
Pagi hari telah tiba, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan karena bagaimanapun perjalanan menuju Istana Kekaisaran Chen membutuhkan waktu yang lama.
Awalnya Rey menolak, karena dia sama sekali belum tidur akibat rasa sakit yang dia rasakan, tapi Tetua Fengyi mengatakan jika mereka harus sampai di tempat tujuan 1 hari sebelum turnamen dimulai, jadi mau tak mau Rey harus berjalan kembali dengan mata pandanya.
“Orang tua, menurutmu berapa lama kita akan sampai ke tujuan?” Tanya Rey.
“Jika kita berjalan seperti ini mungkin kita akan sampai 3 hari kemudian, itupun jika tanpa istirahat. Namun jika kita berlari tanpa henti, mungkin besok tengah hari kita sudah sampai.” Jelas Tetua Fengyi.
[Kruyukkkk]
“Apa kalian tidak ada yang punya makanan? Perutku lapar sekali karena belum memakan apapun dari kemarin.” Ucap Rey seraya mengelus perut kerempengnya.
Mereka semua terkejut, bagaimana bisa seorang Kultivator masih bisa merasakan lapar? Itu sangat mustahil, karena bagaimanapun Kultivator seperti mereka bisa mengolah Qi di tubuh menjadi nutrisi ataupun tenaga.
Tetua Fengyi sangat lupa dengan si bocah gila, dia melupakan Rey yang memang belum mempunyai tenaga dalam Qi, tetapi untung saja dia mempunyai beberapa pil makanan di cincin semestanya, dengan cepat dia mengeluarkan 1 buah Pil Makanan dari cincin semestanya.
“Bocah, ini bisa membuatmu kenyang, makanlah.” Ucap Tetua Fengyi seraya menyerahkan Pil Makanan kepada Rey.
Rey melihat dengan tatapan heran pil yang ada di tangannya, dan berkata, “Yang kubutuhkan itu makanan orang tua bodoh! Bukannya malah kotoran domba seperti ini?!”
“Kau menyuruh sang penghancur yang sangat agung ini memakan kotoran domba? Mau kupanggang kau?!” Lanjut Rey. Dia lalu melemparkan pil ditangannya ke tanah dan menginjaknya sampai hancur.
Mereka semua melototkan mata melihat Rey yang dengan sadisnya menginjak pemberian dari Tetua Fengyi.
“Apa yang kau lakukan Rey?!” Teriak Feng Qiuyu.
“Woi Rey, yang kau injak itu Pil Makanan bodoh!” Zenith berusaha menghentikan Rey namun tidak bisa, kawannya yang satu ini memang kurang waras pikirnya.
Setelah puas menginjak-nginjak pemberian Tetua Fengyi, Rey tersenyum sinis dan berkata, “Kotoran itu pantasnya diinjak, bukannya malah dimakan!”
Tetua Fengyi sejak tadi berusaha menahan emosi untuk tidak mencekik bocah gila di depannya, namun nampaknya dia tidak bisa.
[Plakkkkk]
Dia menampar Rey sampai nyungsep ke tanah, tentu saja kelakuannya itu membuat Rey marah.
“Woi orang tua bodoh idiot! Nyawa udah hampir kadaluarsa masih berani memukul sang penghancur ini? Mau kupercepat kematianmu hah?!” Rey berdiri dengan gagah seraya menampilkan wajah garangnya walaupun itu terkesan imut.
“Hei bocah gila, yang kau injak itu adalah Pil Makanan, pil itu dapat membuatmu tidak merasakan lapar selama seminggu.” Ucap Tetua Fengyi seraya mengusap pelan wajahnya, dia sungguh tidak bisa mengontrol emosinya saat bersama dengan Rey.
Mata Rey melotot, dia tidak tahu jika benda yang mirip kotoran domba itu adalah sebuah pil yang bisa membuatnya kenyang. Dengan tidak malunya Rey menodongkan tangannya ke arah Tetua Fengyi dan berkata, “Berikan aku satu lagi, jika kau menjelaskannya lebih awal mungkin aku akan memakannya dengan senang hati.”
Tetua Fengyi menghembuskan nafasnya kasar lalu memberikan lagi Rey 1 Pil Makanan, Rey tanpa ragu langsung memakan pil makanan tersebut dan benar saja, perutnya seketika langsungkenyang.
