Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 42 - Mencari Gara-gara II


__ADS_3

Setelah ditinggal oleh Jendral Chen Guo, situasi di dalam asrama kembali memanas, tidak hanya Rey saja yang mencari keributan, beberapa peserta ternyata mengalami konflik dengan peserta lainnya, kebanyakan dari mereka yang memulai konflik berasal dari sekte besar.


“Kalian itu tidak layak berada di sini, kalian cocoknya berada di pedesaan saja!”


“Apa kau bilang?! Mentang-mentang berasal dari sekte besar lantas kau boleh menghina kami yang berasal dari sekte kecil?!”


“Tentu saja kami bebas menghina kalian, karena kalian memang rendahan!”


Terbentuk dua kubu yang bermusuhan yaitu antara kubu sekte kecil dan kubu sekte besar, mereka saling melontarkan kata-kata cacian dan hinaan.


Melihat keributan di depannya membuat senyum Rey semakin lebar, inilah saatnya mulut bon cabe level maxnya beraksi untuk menambah bumbu-bumbu pemerkeruh situasi.


Tak perlu banyak-banyak karena ketika mulut bon cabe Rey beraksi hanya perlu mengucapkan satu kalimat tak berarti saja langsung rusuh semuanya, sepedas-pedasnya cabai terpedas di dunia masih lebih pedas mulut bon cabe level maxnya.


“Memakai embel-embel nama sekte besar aja bangga, dasar norak!.” Ucap Rey lantang yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.


“Apa kau bilang?!” Teriak salah satu peserta dari sekte besar dengan geram, tidak ada seorangpun yang berani membuat keributan dengan sekte besar, kecuali mereka berkelompok.


“Kau sudah tuli kah?! Masih muda sudah tuli, apalagi tua nanti? Mungkin berbisa tuh telinga.”


Mendengar ucapan Rey membuat semua orang tertawa, tak terkecuali para peserta sekte besar lainnya yang tentu saja membuat wajah peserta barusan memerah karena malu.


Namun, tidak dengan Zenith dan Feng Qiuyu yang malah tersenyum lemas, mereka sungguh tidak menyangka jika Rey akan berbuat keributan di tempat ini, mengapa manusia tiada akhlak ini harus mengacau dimana-mana pikir mereka.


“Tidak hanya kau saja yang tuli, kalian semua yang berasal dari sekte besar juga tuli! Gak terima? Sini maju, kuladeni kalian semua!”


Hening, mereka semua mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat di arahkan kepada Rey. Sedangkan Rey hanya tersenyum saja seolah-olah aura pembunuh itu tidak memiliki efek sama sekali kepadanya.


“Sepertinya tuan tidak tahu batasannya ya?” Salah satu peserta perempuan maju seraya menatap dingin Rey.

__ADS_1


Dia adalah Chen Shui putri dari Kaisar Chen sendiri, umurnya yang masih 18 tahun tetapi sudah mencapai tingkat bumi tahap akhir membuat dia disegani oleh semua peserta lainnya, apalagi sifat dinginnya yang didukung oleh wajah cantiknya membuat kaum pria rela ngesot hanya demi mencium aroma tubuhnya saja.


“Bukannya dia Chen Shui? Mengapa putri kaisar mengikuti turnamen ini?”


“Entahlah, tapi dengar-dengar dia hanya mengikuti pertandingan individu saja, namun yang pasti dia sangatlah kuat.”


Rey tertegun sejenak, perempuan di depannya ini mempunyai wajah yang cantik dan kalem, namun memiliki sifat tegas dan berani. Perempuan seperti inilah tipenya, tipe yang tidak banyak bicara namun berani mengutarakan isi hatinya, dia akui jika kecantikan perempuan di depannya menyamai Yui.


Rey mendekat ke Chen Shui dan berkata, “Nona manis, kau sangat cantik, apa kau belum menikah? Jika belum, apakah kau mau menikah denganku?”


Hening, semua orang menatap Rey dengan pandangan aneh, apa barusan bocil sinting ini mencoba melamar putri kaisar secara langsung? Jika itu orang dewasa mungkin mereka masih mencoba memaklumi saja, tapi ini bocil coy! Bocil! Sungguh bocil yang sangat gila pikir mereka.


Feng Qiuyu menatap Rey dengan geram, padahal kemarin menatap tubuhnya tanpa berkedip tetapi sekarang malah melamar perempuan terang-terangan di depannya? Apa ini yang dinamakan playboy sejati pikirnya.


Pandangan Chen Shui semakin tajam, baru kali ini dia menemui pria tidak tahu malu seperti Rey, namun ucapan yang terlontar dari mulut mungilnya membuat semua orang shock, “Boleh, kau boleh menikahiku asalkan kamu memenangkan turnamen ini.”


Mata Rey berbinar, baru kali ini ada perempuan yang menanggapi semua ucapannya dengan serius. Inikah namanya cinta, oh inikah cinta terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya pikir Rey seraya menatap Chen Shui dalam-dalam.


