
Tak lama kemudian akhirnya pesanan Rey tiba, dengan lahap ia memakan semua makanan tersebut. Yui yang melihat itu tersenyum gemas, dia merasa Rey ini hanya pemuda labil yang emosinya dapat meledak-ledak kapan saja.
“Ah, lucunya…” Batin Yui.
Sedangkan orang-orang disana sangat iri oleh bocah tampan berambut putih alias Rey, masih bocah saja sudah ditemani oleh wanita cantik, apalagi dewasa? Mungkin nenek-nenek yang nyawanya mau mokad juga ikut-ikutan terpesona.
Meskipun lahap, nampaknya Rey memakannya dengan sangat elegan, terlihat dari cara makannya yang terlihat layaknya seorang bangsawan. Bahkan Yui sampai terkejut, biasanya bocah seperti Rey tidak akan mengerti cara makan dengan sumpit, apalagi kecepatan dan ketepatannya dalam mengambil makan, tidak semua orang bisa seperti itu.
“Bagaimana bisa Rey tau cara menggunakan sumpit? Bukannya dia dari keluarga yang kurang mampu? Bahkan meskipun dia dari keluarga mampu juga tidak akan selancar itu”
Hanya dalam beberapa menit saja semua makanan sudah habis tak tersisa, bahkan Yui saja tidak tau kapan Rey minum, karena tiba-tiba saja gelas yang berisikan air biasa sudah habis.
“Jadi apa kau punya barang yang bisa memperkuat fondasi tubuhku?”
Yui tersentak, ia sampai lupa dengan janjinya pada Rey sebelumnya. Ia mengeluarkan 1 Pil Pemurni Sumsum kualitas rendah dari cincin dimensinya, pil itu dapat memperkuat fondasi tubuh dengan cepat, hanya saja membutuhkan waktu lama untuk menyerap semua khasiat yang ada di pil tersebut.
“Rey, ini adalah Pil Pemurni Sumsum, kau bisa mengkonsumsinya nanti” Ucap Yui sambil menyerahkan Pil di tangannya tersebut.
Semua orang di restoran tersebut terkejut, mereka tentu tahu tentang Pil Pemurni Sumsum yang dapat memperkuat fondasi tubuh seorang kultivator di semua tahapan, apalagi harganya yang sangatlah mahal yaitu 2000 keping emas untuk kualitas rendahnya saja.
“Dia memberikan Pil Pemurni Sumsum begitu saja kepada bocah itu? Meskipun itu hanya kualitas rendah, tapi tetap saja harganya sangatlah mahal!”
“Coba perhatikan bocah itu, aku tidak merasakan energi Qi sama sekali di tubuhnya. Bocah itu bisa mati seketika jika menelan pil itu!”
“Kau benar, bocah itu bukanlah kultivator, jika dia menelan pil itu pasti tubuhnya akan langsung meledak seketika!”
Yui yang mendengar itu tersentak, ia lupa jika Rey belum bisa disebut sebagai kultivator karena Rey bahkan belum mencapai kondensasi Qi, yang dimana kondensasi Qi adalah tahapan awal dimana seseorang dapat mengolah Qi ditubuhnya untuk menjadi kultivator.
__ADS_1
Baru saja ia ingin memasukan kembali ke dalam cincin dimensinya, tapi tiba-tiba saja Rey sudah mengambil pil tersebut dan langsung memasukannya ke dalam mulutnya seketika.
“Rey!!! Apa yang kau lakukan?! Cepat muntahkan!” Yui berteriak histeris, bahkan semua orang disana juga ikut histeris melihat Rey.
Mereka semua memandang Rey dengan tatapan ngeri, karena bagaimanapun Pil Pemurni Sumsum itu bukanlah sesuatu yang boleh di konsumsi manusia biasa. Namun, apa yang mereka perkirakan ternyata salah, Rey malah masih enak menguyah pil itu seperti permen.
“Yui, apa ada lagi? Pilnya cukup besar jadi aku kunyah saja, tapi ternyata rasanya cukup enak…” Ucap Rey santai yang membuat semua orang disana melotot kearahnya.
Yui merasakan jika seluruh tubuhnya lemas. Ia segera duduk untuk menenangkan dirinya, pandangannya saat ini sedikit gelap karena menyaksikan Rey menelan pil tersebut.
“Apa gigi bocah itu terbuat dari beton? Dia menguyah Pil Pemurni Sumsum yang kerasnya seperti tulang itu?!”
