Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 54 - Makan Malam


__ADS_3

Setelah membayar tagihannya, mereka segera diantarkan oleh masing-masing pelayan menuju ruang ganti. Tanpa buang-buang waktu, Rey langsung membuka pakaiannya dan langsung melemparkannya ke arah wajah pelayan wanita yang mengantarnya, itu dikarenakan pelayan wanita itu tidak pergi saat dirinya membuka baju.


Rey memandangi pakaian yang dia beli seraya menyanjung-nyanjungnya, tapi setelah dipakai ternyata pakaian itu kebesaran untuk muat di tubuhnya, namun itu hanya sebentar saja, karena tiba-tiba saja pakaian itu mengecil sampai seukuran tubuhnya, hal itu membuatnya terkejut.


“Pantas saja pakaian ini sangat mahal, entah siapa yang membuatnya tapi yang pasti dia merupakan orang yang sangat ahli membuat pusaka seperti ini.” Gumamnya.


Rey menganggap bahwa jubah putih yang dia kenakan sekarang merupakan sebuah pusaka, itu karena dirinya samar-samar merasakan energi Qi yang mengalir di jubah putih yang dia kenakan, dan juga tidak mungkin pakaian biasa dapat menyesuaikan sendiri ukuran tubuh pemakainya.


Setelah selesai mengenakan jubahnya, Rey segera keluar dari ruang ganti, terlihat Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi yang sudah tampil menarik dengan pakaian barunya. Feng Qiuyu yang mengenakan gaun biru yang sangat mewah membuat kecantikannya bertambah.


Zenith mengenakan jubah hitam yang ditaburi hiasan mewah dipundaknya membuatnya seperti benar-benar berasal dari kalangan bangsawan.


Jangan ditanya lagi bagaimana penampilan Tetua Fengyi sebab orang tua itu sudah tampan dari lahir, apalagi saat ini dia memakai baju bangsawan berwarna merah yang membuatnya terlihat sangat berwibawa.


Di antara mereka yang penampilannya paling berkelas adalah Rey, jubah putih polosnya yang hampir menyentuh tanah membuatnya terlihat sangat tampan, ditambah lagi rambut putih yang dibiarkan terurai membuatnya terlihat seperti seorang malaikat yang turun dari langit.


Yui, Feng Qiuyu dan semua pelayan wanita yang ada disana tidak bisa mengedipkan matanya melihat penampilan Rey yang begitu indah, aura wibawa yang dipancarkan Rey sungguh dapat membuat para wanita rela ngesot hanya demi melihatnya saja.


Wanita maupun pria pasti akan iri melihat Rey yang terlihat tampan dan cantik secara bersamaan, sungguh mahluk tuhan yang hampir mendekati kata sempurna, meskipun itu hanyalah penampilan belaka tetapi keagungan tuhan dapat membuat mahluk setampan dan secantik Rey sangatlah luar biasa, jika disandikan oleh kecantikan Yui, maka kecantikan Yui itu akan kalah dengan ketampanan Rey yang bahkan melebihi perempuan tercantik sekalipun.


“R-Rey, apa benar ini dirimu?” Tanya Yui seraya menatap tak percaya Rey, itu karena penampilan serta aura yang dipancaran oleh Rey berbanding terbalik dengan sebelumnya, jika sebelumnya Rey layaknya jelmaan sosok iblis maka sekarang dia merupakan sosok suci layaknya malaikat.

__ADS_1


“Tentu saja ini aku, mari kita menuju istana karena malam hampir tiba.” Rey berjalan dengan gagah, dia secara tidak sadar kini menjadi sosok dirinya dimasa lalu, aura, penampilan serta perilakunya sangatlah persis dengan sosok dirinya dimasa lalu.


Yui dan Rey berjalan berdampingan yang membuat orang-orang yang melihatnya menganggap mereka seorang dewa dan dewi, tidak hanya mereka berdua saja, sebab dibelakang mereka Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi juga tidak luput dari pandangan kagum orang-orang.


“Si-siapa mereka? Penampilan dan aura yang dipancarkan oleh mereka melebihi bangsawan sekalipun!”


“Kau benar, bahkan aku sendiri sampai merinding melihat mereka.”


“Apalagi pemuda berambut putih dan wanita bercadar itu, mereka berdua seperti seperti bukan berasal dari dunia ini.”


