Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 49 - Bertemu Putri Kaisar


__ADS_3

Rey yang merasa ditatap oleh pria botak di depannya merasa risih, entah mengapa tapi saat dia melihat gerak-gerik Bai Luo sama sekali tidak mencerminkan seorang pria.


Dan benar saja tebakannya, karena Bai Luo tiba-tiba saja mengedipkan mata ke arahnya, dan itu bukanlah sikap pria normal pada umumnya, mana ada pria normal yang mengedipkan matanya kepada pria lainnya jika memang tidak ada yang bermasalah dengan otaknya.


“Lebih baik menjadi gila sepertiku daripada menjadi banci sepertinya.” Batin Rey yang merasa kagum dengan kegilaannya.


Bai Luo masih menatap Rey dengan pandangan genit, tentu saja hal itu membuat semua orang di sana melotot, tapi tidak dengan Yui karena dia sudah tahu tentang sikap kemayu Bai Luo.


“Ehem, Bai Luo, perkenalkan ini adalah teman-temanku.” Ucap Yui.


Bai Luo menyalami mereka satu per satu, tapi saat menyalami tangan Rey dengan sengaja dia mengelus-ngelus tangan Rey, tentu saja hal itu membuat Rey merasa jijik, dia lebih baik dielus oleh setan atau dedemit daripada dielus oleh tuyul pucat banci seperti Bai Luo.


“Jika kau tidak melepaskan tanganku dalam hitungan ke-3 maka bukan hanya tanganmu saja yang terlepas tapi juga kepalamu.” Ucap Rey santai tapi mengandung ancaman.


Bukannya takut ataupun terkejut, Bai Luo malah menatap Rey dengan kagum, dia tidak pernah sekalipun menemui pria sejantan Rey.


“Ih, jangan galak-galak gitu dong.” Ucap Bai Luo malu-malu seraya melepaskan genggaman tangannya.


"Galak-galak matamu! Setres!" Batin Rey kesal.


Tak lama kemudian, beberapa pelayan datang membawa pesanan mereka. Bai Luo pamit undur diri karena tidak ingin mengganggu waktu makan pelanggannya, walaupun sebenarnya dia sangat tidak rela meninggalkan Rey yang menurutnya sangatlah jantan.


Rey dan Yui duduk bersebelahan, mereka berdua makan dengan sangat elegan layaknya keluarga bangsawan, hal itu membuat Tetua Fengyi, Zenith, dan Feng Qiuyu terkejut bukan main, mereka terkejut dengan cara makan Rey yang sangatlah elegan bahkan melebihi keeleganan Yui, karena saat Rey makan dengan mereka bertiga sebelumnya sangatlah rakus seperti orang kelaparan.


Rey sendiri sama sekali tidak sadar dengan tingkah lakunya yang berubah saat bersama dengan Yui, tapi tidak dengan Yui, dia 100% sadar dengan tingkah lakunya yang berubah saat bersama Rey, dia bahkan menjadi sangat manja layaknya wanita kurang belaian kasih sayang saat bersama Rey.


Mereka berlima makan dengan hening, tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara, hanya dentingan alat makan saja yang terdengar seperti alunan musik asal jadi.


Saat mereka sedang makan, di saat bersamaan di tempat lain atau lebih tepatnya di tempat mayat anggota Sekte Bulan Darah yang Rey bantai sebelumnya terdapat beberapa orang yang sedang memeriksa para mayat tersebut.


“Siapa yang berani membunuh anggota sekte kita?!”


“Aku tidak tahu, tapi satu hal yang pasti adalah dia merupakan mahluk terbrutal yang pernah ada, karena tidak ada seorangpun yang dengan brutalnya membuat wajah seseorang sampai rata seperti ini, bahkan sekte kita yang sudah terkenal akan kekejamannya saja tidak sampai sekejam ini.”


"Kau benar, entah manusia durjana macam apa yang melakukan pembantaian ini."


