
Malam pun tiba, Rey yang merasa lapar akhirnya memilih untuk mencari ikan di sungai, tetapi sebelum itu dia mengeluarkan api abadinya untuk membuat api unggun di tempat ketiga orang yang tengah tak sadarkan diri tersebut.
“Kau jaga mereka, sampai terjadi apa-apa dengan mereka bertiga akan kupanggang kau, karena sang penghancur ini akan mencari ikan terlebih dahulu.” Ucap Rey seraya membuka seluruh pakaiannya.
“Khihihik.” Pegasus tersebut seperti meminta makanan juga kepada Rey, dia juga butuh camilan saat menjaga, biasa agar tidak boring.
“Kau juga lapar? Kau makan batu saja sana, kan banyak tuh.”
Tanpa menunggu lama lagi, Rey segera menceburkan dirinya ke dalam sungai. Rey mencari ikan kesana kemari tetapi tidak kunjung menemukan juga, bahkan kini wajahnya membiru karena kekurangan oksigen, pandangan matanya juga terbatas sebab kurangnya pencahayaan.
“Sial, ikan sialan kusantet kau! Gerbang pertama segel kegelapan, terbukalah!”
Rey dengan gilanya menghantam-hantam apapun yang dia lihat, entah itu ikan, batu, setan, iblis, siluman, bahkan kodok yang sedang asik berenang saja tidak luput kena hantamannya. Setelah beberapa saat, akhirnya Rey berhenti, dia kembali ke permukaan untuk mengambil nafas seraya melihat-lihat jika ada ikan mati yang terapung.
Namun, di permukaan air tidak terlihat 1 ikan pun yang mengambang, tentu saja hal itu membuat Rey murka, tanpa basa-basi lagi dia segera menyelam ke dasar sungai.
“Segel kedua gerbang kegelapan, terbukalah!”
“Hahahaha, sini kalian ikan-ikan setan, kubuat bobrok kalian!”
[Duarrrrrrrrr]
Rey mengamuk layaknya orang kesurupan, kaki, tangan, sampai kepala dia gunakan untuk menyerang apapun yang dia lihat. Ledakan demi ledakan timbul ke permukaan sungai akibat amukannya, sedangkan si pegasus terlihat membentangkan sayapnya untuk menutupi tubuh Feng Qiuyu agar tidak basah terkena cipratan air yang membumbung tinggi dari sungai.
Kerusuhan yang dibuat Rey ternyata membuat penunggu sungai itu marah, penunggu sungai itu adalah siluman ikan tingkat 3, dia menuju ke asal sumber ledakan di sungainya tersebut.
Namun, apa yang dipikirkannya ternyata berbeda, jika awalnya dia berpikir bahwa yang mampu membuat ledakan tadi adalah sosok yang kuat, kenyataannya berbanding terbalik sebab yang membuat ledakan di sungainya adalah seorang manusia kerdil yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kotorannya.
Rey tentu terkejut melihat ikan yang begitu besar di depannya saat ini, tetapi bukannya takut dia malah tertawa layaknya orang sinting, bahkan dia sampai lupa bahwa dirinya saat ini berada di dalam air, alhasil dia pun tersedak air karena tawanya tersebut.
“Akhirnya makananku datang, sini nak, datanglah kepada papa!” Batin Rey seraya tersenyum seperti psikopat yang menemukan mangsanya.
Rey dengan gilanya langsung menghantam siluman ikan tersebut, tetapi hantamannya tersebut tidak meninggalkan bekas luka sama sekali karena pergerakannya di dalam air sangatlah lamban.
__ADS_1
Sedangkan siluman ikan itu hanya menatap Rey dengan malas, dia sungguh tidak percaya jika yang membuat ledakan keras tadi ternyata manusia kerdil yang sangat lemah.
Siluman ikan itu meninggalkan Rey seakan-akan Rey bukanlah ancaman baginya, tapi dia tidak tahu bahwa manusia yang dia anggap kedil nan lemah tersebut otaknya sedikit miring. Melihat calon makanannya pergi tentu membuat Rey kesal bukan main, matanya berubah menjadi hitam tanda dia serius.
[Blasssssshh]
Rey berenang dengan kecepatan luar biasa menuju siluman ikan tersebut, karena tujuannya adalah memasuki tubuh siluman ikan itu melalui insangnya dan menghancurkan semua organ dalamnya. Namun, sebelum Rey dapat menyentuh siluman ikan itu, tiba-tiba ekor siluman ikan tersebut mengibasnya dengan keras hingga melesat ke luar dari sungai.
[Bughhhhhhh]
Si Pegasus terkejut melihat yang Rey jatuh dari langit menindihi Feng Qiuyu dengan posisi bagian bawahnya tepat berada di kepala Feng Qiuyu.
“Calon makananku..” Rey hanya bisa melihat sungai dengan pandangan sedih, padahal dia sudah berandai-andai memakan ikan tadi.
Saat sedang berbela sungkawa atas kehilangan calon makanannya, tiba-tiba saja seekor kelinci lewat di depan matanya tanpa dosa. Pandangan mata yang awalnya redup layaknya orang nolep yang kebanyakan nonton hentai sampai gblok, sekarang malah menjadi beringas layaknya orang kesurupan.
