Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 45 - Bocah Berambut Putih


__ADS_3

“Rey, bangunlah karena turnamen akan dimulai hari ini.” Ucap Zenith seraya membuka tirai yang ada di jendela.


Rey mengejapkan matanya beberapa kali, lalu melihat ke sekitarnya, dia merasa sangat asing dengan tempatnya sekarang.


“Bagaimana aku bisa berada di sini? Apa yang terjadi?” Rey mengambil posisi duduk seraya memegang kepalanya yang sedikit sakit.


Zenith menjelaskan jika dirinya kemarin mabuk berat setelah meminum arak, ngoceh tidak jelas, membuat keributan dimana-mana, bahkan tembok yang notabennya benda mati di ajak gelut olehnya kemarin.


Rey melototkan matanya, apa kemarin dirinya mabuk hanya karena meminum satu gelas arak? Di kehidupan sebelumnya jangankan satu gelas arak, satu tong arak saja dia kuat tanpa mabuk sama sekali, tapi sekarang dia malah mabuk hanya karena secuill arak? Apa kata dunia pikirnya.


“Dari semua kehidupan yang kulalui, di kehidupan inilah yang paling buruk.” Batin Rey sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Meskipun kehidupannya sekarang begitu buruk tetapi masih banyak hal bagus yang membuat kehidupannya menjadi lebih berwarna, salah satunya adalah dia sekarang memiliki orang tua, dan juga beberapa orang terdekat yang bisa disebut sebagai teman bicara.


“Ayo, Tetua Fengyi dan Feng Qiuyu sedang menunggu kita di luar.”


Terlihat Tetua Fengyi dan putrinya sedang bercanda tepat di depan penginapan, walaupun bercandanya agak kaku karena bagaimanapun ayah dan anak itu memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama hemat bicara, mereka berdua berhenti bercanda saat melihat Rey dan Zenith keluar dari penginapan.


Feng Qiuyu melambaikan tangannya, dan berkata, “Hei, di sini.”


Rey dan Zenith segera menghampiri Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi, karena tidak ada kegiatan lain, mereka langsung bergegas menuju ke Istana Kekaisaran.


Rey yang memang sangat antusias dengan turnamen secara tak sadar menggenggam tangan Zenith dan Feng Qiuyu dengan gemas, dia seperti anak kecil yang digandeng kedua kakaknya, siapapun yang melihatnya pasti akan menganggapnya sebagai anak kecil yang manja.


**


Puluhan ribu orang terlihat berebut masuk ke dalam Istana Kekaisaran atau lebih tepatnya ke arena yang sudah di sediakan di dalam sana. Seluruh penjaga di kerahkan untuk menjaga keamanan, mereka terlihat memantau di semua sudut istana, rata-rata kultivasi mereka juga bukan main-main sebab yang paling lemah saja berada di Tingkat Bumi tahap akhir, sedangkan yang tertinggi berada di tahap Langit.


Rey, Zenith, Feng Qiuyu berpisah dengan Tetua Fengyi sebab mereka bertiga mempunyai jalur masuk sendiri sebagai peserta turnamen. Tetua Fengyi yang ingin melihat jalannya pertandingan memilih untuk memasuki arena.


Mereka bertiga di arahkan menuju ke grup C sesuai dengan token yang mereka miliki. Setelah sampai, beberapa pasang mata melihat ke arah mereka bertiga, terutama Rey, dia di pandangan oleh semua peserta yang berada di Grub C karena kelakuannya kemarin.

__ADS_1


Grup terbagi menjadi A, B, C, D, dan E, setiap grup beranggotakan 25 orang, tidak peduli berasal dari sekte apa dan kekuatannya seperti apa, mereka akan dikumpulkan berdasarkan token yang mereka peroleh.


Grup C sendiri sebagian besar berasal dari sekte besar dan sekte menengah, yang berasal dari sekte kecil hanyalah Rey, Feng Qiuyu dan Zenith saja.


Terlihat 2 orang panitia penyelenggara turnamen menghampiri mereka, dengan pandangan tajam panitia itu melihat semua peserta grup C di depannya.


“Semuanya berbaris dengan rapi, masing-masing peserta berjarak 1 meter dari peserta lainnya.”


Semua peserta mengambil jarak dari peserta lainnya, dan keributan pun terjadi saat peserta di depan Rey tak sengaja menginjak kaki Rey saat melangkah ke belakang.


[Plakkkkk!]


Rey menampar peserta itu dengan keras sampai wajahnya mencium lantai, semua peserta tertawa terbahak-bahak sebab yang ditampar Rey adalah orang berbadan besar yang kemarin ribut dengannya. Pemuda berbadan besar itu tentu tak terima dengan perlakuan Rey kepadanya, namun dia di hentikan oleh panitia turnamen.