"Sebaiknya kita bakar mayat-mayat ini dan sisakan satu mayat untuk di bawah kepada patriak.”


Mereka mengumpulkan semua mayat yang ada, lalu membakarnya menggunakan api, hal itu bertujuan agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang pembunuhan anggota Sekte Darah mereka.


**

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka berlima memilih berjalan-jalan menyusuri seluk beluk Kota Chenzu, beberapa kali mereka ribut dikarenakan Rey yang selalu bertingkah layaknya orang gila. Bayangkan saja, orang yang jelas-jelas diam malah ditendang oleh Rey, bahkan orang yang sedang makan saja sengaja dia senggol sampai makanan orang tersebut tumpah.


“Hei bocah, bisakah kau diam? Aku tidak peduli jika kau dikeroyok satu kota sekalipun, tetapi karena kau sekarang bersama kami, maka setidaknya kurangilah tingkah gilamu itu.” Ucap Tetua Fengyi dengan nada memohon.


Sesungguhnya dia sudah tidak tahan lagi berada di dekat bocah dedemit seperti Rey, andai saja bukan karena tanggung jawabnya, pasti dia sudah membiarkan Rey dikeroyok massa.


Rey hanya bisa mendengus kesal, dia sungguh tidak tahan dengan kedamaian, kedua tangannya saja sejak tadi sudah gatal ingin menebas orang atau paling tidak mencekik leher seseorang sampah patah.


Namun itu tidak bertahan lama, sebab Rey tiba-tiba saja menendang pantat orang berbadan besar tepat di depannya, lalu segera bersembunyi di belakang Yui.


“Siapa yang menendang bokongku?!”


Mereka berlima berjalan terus tanpa peduli dengan teriakan pria itu, Yui menasehati Rey agar tidak bertindak kurang ajar dengan orang lain, entah kerasukan jin apa karena setelah dinasehati oleh Yui, Rey langsung menjadi orang normal meskipun cengar-cengir sendiri seperti orang gila, tapi setidaknya dia tidak membuat kerusuhan.


Saat sedang berjalan-jalan, Rey melihat perempuan bercadar di dekatnya bersama dengan beberapa pengawalnya.


“Hei nona, kita bertemu lagi.” Ucap Rey sok kenal yang membuat wanita beradar itu tersentak.


Yui, Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi juga tidak kalah terkejutnya melihat Rey yang tiba-tiba menyapa perempuan bercadar itu.


“Bagaimana kau tahu jika ini adalah aku?” Tanya Wanita bercadar itu seraya membuka cadarnya.


“Jangan seperti itu, kalian semua berdirilah.” Ucap Chen Shui dengan halus.


Chen Shui bukanlah orang yang gila akan kehormatan seperti bangsawan-bangsawan lainnya, sebab dia telah dididik oleh ayahnya untuk selalu bersikap rendah hati, walaupun tanpa dididik sekalipun sikap dan perilakunya dari lahir memang mencerminkan seorang putri, karena itu dia sangat dihormati sekaligus dicintai oleh semua rakyatnya.


Mereka semua berdiri dan memberi hormat, lalu melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Chen Shui menatap Rey dengan dingin dan berkata, “Bagaimana kau bisa mengetahui jika ini aku?”


“Oh itu karena aroma di tubuhmu, matamu, rambutmu serta bentuk tubuhmu, semua itu tergambar jelas diingatanku yang membuatku dapat mengetahui jika itu kau dengan mudah.” Jawab Rey dengan santai yang tentu saja membuat semua orang melotot ke arahnya.


Chen Shui dengan wajah memerah langsung membalikan badannya, dia saat ini merasa sangat malu karena bagaimana bisa seorang pria hafal dengan semua aset di tubuhnya dalam sekali pertemuan itupun tidak lama. Sedangkan Yui kini menatap Rey dengan tajam, entah mengapa setelah mendengar Rey yang mengetahui tentang tubuh Chen Shui membuat hatinya panas.