__ADS_1
“Terima kasih orang tua, walaupun kau sangat udik tapi nampaknya kau tidaklah begitu udik menurutku.” Ucap Rey yang tanpa sadar mengucapkan kata keramatnya yaitu terima kasih, sepertinya dia tidak sadar jika perilaku dan sikapnya sedikit berubah hari demi hari setelah menghafal 200 aturan Sekte.
Tetua Fengyi sebenarnya sangat kagum dengan Rey yang bisa melawan bandit kemarin, karena bagaimanapun Rey bahkan masih belum membentuk tenaga dalam (Kondensasai Qi).
Namun, entah mengapa kekuatan Rey itu dapat dibandingkan dengannya yang berada ditingkat bumi, yah walaupun kekuatannya Rey selalu membuat kerusuhan dimana-mana tetapi itu tidaklah menjadi masalah selama dia bisa membedakan antara kawan dengan lawan.
Zenith dan Feng Qiuyu hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap tak tahu malu Rey, sedangkan murid-murid lainnya hanya diam saja, mereka sepertinya tidak menyukai Rey yang selalu mendapat perlakuan khusus dari Tetua Fengyi.
Bukan tanpa alasan mereka membenci Rey, karena Rey selalu mendapat perlakuan khusus dari semua Tetua di Sekte Laut Biru, bahkan Tetua Shen Xuan yang sangat tegas saja hanya menghukum Rey diam semalaman, padahal Rey masihlah murid baru.
Hati manusia sangat rumit, padahal sebelumnya mereka sangat menyukai Rey, bahkan mengidolakannya sebagai murid terjenius di Sekte, namun lama kelamaan sikap itu berubah menjadi benci.
Rey sebenarnya sudah tahu, jika murid-murid selain Zenith dan Feng Qiuyu membencinya, dia yang sudah hidup sangat lama tentu bisa membedakan antara tatapan orang kagum dengan tatapan mata orang iri yang penuh kebencian.
Rey sebenarnya ingin membunuh mereka, dia menunggu moment yang tepat agar terkesan alami, dia sudah memperkirakan bahwa nanti di turnamen pasti mereka akan memojokannya.
Entah mengapa Rey tidak ingin orang-orang yang dekat dengannya menjauh, dia tidak ingin sendirian seperti yang lalu walaupun dia hanya menganggap mereka sekedar teman bicara saja bukan sebagai keluarga atau sahabat, karena itulah dia tidak membunuh murid-murid itu secara terang-terangan.
Rey, Zenith dan Feng Qiuyu berada di belakang, sedangkan Tetua Fengyi dan murid-murid lainnya berada di depan.
Mereka bertiga terlihat akrab satu sama lain, Rey sendiri cukup terkejut, entah mengapa rasannya sangat menyenangkan ditemani oleh kedua bocah tersebut.
Zenith dan Feng Qiuyu kagum dengan Rey yang bisa membunuh tanpa berkedip, mereka berdua sangat penasaran dengan Rey yang tidak mengenal rasa takut itu.
“Rey, bagaimana bisa kau membunuh bandit kemarin tanpa rasa takut?” Tanya Zenith diikuti oleh Feng Qiuyu yang mengangguk.
“’Tapi kan setiap orang mempunyai hak untuk hidup.” Feng Qiuyu mengutarakan isi hatinya, dia membutuhkan sebuah jawaban yang dapat menghilangkan keraguannya tersebut.
“Kalian berdua itu masihlah bocah polos yang tidak tahu akan kekejaman dunia, jika kalian mau aku akan mengajarkan kalian tentang bagaimana cara agar menjadi sepertiku yang tidak takut pada apapun.” Ucap Rey santai.
“Mau, kami sangat mau!” Mereka berdua mengucapkan penuh antusias, sedangkan Rey yang mendengar itu tersenyum lebar, tentu saja senyuman itu mempunyai maksud buruk.
Zenith dan Feng Qiuyu tidak tahu jika keputusan mereka saat ini akan membuat mereka menjadi seperti psikopat sinting, tidak hanya brutal mereka juga akan menjadi orang haus akan darah.
