Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 48 - Pemilik Restoran Bulan Putih


__ADS_3

Tetua Fengyi menunggu ketiga muridnya tepat di depan pintu gerbang Istana seperti kemarin, dan tak lama kemudian akhirnya ketiga murid yang dia tunggu kini muncul. Karena kondisi tubuh Rey yang masih lemah membuat mereka memilih kembali ke penginapan sebelumnya.


“Hei bocah, hebat juga kau bisa memenangkan pertandingan tadi.” Ucap Tetua Fengyi seraya memukul kepala Rey dengan keras.


Rey memegang kepalanya yang sedikit benjol dan berkata, “Ya gak usah mukul juga orang tua sialan, tapi yah sang penghancur yang sangat agung ini tidak pernah sekalipun kalah, jadi kemenangan itu merupakan hal biasa bagiku.”


Terselip nada menyombongkan diri walaupun itu memanglah kenyataannya, karena bagaimanapun Rey memang sama sekali tidak pernah kalah karena jika dirinya kalah maka dia akan menantang mahluk yang mengalahkannya sampai dirinya menang, tidak peduli itu manusia, hewan ataupun dedemit sekalipun akan dia tantang balik ketika dirinya merasa dikalahkan.


Rey sama sekali tidak menghitung kekalahannya melainkan kemenangannya saja, jika dia menganggap dirinya menang mau apa? Ada orang yang berani membantahnya? Sang penghancur mah bebas, ruwet bacok, bacot santet, gak terima? Maju! Itulah isi pikiran gila Rey.


Soal dia yang dikeroyok jutaan kultivator itu beda lagi ceritanya, dia menganggap pertarungan solo vs squad itu seri karena bagaimanapun dia belum terbunuh, jadi dia bukanlah pihak yang mengalami kekalahan.


Zenith dan Feng Qiuyu tertawa melihat Rey dengan Tetua Fengyi berdebat tentang kemenangan yang ada, yah meskipun perdebatan itu tidak berguna sebab Rey selalu bisa membalas perkataan Tetua Fengyi tanpa henti. Saat di perjalanan, mereka berempat secara kebetulan berpapasan dengan Yui, hal itu membuat Tetua Fengyi panik bukan main.


Tanpa diduga, Yui tiba-tiba memeluk Rey dan berkata, “Selamat atas kemenangannya Rey.”


Rey sendiri terkejut dengan kedatangan Yui yang tiba-tiba memeluknya tanpa permisi, bukannya dia menolak hanya saja wajahnya ketutupan kedua bukit kembar Yui yang begitu besar, itu membuatnya sesak nafas.


Zenith dan Feng Qiuyu sendiri merasa malu melihat kejadian di depan mereka itu, mereka sungguh tidak menyangka bahwa Rey akan mendapatkan perlakuan spesial dari nona Yui yang sudah terkenal akan kecantikannya, bahkan saat ini saja Yui sampai menggunakan cadar untuk menutupi kecantikannya tersebut.


“Yui lepaskan, dadamu membuatku sesak.” Ucap Rey seraya mendorong Yui dengan pelan.


Yui sendiri terkejut, dengan muka memerah dia melepaskan pelukannya itu. Dia menatap Rey dalam-dalam, entah mengapa saat bersama Rey sosok anggunnya seakan sirna digantikan dengan sosok yang kekanak-kanakan.


“Se-sekali lagi, selamat atas kemenanganmu Rey.”


Rey hanya mengangguk pelan disertai ekspresi datarnya, padahal yang sebenarnya adalah dirinya tengah berusaha sekuat mungkin mengendalikan dirinya agar tidak kehilangan kendali, karena jantungnya sekarang tengah berdetak sangat kencang setelah dipeluk oleh Yui barusan.

__ADS_1


Tetua Fengyi yang sejak tadi panik kini mulai tenang.


“Bagaimana kau bisa berada disini Yui?” Tanyanya basa-basi.


“Itu karena misiku sebelumnya adalah untuk mengantarkan rombongan pedagang ke sini, aku tidak tahu jika ada turnamen besar seperti ini, aku juga tidak menyangka bahwa sekte kecil ayah akan mengikuti turnamen besar ini.”


Tetua Fengyi menghela nafas lega, melihat Yui yang terkesan biasa saja membuatnya lega bukan main, karena ternyata Yui sama sekali tidak marah ataupun bertanya mengapa dia tidak diikut sertakan menjadi perwakilan sekte.


[Kruyukkkkk]


Mereka berempat secara spontan melirik ke arah Rey yang kini sedang mengusap-ngusap perut one packnya. Rey menatap Yui memelas seperti anak kecil yang meminta susu kepada ibunya, tentu saja hal itu membuat Yui gemas bukan main.


Seperti mengetahui isi pikiran Rey, Yui mengajak keempat orang itu menuju salah satu restoran di dekat sana. Setelah sampai, betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa restoran yang dimaksud Yui adalah Restoran dedemit penguras duit, restoran apalagi jika bukan Restoran Bulan Putih.