“Apa mereka..” Batin Yui yang berpikiran tidak-tidak.


Yui menggelengkan kepalanya pelan untuk menghilangkan tentang pikiran negatifnya karena bagaimanapun Rey masihlah seorang bocah, jadi tidak mungkin seorang bocah melakukan itu, apalagi melakukannya dengan putri kaisar, itu sangatlah mustahil pikirnya, kecuali jika Rey ingin digorok oleh kaisar.


Tetua Fengyi, Zenith, dan Feng Qiuyu memilih diam, mereka tentu tidak ingin bersikap lancang di depan putri kaisar.


Chen Shui dengan wajah memerah langsung mengajak pengawalnya pulang ke istana, karena dia tidak ingin wajah merahnya dilihat oleh orang terutama bocah berambut putih di depannya.

__ADS_1


“Si-siapa namamu?” Tanya Chen Shui tanpa membalikan pandangannya.


"Namaku Rey, ingat aku adalah calon suamimu.” Ucap Rey dengan lantang yang membuat semua orang di sana melotot ke arahnya.


Chen Shui sendiri langsung berlari kecil pergi dari sana, dia saat ini sungguh sangat malu, dia tidak menyangka bahwa Rey akan mengatakan hal memalukan seperti itu di tempat umum.


[Plakkkkk]


Yui tiba-tiba saja menampar Rey dengan keras lalu pergi. Rey tentu bingung tentang Yui yang tiba-tiba menamparnya, tapi entah mengapa dia tidak sama sekali tidak merasa kesal ataupun marah setelah mendapat tamparan dari Yui.


“Rey, secara tidak langsung kau sudah menyakiti perasaan nona Yui.” Ucap Zenith sok bijak.


“Dasar pria tidak tahu malu.” Timpal Feng Qiuyu.


Rey semakin dibuat bingung, memang apa salahnya? Padahal sejak tadi dia sudah bersikap baik. Rey menatap Tetua Fengyi untuk meminta penjelasan, namun orang tua itu malah menatapnya malas tanpa mencoba menjelaskan letak kesalahannya sama sekali.


“Waras salah.. gila juga salah, hati manusia memang sangat rumit. Heh, memang menjadi diri sendiri itu lebih baik.” Batin Rey seraya memegang pipinya yang sedikit sakit, bahkan masih terlihat bekas tanda merah berbentuk tangan Yui di pipinya.


Karena tidak ada kegiatan lagi, akhirnya mereka lebih memilih untuk kembali ke penginapan sebelumya, tapi sebelum itu mereka harus membelikan Rey makanan terlebih dahulu karena perut bocah dedemit itu kembali berbunyi lagi.


Bonus cerita :


Setelah Bai Luo pergi dari sana dengan cepat Rey langsung membasuh tangannya dengan arak, tentu saja kelakuannya itu membuat keempat kawannya bingung.


"Rey kenapa kau membasuh tanganmu dengan arak? Mengapa tidak dengan air saja?" Tanya Yui.


"Karena najis! Air biasa mana mempan! Hih, pasti tangannya banyak virus coronanya." Jawab Rey seraya mengelapkan tangannya ke baju Tetua Fengyi.


Karena di dunianya tidak ada cairan antiseptik, jadi Rey memilih untuk membasuh tangannya dengan arak, karena arak memiliki kandungan alkohol.


Pesan saya adalah ingatlah untuk membasuh tangan anda setelah kontak fisik dengan seseorang.


Ada 2 + 1 hal yang harus kalian ingat yaitu :


1. Jauhi setan.


2. Jauhi corona.


3. Jauhi Narkoba


Jika suka ya baca, jika tidak suka ya tetap baca, jika benci maka cintailah, jika sudah cinta maka jangan pernah membencinya.

__ADS_1


__ADS_2