Tanpa belas kasihan Rey langsung mencekik kelinci terebut dan berkata, “Sa-yang-ku, apa kau mau menjadi makananku malam ini? Kenapa tidak menjawab? Heh, aku lupa bahwa kau tidak bisa bicara, hahahaha!”
“Kau lihat ini kuda bobrok, sang penghancur yang sangat agung ini berhasil membuat makanan terenak di dunia, apa kau mau? Eh, aku lupa bahwa kau hanya memakan batu, hahaha!” Ucap Rey seraya jingkrak-jingkrak kegirangan, bahkan dia sama sekali tidak merasa bersalah setelah menginjak wajah Tetua Fengyi di bawahnya.
Pegasus itu hanya diam saja melihat tingkah laku gila Rey, dia tidak menduga bahwa ada manusia yang gila melebihi orang gila itu sendiri, “Sepertinya, ada yang tidak beres dengan otak manusia ini.” Batinnya.
Rey memakan kelinci tersebut dengan perlahan seraya melirik penuh ejekan ke arah si pegasus, sedangkan pegasus itu hanya bisa menggelengkan pelan.
“Memang tak betul manusia ini.”
Mereka berdua tidak sadar jika Feng Qiuyu saat ini telah sadar, dengan pandangan sedikit kabur Feng Qiuyu melihat-lihat ke sekitarnya, pandangannya terhenti tepat ke arah Rey yang tengah makan tanpa memakai pakaian sehelai pun layaknya tuyul jalanan, bedanya adalah Rey masih memiliki rambut sedangkan tuyul kan botak dari sononya.
“I-itu, Kyaaaaaa!”
Pegasus dan Rey dibuat terkejut oleh teriakan Feng Qiuyu yang begitu keras.
__ADS_1
“Oh, kau sudah sadar rupanya? Mau ini? Ini adalah kelinci panggang yang ekslusif dipanggang dari tangan sang penghancur ini, jika memakannya pasti kau akan merasakan sebuah sensasi yang wow!” Ucap Rey seraya mendekat ke arah Feng Qiuyu.
Sepertinya Rey belum menyadari jika saat ini dirinya tengah lelanjang bulat, bahkan benda keramatnya terlihat menggantung-gantung dengan indah di bawah sana.
Namun Rey dibuat bingung melihat Feng Qiuyu yang menutup matanya, dia melihat-lihat sekelilingnya tetapi tidak ada hal apapun yang perlu ditakutkan, apa wajahnya membuat takut orang lagi seperti Yui sebelumnya?.
“Apa karena wajahku? Kurasa tidak,”
“Hey kau, kenapa kau menutup matamu?” Ucap Rey yang kini sudah berada tepat di depan Feng Qiuyu.
“Ukhhh, i-itu ke-kenapa kau telanjang?!”
Ucapan Feng Qiuyu membuat Rey terkejut.
“Pantas saja aku kedinginan, hais.” Gumam Rey.
Rey segera memakai mengambil pakaiannya, lalu segera memakainya. Feng Qiuyu mencuri-curi pandangan ke arah Rey yang sedang mengenakan pakaiannya, dengan wajah memerah dia melihat benda menggantung tepat di area pribadi Rey.
“Ukhhh, kenapa aku malah mengintip dia.” Batin Feng Qiuyu yang masih mencuri-curi pandangan ke arah Rey.
Setelah selesai, tanpa dimintai oleh Feng Qiuyu, Rey segera menjelaskan semuanya dengan sedetail-detailnya, tentang mengapa hanya mereka berempat yang tersisa, hingga mahluk besar yang menyerang mereka dengan petir.
“Mereka semua mati, hanya tersisa kita saja, aku hanya bisa membawa kalian bertiga, sebab tanganku ada dua sedangkan mulutnya hanya ada satu.” Ucap Rey pura-pura sedih seraya menunjuk Pegasus.
Bagaikan disambar petir di siang bolong, padahal tadi memang sudah disambar petir, Feng Qiuyu tidak percaya jika teman-temannya yang sebelumnya tidur bersama dengannya sekarang telah tiada.
“I-ini tidak mungkin! Kau pasti bohong padaku!” Ucap Feng Qiuyu sambil menangis.
“Heh, gitu aja nangis, dasar lemah.” Rey diam-diam tersenyum, meskipun dia gagal membunuh mereka, setidaknya mahluk besar sebelumnya mewakilkan dirinya untuk membunuh murid-murid tersebut.
Apa Rey sedih melihat Feng Qiuyu sedih? Tentu tidak, karena ini adalah bagian dari rencananya untuk membuat Feng Qiuyu dan Zenith menjadi sepertinya.
Awal dari rencananya adalah menghilangkan sisi kemanusiaan Zenith dan Feng Qiuyu terlebih dahulu, karena itu adalah bagian yang terpenting penting untuk tidak takut menghadapi apapun nantinya.
__ADS_1
Namun, Rey tidak menyadari jika hari demi hari rasa kemanusiawinya bertambah meskipun rasa kesetanawinya lebih mendominasi, namun rasa kemanusiaan itu membuat dia secara tidak sadar membantu orang lain walaupun mempunyai maksud tertentu.