“Beton? Badan bocah itu terbuat dari apa sampai tidak meledak setelah menelan pil itu?! Seorang kultivator seperti kita saja membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyerap esensi sebuah pil, namun bocah itu sekali cekok langsung beres”
“Tidak diragukan lagi, bocah itu pasti reinkarnasi siluman rayap!”
“Emang ada siluman rayap?”
Semua orang disana berdebat mengenai kemampuan Rey yang mampu menguyah Pil Pemurni Sumsum tersebut, bahkan mereka juga mereka berdebat tentang Rey adalah seorang kultivator yang menyembunyikan kekuatannya karena dapat menyerap esensi sebuah pil dalam waktu singkat yaitu dengan cara tinggal telan langsung beres.
“R-Rey, apa kau baik-baik saja?” Tanya Yui yang kini tubuhnya sudah kembali normal.
“Oh, tentu saja. Apa kau punya lagi? aku merasakan pil yang kau beri itu langsung membuat tubuhku sedikit kuat dari sebelumnya”
Yui hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Rey, dia tadi bahkan hampir saja pingsan tetapi Rey malah baik-baik saja seperti orang anti santet, bahkan Rey malah meminta Pil Pemurni Sumsum lagi kepadanya.
“Tidak ada lagi Rey, mari kita pulang” Ucap Yui yang kini beranjak dari tempat duduknya menuju kasir untuk membayar tagihan makanan Rey.
__ADS_1
“Seharusnya mereka semua sudah sadar...” Batin Rey sambil memikirkan tentang keadaan Sektenya.
Dalam perjalanan, Rey memikirkan tentang kenapa semua orang tidak ada yang histeris atau kejang-kejang setelah ia menyebut sang penghancur? Seharusnya mereka semua tahu tentang sebutan sang penghancur dirinya.
“Yui, apa kau tahu tentang sang penghancur?” Tanya Rey untuk memastikan bahwa apa yang dia pikirkan adalah benar.
“Sang penghancur? Apa itu?”
Mendengar jawaban Yui membuat Rey sedikit tertegun, ia bertanya lagi untuk memastikan bahwa apa yang dicemasannya tidak terjadi.
“Sang penghancur, julukan seseorang yang menghancurkan seluruh kultivator, apa kau tidak pernah mendengarnya?”
“Tidak”
Bagaikan disambar petir disiang bolong, tubuh Rey langsung lemas seketika, ia sungguh tidak berharap bahwa sebutan kerennya itu tidak diketahui oleh Yui. Namun, ia seketika semangat kembali karena menurutnya pertempuran saat ia melawan jutaan kultivator pasti akan ada sejarahnya, karena pertermpuran itu maha dahsyat.
“Yui, apa kau pernah mendengar tentang pertempuran seluruh kultivator melawan 1 orang? Pertempuran itu sangat dahsyat, tidak mungkin kau tidak tahu” Tanya Rey penuh harap.
“Setahuku tidak ada pertempuran semacam itu, jika ada tidak mungkin aku tidak mengetahuinya, kenapa kau menanyakan itu Rey?”
Rey hanya diam saja, wajahnya pucat pasi, dia sangat tidak menduga bahwa masa jayanya, bahkan sebutan sang penghancur dirinya tidak di ketahui oleh Yui. Ia sebisa mungkin tidak langsung percaya dengan jawaban Yui.
“Mungkin memang Yui saja yang tidak tahu, pasti orang tua udik itu tahu” Batin Rey yang mencoba mempercayai bahwa jawaban Yui adalah kesalahan.
Orang tua yang dimaksud Rey adalah Patriak Mo, karena umurnya sudah tua jadi kemungkinan besar dia pasti mengetahui tentang kejadian bersejarah itu. Namun, jika Patriak Mo saja tidak tahu maka kemungkinan besar Rey akan kejang-kejang ataupun menangis.
Setelah percakapan kecil itu Rey menjadi murung, Yui bahkan sampai bingung. Ia mencoba mengingat-ngingat lagi tentang kejadian yang disebutkan oleh Rey tadi, namun hasilnya nihil, menurutnya tidak ada pertempuran yang mempunyai skala mengerikan tersebut.
__ADS_1
“Aku sangat yakin bahwa tidak ada pertempuran semacam itu, tapi jika tidak bagaimana Rey bisa menanyakan hal tersebut?” Batin Yui bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Mereka berdua berjalan dengan hening, karena Yui tidak tahu harus memulai pembicaraan seperti apa karena melihat wajah Rey yang seperti kehilangan semua darahnya.