Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 18 - Kenyataan


__ADS_3

Flashback


Rey dan Yui yang telah berjalan cukup lama akhirnya telah sampai juga ke depan gerbang Sekte Laut Biru, tanpa basa-basi lagi Rey langsung menendang gerbang tersebut sampai penjaga yang ada di dalamnya terpelanting, karena penjaga itu berdiri tepat di pintu gerbang tersebut.


Yui yang melihat Tindakan Rey tidak bisa menghentikanya, karena pergerakan Rey yang sangatlah cepat, bahkan setelah menendang gerbang yang cukup besar itu bukannya berhenti, Rey malah berlari kembali entah apa yang ia cari.


“Ketemu…”


[Brakkkkkk]


Rey meninju pintu salah satu ruangan sampai hancur, bahkan jari tangannya sampai bengkok karena pintu yang dia hancurkan sangatlah keras meskipun terlihat usang.


Rey berjalan masuk seperti seorang mafia anti santet.


“Hei, kalian para orang-orang tua di sini, apa kalian mengetahui tentang sebutan sang penghancur?”


Rey tersentak karena melihat semua orang disana masing-masing memegang barang yang mungkin akan dilemparkan kepadanya.


“Bocah gila, apa kau tidak bisa masuk dengan sopan?! Padahal kau tinggal mengetok pelan saja bocah sinting!”


“Halah… Kelamaan, itu adalah cara sang penghancur ini mengetuk pintu, lebih praktis bukan?”


Melihat semua orang tua udik disana tidak menjawabnya membuat Rey bertanya lagi.


“Aku tanya sekali lagi, apa kalian semua mengetahui tentang legenda sang penghancur?”


Flashback selesai


Patriak dan semua Tetua disana bingung atas pertanyaan Rey tentang legenda sang penghancur, setahu mereka tidak ada yang namanya sang penghancur atau apapun sejenisnya.


“Kau kesini menanyakan hal yang memang tidak ada?! Mau ku jahit ya mulut busukmu itu?”

__ADS_1


Seketika saja senyuman di wajah Rey hilang. Ia mencoba memastikan lagi untuk yang terakhir kalinya.


“Itu sang penghancur, sebutan orang yang bertempur melawan seluruh kultivator di dunia ini”


“Hei bocah gila, ternyata sebutanmu itu sangat cocok dengan otakmu yang memang benar-benar gila, cerita gilamu hanyalah hayalanmu saja, tidak ada pertempuran semacam itu, ngoceh gak jelas lagi ku pelinting kepalamu!” Ucap geram Patriak Mo yang mendapat anggukan oleh seluruh tetua disana.


“Benar nak, tidak ada sang penghancur atau apalah itu namanya, disini memang sering terjadi pertempuran antar aliran hitam dan putih, tapi pertempuran itu hanya dalam sekala kecil saja”


Raut wajah Rey langsung kusut, mukanya benar-benar pucat, air matanya keluar dengan deras, bahkan ia tidak sadar jika kini badannya bergetar hebat.


“Ti-tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi… Kalian pasti berbohong kepadaku!” Teriak Rey yang kini menangis seperti orang depresi. Pertempuran maha dahsyat itu pasti akan di kenang oleh semua orang, tapi betapa tidak percayanya dia ketika orang-orang yang ia tanyai ternyata tidak ada satu pun yang mengerti atau tahu tentang legenda sang penghancur dirinya.


Semua orang di ruangan itu tentu bingung melihat bocah gila yang tadinya sebelumnya dengan sangar membuat hancur pintu kini malah menangis tersedu-sedu, bahkan badannya bergetar hebat seperti orang kerasukan.


Rey melihat semua orang yang ada diruangan itu dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


“Kalian, nama Kekaisaran ini apa?!” Tanya Rey untuk memastikan bahwa pikirannya salah.


“Kekaisaran Chen” Jawab Tetua Fengyi dengan wajah keheranan. Ia sungguh tidak mengerti lagi dengan bocah gila di depan mereka saat ini, menurutnya seorang penduduk yang tidak mengetahui nama wilayahnya sendiri sangatlah aneh.


