggu makan malam mereka.


Entah kebetulan atau apa, Rey dan Yui memakan hidangan yang sama yaitu sayuran, jika Yui mungkin masih dimaklumi karena dia perempuan, tapi Rey? Itu sangatlah aneh karena bukan hanya dirinya pria tetapi karena dia sangat tidak menyukai sayuran jenis apapun, tetapi malam ini dia makan sayuran dengan nikmat seperti memakan daging, entah dia sadar atau tidak dengan apa yang dia makan itu.


Setelah selesai makan, Kaisar Chen mengajak Rey berbicara empat mata dengan dirinya, Rey mengangguk karena dia sebenarnya merasa tidak nyaman untuk bersikap waras, dia membutuhkan sebuah tempat untuk menyalurkan segala kegilaannya meskipun itu hanya hutan ataupun gua sekalipun.


Mereka berempat saling bertatap, semua orang bertanya-tanya mengenai alasan mengapa Kaisar Chen mengajak Rey berbicara pribadi, meskipun mereka tidak keberatan sama sekali tapi tetap saja itu adalah hal yang sangat aneh.


Kaisar Chen mengajak Rey ke arena belakang istana, di sana terlihat danau serta taman buatan yang begitu megah, bahkan ada beberapa angsa yang sedang berenang di danau buatan di sana. Rey yang kembali sinting meninggalkan Kaisar Chen saat beliau sedang berbicara dan lebih memilih untuk merendam kakinya di danau itu.

__ADS_1


“Ahhhh.. aku memang tidak menyukai kedamaian tetapi ketenangan seperti ini membuatku dapat merasakan apa itu hidup.” Rey berbicara sendiri seraya menggerak-gerakan kakinya di air.


Kaisar Chen yang memang orangnya santai ikut merendamkan kakinya bersama Rey di danau. Rey tersentak, dia merasa bahwa Kaisar Chen merupakan orang yang sangat santai dan tidak menanggapi suatu hal dengan serius, jika tebakannya tidak salah mungkin Kaisar Chen ini berjiwa muda yang artinya dia selalu melakukan apapun yang dia mau.


“Tak kusangka seorang kaisar seperti anda melakukan hal seperti ini.”


“Hidup itu hanya sekali, jadi mengapa kita tidak menikmati segala hal yang ada sebelum kita meninggalkan dunia ini.”


Rey tersenyum dan berkata, “Kau benar, aku bersyukur dengan hidup yang kumiliki, siapa tahu berapa lama kita hidup.”


Kaisar Chen tersentak, jika yang mengucapkan hal itu adalah orang tua yang sudah melewati asam, manis, asin, pahitnya kehidupan dia akan percaya, tetapi yang mengucapkan makna kehidupan barusan adalah seorang pemuda yang bahkan lebih muda dari putrinya.


“Nak, aku tau menanyakan umur seseorang sangatlah tidak sopan, tetapi aku sangat penasaran dengan umurmu, sebenarnya kau ini umur berapa?” Kaisar Chen bertanya seperti itu karena dia merasa bahwa Rey lebih tua dari penampilannya, orang tua pun akan kesulitan jika ditanyai tentang kehidupan apalagi seorang bocah? Tetapi bocah berambut putih di sampingnya ini berkata mengenai kehidupan seperti dia telah hidup sangat lama.


Kaisar Chen mengernyitkan dahinya, memang umur seseorang ada berapa? Tidak mungkin kan umur seseorang ada dua pikirnya.


“Tentu saja umurmu yang sebenarnya.”


“Hm, jika tidak salah umurku.. sebentar aku hitung.” Rey menghitung berapa banyak dirinya bereinkarnasi dan berapa lama dia hidup di masing-masing kehidupannya itu. Setelah beberapa saat akhirnya dia menemukan jawaban tentang berapa umurnya.


“Umurku 12.700 tahun, jika ditambah kehidupan kali ini maka total umurku 12.710 tahun.” Rey menjawab dengan santainya seperti total umurnya itu merupakan hal biasa untuk di dengar oleh seseorang.

__ADS_1


Kaisar Chen yang terkejut tercebur ke danau, dia menatap bocah berambut putih yang baru ditemuinya tadi untuk mencari dimana letak kebohongannya, tapi ekspresi bocah berambut putih di depannya sama sekali tidak menunjukan adanya kebohongan.


“Ti-tidak mungkin bahwa legenda itu memang benar adanya..” Batin Kaisar Chen seraya menuju ketepi danau untuk mengeringkan pakaiannya.


Rey yang sejak kemarin masih dibingungkan mengenai mahluk besar yang hampir menyambarnya tempo lalu akhirnya memilih bertanya kepada Kaisar Chen, siapa tahu Kaisar Chen mengetahui tentang mahluk besar itu pikirnya.


“Hei Che.. Eh, Kaisar Chen, ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada anda.”


Kaisar Chen yang tidak bodoh sangat tahu bahwa Rey barusan akan memanggilnya dengan namanya langsung, itu membuktikan bahwa asumsinya semakin benar mengenai Rey terlihat lebih tua dari penampilannya, karena tidak ada seorang bocah yang memanggil orang yang lebih tua darinya dengan namanya langsung, meskipun ada banyak pemuda yang tidak sopan tetapi setidak sopannya seorang bocah tidak akan berani memanggil nama kaisar secara langsung.


“Apa yang ingin kau tanyakan Rey?”


“Hm, itu mengenai mahluk besar yang tiba-tiba menyambarku dengan petir 3 hari yang lalu.”


Ucapan Rey membuat mata Kaisar Chen melotot, dia tentu tahu mengenai mahluk yang dikatakan oleh Rey karena mahluk itulah yang menjadi momok menakukan bagi semua orang, bahkan dia sendiri sampai harus kehilangan sang ayah karena mahluk tersebut yang tak lain adalah Naga Petir.


“Sebentar, kau bilang 3 hari yang lalu kau diserang oleh mahluk itu?!” Tanya Kaisar Chen seraya mencengkram pundak Rey dengan keras.


“Kau lepaskan dulu, jika tidak kuteb… Ehm, kau membuat pundakku sakit.”


Kaisar Chen melepaskan cengkramannya yang membuat Rey lega. Rey merasa bahwa Kaisar Chen sangatlah kuat, bahkan lebih kuat daripada Jendral Chen, itu terbukti dari cengkramannya barusan karena membuat sendi pundaknya sedikit bergeser.

__ADS_1


Rey menggerakan pundaknya sampai terdengar bunyi kreeeeekkkkk, hal itu membuat Kaisar Chen terkejut, dia meminta maaf kepada Rey karena telah membuatnya kesakitan, dia lupa bahwa Rey hanyalah seorang bocah yang kekuatannya tidak seberapa meskipun sebenarnya dia masih ragu mengenai apa benar Rey memang seorang bocah, karena Rey mengatakan sendiri kepadanya bahwa umurnya sudah menginjak 12.710 tahun dan juga tidak ada satu pun manusia baik muda ataupun tua yang tidak berteriak saat sendi tulangnya bergeser.


 


__ADS_2