Sepanjang perjalan hanya tatapan serta decak kagum semua orang yang menyertai mereka, terutama Rey dan Yui, mereka berdua seperti mega bintang yang berjalan di atas karpet merah, tidak bisa dipungkiri bahwa siapapun yang melihat mereka tidak akan bisa mengalihkan pandangannya.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua sampai di depan pintu gerbang istana, terlihat Jendral Chen yang seperti sengaja menunggu kedatangan mereka. Jendral Chen terkejut melihat Rey yang dimana penampilan dan auranya berubah drastis, bahkan melebihi keponakannya Kaisar Chen itu sendiri.


Seakan sadar dari keterkejutannya, Jendral Chen langsung mengajak kelima orang tersebut menuju istana. Setelah sampai, terlihat Kaisar Chen bersama putrinya duduk berdampingan, sepertinya mereka sudah menunggu kedatangan Rey bersama kawannya tersebut.


Tetua Fengyi, Zenith, dan Feng Qiuyu sangat gugup, mereka tidak menyangka bahwa akan ada kesempatan makan satu meja dengan Keluarga Kekaisaran, berbeda dengan Rey dan Yui, mereka berdua bahkan tidak nampak gugup sedikitpun, itu seperti Keluarga Kekaisaran hanyalah sebuah nama belaka bagi mereka.


Kaisar Chen dan putrinya Chen Shui secara tidak sadar memberi hormat kepada Rey dan Yui, itu dikarenakan mereka terpengaruh oleh aura yang dipancarkan oleh Rey dan Yui, tentu saja hal itu membuat semua orang di sana terkejut bukan main.


Rey mengangkat tangannya seperti memberi syarat Kaisar Chen dan Chen Shui untuk menyudahi penghormatannya, dan tanpa diduga Kaisar Chen dan putrinya itu menurut begitu saja, sepertinya mereka tidak sadar bahwa bocah yang mereka beri hormat adalah seorang tamu belaka, itu sangat berkebalikan karena seorang tamu seperti Rey lah yang seharusnya memberikan hormat kepada tuan rumah, apalagi tuan rumah itu merupakan Keluarga Kekaisaran.

__ADS_1


“Silahkan duduk tuan dan nona.” Ucap Kaisar Chen yang dibalas anggukan oleh mereka berlima.


Rey dan Yui duduk berdampingan tepat berhadapan dengan Kaisar Chen dan putrinya, sedangkan Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi duduk di sisi kanan meja. Hening, mereka semua bingung berbicara apa, itu dikarenakan aura yang dipancarkan Rey seolah-olah membungkam mulut mereka untuk tidak bersuara.


“Jadi, andalah kaisarnya?” Tanya Rey tiba-tiba.


“Benar.” Jawab Kaisar Chen singkat karena gugup, baru kali ini dirinya merasa gugup hanya karena ucapan seseorang, bahkan tidak bisa dipungkiri bahwa pemuda berambut putih yang menjadi tamunya saat ini kewibawaannya melebihi mendiang ayahnya, bahkan melebihi penguasa-penguasa yang pernah dia temui.


Rey tersenyum ke arah Chen Shui yang membuat Chen Shui gugup, sepertinya dia masih belum menyadari bahwa pemuda berambut putih yang menjadi tamunya saat ini adalah orang yang sama yang menjadi lawannya tadi.


“Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?” Tanya Rey.


“Ba-baik, terima kasih telah berta.. eh?!” Chen Shui sepertinya baru menyadari bahwa yang bertanya mengenai keadaannya barusan adalah Rey.


“Ka-kau Rey?” Tanyanya dengan ekspresi terkejut.


“Oh, kau lupa dengan calon suamimu sendiri?”


Ucapan Rey membuat semua orang di meja terkejut, bahkan Kaisar Chen sendiri sampai melotot seakan-akan matanya itu bisa copot kapan saja.


Melihat Chen Shui yang tersipu membuat Yui geram, dia memandang Chen Shui dengan tajam dan seketika saja Chen Shui langsung menundukan kepalanya.

__ADS_1


Chen Shui merasa bahwa wanita bercadar di samping Rey merupakan kekasih Rey, hal itu membuatnya sedikit kecewa, meskipun dia tidak menaruh hati kepada Rey tetapi melihat orang yang melamarnya ternyata sudah mempunyai pasangan membuat hatinya sedikit terluka.



__ADS_2