Rey nampaknya sudah menyiapkan ide-ide untuk melatih mereka berdua, dia membayangkan Zenith dan Feng Qiuyu yang akan menjadi sepertinya nanti, tidak bisa dipungkiri bahwa dia saat ini sangatlah bahagia, mungkin ini adalah perasaan bahagia yang sesungguhnya.
“Legenda Trio Penghancur, sepertinya akan menarik, hahahaha!” Jiwa gila Rey menggelora, dia tidak sabar kapan hari itu akan tiba.
**
Tes…tes..tes.
Beberapa butiran air turun dari langit menandakan akan datangnya hujan, Tetua Fengyi menyuruh semua muridnya untuk berlari secepat mungkin, karena di dekat sana tidak ada desa atau semacamnya.
__ADS_1
“Kita akan lari hingga nanti malam, ayo cepat karena hujan hampir turun.”
“Baik.”
Mereka semua berlari dengan cepat, bahkan kuda yang mereka temui di jalan sampai melototkan mata, kuda tersebut mempercepat laju larinya seperti tak ingin kalah dari mereka.
Rey yang melihat kuda yang berlari di dekat mereka tersentak, dia menoleh ke arah kuda tersebut dan berkata, “Kaki saja empat, tapi lambat!”
“Ini tangan dan kaki gblok!” Batin kuda tersebut yang sepertinya mengerti bahasa manusia.
Mata mereka berdua mengkilap, Rey tentu tidak ingin kalah dengan seekor kuda bosok di sampingnya.
“Segel pertama gerbang kegelapan, terbukalah!”
“Langkah kaki setan, aktif! Hahahahaha!”
Rey mengaktifkan langkah kaki setan miliknya yang tentu saja membuat dia bisa berlari layaknya orang kesetanan meningalkan semua orang di belakang. Kuda tersebut juga tidak mau kalah, tiba-tiba saja di badannya tumbuh sayap, lalu dengan cepat dia menyusul Rey yang berada jauh di depannya.
[Whussssshh]
Semua orang di sana terhempas karena terkena angin dari Rey dan Kuda tersebut.
“Apa itu tadi?!” Batin mereka semua terkejut.
Jauh di depan, Rey terkejut karena melihat kuda di sampingnya yang tengah meringis mengejek ke arahnya. Karena tidak fokus Rey akhirnya menabrak sebuah batu besar di depannya yang membuat kuda tersebut tertawa terpingkal-pingkal.
“Dia bersayap?! Jika tidak salah ingat kuda ini bukannya Pegasus ya?” Batin Rey seraya mengembalikan posisi hidungnya yang bengkok akibat menabrak batu besar barusan.
Pegasus adalah seekor kuda yang berasal dari dunia atas, mereka biasanya ditunggangi oleh Ras Demigod. Entah bagaimana Pegasus tersebut bisa berada di dunianya, satu hal yang pasti adalah dia sama sekali tidak ingin berurusan dengan ras Demigod, karena dia sendiri tahu seberapa mengerikan ras tersebut.
Pegasus tersebut merubah kembali wujudnya menjadi kuda biasa seperti sebelumnya, dia mendekat ke arah Rey seraya meringis mengejek. Rey tentu kesal melihat kuda bobrok di depannya mengejek dirinya.
“Kau Pegasus bukan? Bagaimana Pegasus sepertimu bisa berada di dunia ini.” Tanya Rey.
Pegasus itu hanya diam, di dalam batinnya berkata, “Manusia idiot, kau pikir aku bisa bicara?!”
Karena tidak mendengar jawaban membuat Rey kesal, dia langsung menggulat kuda di depannya. Adegan gulat antara seekor kuda dan manusia tak terelakan, mereka berdua bahkan saling menggigit satu sama lain layaknya gladiator.
“Arrrghhh! Telingaku!” Rey digigit tepat di telinganya, dan tentu saja dia tidak tinggal diam, dengan segera dia menggigit kaki kuda tersebut.
“Khihihikkk!” Pegasus tersebut meringik kesakitan namun tetap tidak melepaskan gigitannya di telinga Rey.
Mereka berdua nampaknya tidak ingin mengalah satu sama lain.
__ADS_1
Setelah sampai, Tetua Fengyi bersama murid lainnya terkejut karena melihat Rey dengan seekor kuda saling mengigit satu sama lain.
“Apa-apaan ini?!”