Namun, satu hal yang pasti, Rey sangatlah tidak rela jika sebutan sang penghancur dirinya hanya menjadi masa lalu.


“Hah….” Rey menghela nafas sambil melangkah pergi dari ruangan itu.


Tentu saja kelakuan Rey itu mendapat respon yang sangat aneh oleh semua orang di ruangan tersebut.


“Bocah gila itu merusak pintu, masuk tanpa di undang, setelah itu pergi setelah bertanya hal aneh-aneh? Kurasa memang ada yang salah dengan otaknya”


“Baru sadar? Bocah itu sejak awal memang kelakuannya tidak pernah beres!” Ucap Patriak Mo.


Semua Tetua disana mengangguk setuju, setelah melihat sendiri kelakuan bocah gila alias Rey membuat mereka semua sedikit menyesal mengenai rasa antusias mereka sebelumnya.

__ADS_1


**


Dengan air mata yang membahasi pipinya, Rey berjalan pelan dengan kepala yang menunduk. Ia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang mengarah kepadanya karena pikirannya saat ini tengah kacau, bahkan dia sampai tidak menyadari jika ada Yui di depannya.


“Ah..”


Rey mendabrak Yui, tapi bukannya meminta maaf dia malah memeluk erat Yui sambil menangis tersedu-sedu.


Yui tentu bingung dengan Rey yang kini mendekapnya dengan erat, bahkan kepala Rey kini berada tepat di tengah-tengah dadanya. Namun, satu hal yang pasti, ia tidak bisa marah kepada Rey, ia hanya diam bahkan tangannya membelai pelan kepala Rey.


“Rey, ada apa? Kenapa kau menangis?”


“Sebutan kerenku, masa jayaku semuanya lenyap…”


Yui tidak mengerti apa yang tengah diucapkan oleh Rey. Karena mereka berdua tengah menjadi tontonan oleh penghuni Sekte Laut Biru membuat Yui risih, ia mengajak Rey menuju ke taman yang berada tepat di belakang Aula.


Rey hanya ikut saja, karena dirinya sekarang masih mencoba menerima kenyataan berat yang bahkan dapat membuatnya kejang-kejang kapan saja.


Setelah sampai, Yui meminta Rey untuk duduk di dekat kolam di sana. Rey hanya menurut tanpa membantah sama sekali yang membuat Yui bingung.


“Rey, apa maksudmu tentang masa jayamu?” Tanya Yui basa-basi, menurutnya Rey ini memiliki sebuah mimpi atau keinginan tetapi tidak terwujud.


Rey hanya diam saja, menurutnya tidak perlu juga menceritakan hal itu ke Yui, karena bagaimanapun sebutan kerennya itu atau legenda sang penghancur dirinya tidak akan pernah kembali lagi.


Namun, tiba-tiba saja mata Rey terbuka lebar.


“Hahahaha!” Rey tiba-tiba tertawa yang membuat Yui terkejut.


“Aku hanya perlu menjadi sang penghancur lagi saja di dunia aneh ini, hahaha!” Ucap Rey dengan lantang, bahkan kini ia lompat-lompat seperti orang gila.


Yui yang melihat Rey yang awalnya menangis, bahkan bersikap manja kepadanya tiba-tiba berubah menjadi seorang bocah setres membuatnya bingung. Menurutnya tidak ada manusia yang memiliki emosi seperti Rey, dari sedih langsung berubah menjadi kesetanan.

__ADS_1


Rey akan mempercepat rencannya untuk menjadi sang penghancur di dunia baru yang ia pijaki ini. Ia saat ini membutuhkan sesuatu yang bisa membuat fondasi tubuhnya kuat, entah itu pil, ramuan, tanaman, buah atau batu sekalian akan ia konsumsi jika itu dapat membuat tubuhnya kuat.


“Bersiaplah kalian semua! Legenda sang penghancur akan terukir kembali dalam sejarah kehidupan kalian! Hahahaha!” Teriak Rey dengan lantang.


__ADS_2