Chen Shui samar-samar tersenyum, dia tentu tidak percaya bahwa bocah di depannya mampu memenangkan turnamen besar ini, namun dia sedikit ragu saat tidak bisa mengukur kekuatan bocah di depannya saat ini.


"Ini aneh, apa kekuatannya melebihi diriku? Kurasa tidak, mungkin basis kultivasinya sangat rendah sehingga tidak bisa kuukur sama sekali." Batin Chen Shui.


“Sebaiknya tuan jangan berhayal tinggi-tinggi, karena pada saat anda jatuh mungkin akan terasa sangat menyakitkan.” Ucap Chen Shui seraya melangkah pergi meninggalkan asrama dengan anggun.


Persis setelah Chen Shui pergi, semua peserta kembali mulai menyudutkan Rey karena telah menghina mereka, tetapi mereka dihentikan oleh pria tua tadi yang tak lain adalah Jendral Chen Guo bersama dengan beberapa panitia penyelenggara turnamen.


“Perkenalkan, aku adalah Jendral Chen Guo, kalian bisa memanggilku Jendral Chen,”


Mereka semua terkejut, ternyata orang tua yang menghentikan mereka adalah Jendral Chen, siapa yang tidak tahu dengan Jendral Chen, meskipun tidak pernah tampil di depan publik tetapi sepak terjangnya dalam peperangan sangatlah melegenda, terutama saat beliau membantu kaisar terdahulu mengusir naga yang memporak-porandakan seluruh wilayah Kekaisaran Chen.

__ADS_1


“Kalian akan dibagi menjadi beberapa grup sesuai dengan token yang kalian punya,” Ucap Jendral Chen seraya menyerahkan token ke semua peserta di asrama.


Entah kebetulan atau apa, Rey, Zenith dan Feng Qiuyu berada di grup yang sama yaitu grup C, tentu saja hal itu membuat Zenith dan Feng Qiuyu senang karena jika salah satu dari mereka berpisah maka sudah dipastikan akan menjadi sebuah malapetaka.


“Karena jumlah peserta tahun ini sangat banyak melebihi perkiraan kami, hal itu membuat asrama yang sudah kami siapkan tidak mampu untuk menampung kalian semua, jadi kami dengan berat hati menyuruh kalian semua untuk memesan penginapan sendiri.”


“Kalian bersiap-siaplah karena turnamen besar ini akan dilaksanakan besok lusa.”


Rey, Zenith, dan Feng Qiuyu saling pandang, mereka mempunyai pemikiran yang sama yaitu bagaimana caranya mereka memesan penginapan sebab tidak ada satu pun dari mereka yang membawa uang, sedangkan keberadaan Tetua Fengyi saja tidak mereka ketahui.


Rey tiba-tiba tersenyum yang membuat Zenith dan Feng Qiuyu melotot, mereka berdua menelan ludah sebab mereka tahu setiap Rey tersenyum itu menandakan bahwa otak sengkleknya sedang bekerja untuk menghasilkan ide-ide gila yang selalu membuat kekacauan nantinya.


“Buat apa repot-repot mencari penginapan? Tinggal tidur aja di sini udah beres, lagipula tidak ada larangan untuk tidur di sini bukan?”


Zenith dan Feng Qiuyu mau tak mau harus mengikuti ide gila Rey, mereka tentu tidak ingin tidur jalanan seperti gelandangan, bisa lecet nanti kulit biawak mereka.


Mereka bertiga mencari ruangan yang tidak terkunci di sana, dan hanya dalam beberapa menit, akhirnya mereka menemukan satu ruangan kosong yang berisikan 2 tempat tidur, tentu saja hal itu membuat Feng Qiuyu malu, dia tentu tidak ingin tidur dengan 2 orang pria dalam satu ruangan.


“Kita cari ruangan lain.” Ucap Feng Qiuyu dengan wajah memerah.


“Kau carilah sendiri, aku ngantuk” Ucap Rey yang tanpa basa-basi langsung merebahkan dirinya di salah satu tempat tidur.


"Kau bisa tidur di kasur satunya, aku akan tidur bersama Rey.” Ucap Zenith seraya ikut merebahkan dirinya di samping Rey.


Dengan perasaan campur aduk, akhirnya Feng Qiuyu ikut merebahkan dirinya juga.


Di sisi lain, Tetua Fengyi yang melihat peserta turnamen keluar dari Istana bingung, ia lantas bertanya kepada salah satu peserta di sana, ternyata seluruh peserta turnamen diharuskan memesan penginapan sendiri karena terkendala asrama yang terbatas.


Tetua Fengyi menunggu ketiga muridnya itu keluar dengan sabar, namun sampai malam hari tiba ketiga muridnya itu tidak kunjung muncul, tentu saja hal itu membuatnya cemas bukan main.

__ADS_1


“Dimana sih mereka itu?!”


__ADS_2