“Hei nak, jika kau berulah lagi, maka kau akanku diskualifikasi.” Rey mendapatkan terguran keras dari panitia karena kelakuannya tersebut.


“Ck, salah dia sendiri yang menginjak kakiku.” Rey hanya bisa menggerutu kesal, padahalkan dia hanya membela diri karena kakinya yang diinjak.


“Setiap pemenang turnamen mendapat hadiah yang sangat besar, salah satu hadiah itu adalah sebuah senjata tingkat langit.”


Penjelasannya itu membuat semua peserta ketakutan, kini mereka tambah yakin bahwa perburuan siluman di alas purwo sangatlah berbahaya bagi keberlangsungan hidup mereka, tapi mengingat hadiah yang sangat besar membuat mereka semua semangat, menurut mereka sebuah senjata tingkat langit saja sebanding dengan nyawa mereka, apalagi hadiah yang lainnya? Tentu saja hal itu membuat mereka semangat.


“Baiklah, kalian bersiap-siaplah, karena nama kalian secara acak akan dipanggil menuju arena bersama dengan lawanmu.” Ucap panitia itu seraya membuka pintu.


Mereka semua melihat arena yang sangat meriah, teriak-teriakan yang menggema dari ribuan penonton membuat jantung mereka berdetak kencang, mereka membayangkan bagaimana jika menang saat di tonton ribuan orang? Pasti sangat membahagiakan pikir mereka, tetapi bagaimana jika mereka kalah? Hanya rasa malu saja mungkin.


**


Terlihat seorang pria paruh baya yang berjalan menuju ke tengah-tengah arena.


“Perkenalkan, saya Zhu Go, saya adalah wasit yang akan mengawasi jalannya pertandingan,”

__ADS_1


“Karena beberapa alasan membuat panitia mengubah urutan turnamen, yang pertama adalah pertandingan antar peserta, kedua pertandingan antar sekte, ketiga perburuan siluman.”


Semua penonton bersorak kegirangan, karena yang paling menarik dari turnamen adalah saat pertandingan di arena, jadi mereka bisa melihat secara langsung bagaimana para peserta bertarung memperebutkan gelar juara.


“Baiklah, tanpa basa-basi lagi, saya akan memilih peserta secara acak, peserta yang saya sebutkan diharapkan segera menuju ke arena turnamen.”


Jantung mereka semua berdetak kencang karena gugup, bahkan jantung Rey sendiri berdetak kencang, bedanya adalah Rey tidak merasa gugup sama sekali, melainkan sangat antusias, dia sudah membayangkan menebas-nebas lawannya nanti.


“Pertandingan pertama adalah Rey peserta dari grup C melawan Qiao Feng dari grup A.”


Semua peserta di grup C melihat satu-sama lain untuk memastikan siapa yang bernama Rey, betapa terkejutnya mereka saat melihat bocah berambut putih berjalan maju ke depan seraya menyeret pedang besarnya, bocah itu tak lain adalah Rey si bocah gila.


“Rey, berjuanglah.” Teriak Feng Qiuyu dan Zenith bersamaan yang dibalas senyuman oleh Rey.


Semua orang yang berada di arena terkejut saat melihat bocah berambut putih yang bahkan tidak kuat mengangkat pedangnya berjalan dengan penuh percaya diri ke tengah arena.


“Hahaha, lihatlah bocah itu, mengangkat pedangnya saja tidak bisa.”


“Kau benar, lelucon apa ini? Sekte mana yang memperbolehkan seorang bocah mengikuti turnamen ini? Apa mereka tidak waras?”


“Hahahaha, kau benar, kurasa sekte bocah itu memiliki patriak yang gila.”


Tetua Fengyi yang mendengar itu geram, berani sekali mereka menghina sahabatnya Mo, mereka belum tau saja bahwa bocah yang mereka hina adalah seorang bocah sinting yang kekuatannya di luar nalar.


Di sisi lain, peserta bernama Qiao Feng juga ikut muncul bersamaan dengan Rey, pemuda itu menertawakan Rey karena tidak mampu mengangkat pedangnya, padahal kenyataannya adalah Rey memang sengaja melakukan itu tak lain tak bukan agar terlihat keren saja walaupun kenyataanya dia menjadi bahan terawaan sih.


“Peraturannya sederhana, bagi siapa yang keluar dari garis pembatas akan dinyatakan kalah, menyerah akan dianggap kalah.” Jelas wasit itu.


“Hanya itu?” Tanya Rey.


“Ya.”

__ADS_1


Rey tersenyum lebar yang membuat lawannya merinding, pemuda itu merasa bahwa senyum bocah di depannya saat ini sangatlah mengerikan. Pikirannya tidak salah, sebab Rey saat ini sedang memikirkan bagaimana membunuh bocah di depannya, karena penjelasan wasit tadi tidak melarang adanya pembunuhan.


__ADS_2