“Y-yui, apa kau tau restoran apa ini?” Tanya Rey dengan nada sehalus mungkin.


“Makanan terenak?! Makanan yang mereka sediakan itu adalah alat penyerang jantung!” Tukas Tetua Fengyi dengan ekspresi rumit, dia sungguh trauma dengan kejadian kemarin yang menguras semua harta bendanya, dia bahkan hampir terkena serangan jantung karenanya.


Zenith dan Feng Qiuyu mengangguk tanda mereka setuju dengan ucapan Tetua Fengyi yang menganggap makanan di Restoran Bulan Putih adalah alat penyerang jantung, tapi nampaknya Yui tidak peduli akan hal itu dan memaksa mereka untuk memasuki restoran elegan nan megah yang dikhususkan bagi kaum tuyul itu.


Tanpa diduga, mereka berlima disambut dengan sangat sopan oleh beberapa pelayan di sana, hal itu tentu saja membuat mereka menatap Yui dengan heran.


“Selamat datang nona Yui, apa anda ingin memesan seperti biasanya?” Tanya salah satu pelayan dengan sopan.


“Iya, bawakan kami 5 porsi makanan.” Jawab Yui dengan anggung layaknya tuan putri, bahkan aura yang dipancarkannya saja  sangat berbeda dari biasanya.


Rey termenung sesaat, dia seperti pernah merasakan aura keangguanan yang dipancarkan oleh Yui, tapi entah dimana dan kapan dia tidak tahu, tapi yang pasti dia sama sekali tidak merasa asing oleh aura keanggunan tersebut.

__ADS_1


“Aura anggun yang begitu suci dan murni, siapa dia sebenarnya?” Batin Rey penuh tanya.


Bukan hanya sekali ini saja dia merasa akrab dengan Yui melainkan sering, itu seperti Yui adalah orang yang pernah dekat dengannya, tapi seingatnya dia tidak pernah sekalipun dekat dengan seseorang kecuali di kehidupannya saat ini.


Mereka berlima duduk di meja besar yang sepertinya sangat eksklusif, hal itu membuat mereka semua bingung sebab tidak mungkin orang biasa akan diperlakukan layaknya bangsawan, bahkan duduk di meja eksklusif pula.


“Yui, bagaimana kau bisa mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari pelayan di sini?” Tanya Rey penasaran.


“Karena aku memilki 10% saham di restoran ini..”


Selagi menunggu pesanan datang, Yui melanjutkan penjelasannya mengenai bagaimana dia bisa memiliki 10% saham di Restoran Bulan Putih. Awalnya Restoran Bulan Putih tidak semegah seperti sekarang melainkan sebuah restoran kecil yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja.


Saat itu dia sedang menjalankan misi untuk menangkap buronan di Kota Chenzu, buronan itu secara kebetulan masuk di Restoran Bulan Putih, yang membuatnya terkejut adalah ternyata buronan yang dia kejar sudah diikat oleh pemiliki Restoran Bulan Putih.


“Karena mereka juga berjasa menangkap buronan, jadi aku menyampaikan kepada utusan kaisar bahwa pemilik Restoran Bulan Putih yang menangkap buronan tersebut, dan secara mengejutkan karena ternyata kekaisaran memberikan hadiah besar kepada pemilik Restoran Bulan Putih itu yang menjadikan restoran ini menjadi besar seperti sekarang.”


Rey merasa pertanyaannya belum dijawab oleh Yui akhirnya memilih untuk bertanya kembali, “Jadi, bagaimana bisa kau memiliki 10% saham di sini?”


“Oh, itu karena pemilik restoran ini merasa bahwa akulah alasan mengapa restorannya bisa besar seperti sekarang, jadi dia memberikanku 10% saham restorannya sebagai hadiah.”


Mereka berempat mengangguk-ngangguk tanda mereka paham, namun yang masih membuat mereka penasaran adalah siapa pemilik Restoran Bulan Putih ini. Namun, baru saja mereka ingin bertanya kepada Yui, tiba-tiba saja mereka kedatangan pria botak yang memiliki kulit seputih salju.


“Astaga! Tuyul pucat macam apakah ini?!” Teriak Rey lantang seraya menunjuk pria botak berkulit putih itu.


Yui tersenyum dan berkata, “Dia adalah Bai Luo, pemilik resmi Restoran Bulan Putih.”


Bagaikan tersedak paku payung, mereka semua terkejut bukan main, terutama Rey yang merasa bahwa manusia putih di depannya ini bukanlah manusia biasa melainkan spesies tuyul terlangka di dunia.

__ADS_1


Jika biasanya tuyul itu berkepala botak, jelek serta pendek, maka berbeda dengan tuyul pucat di depannya saat ini yang dimana memiliki badan besar, tinggi, dan kekar, apalagi wajah putihnya itu yang seperti memakai bedak 1 kuintal.


__ADS_2