Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 70 - Setelah Sekian Lama Pergi


__ADS_3

Hanya dalam waktu singkat saja Tetua Shen Xuan telah sampai di depan pintu gerbang istana Kekaisaran. Penjaga gerbang yang melihat kedatangan Tetua Shen Xuan segera menghentikannya dan meminta Tetua Shen Xuan menunjukan token yang dimilikinya untuk memastikan. Tetua Shen Xuan mengangguk pelan lalu memperlihatkan sebuah token emas bercorak burung elang. Penjaga gerbang itu terlihat kebingungan melihat Token bercorak burung elang itu,sebab dia belum pernah melihat token seperti itu.


Salah satu Penjaga gerbang mendekat ke rekannya dan berbisik, "Sebaiknya kau panggil kepala keamanan, aku akan mengurus orang ini."


"Baiklah, tunggu sebentar," Jawabnya seraya berlari menuju ke dalam.


Dalam beberapa tarikan nafas saja penjaga tadi kembali bersama dengan seorang tua yang mempunyai janggut setebal bulu domba. Pria tua itu terlihat terkejut saat melihat sebuah token yang sangat dia kenal sebab dia sendirilah yang memberikan token tersebut kepada seorang pemuda karena perintah Kaisar Chen beberapa tahun lalu.


"Astaga!!" Pria paruh baya itu mendekat ke Tetua Shen Xuan, "Kami selaku penjaga keamanan meminta maaf karena telah memberhentikan tuan sebab memang token ini hanya diketahui oleh Kaisar Chen dan saya saja," Ucapnya seraya memberi hormat.


"Paman Lee, kenapa paman masih memanggilku tuan? Paman bisa memanggilku Shen saja dan aku cukup terkejut dengan perubahan paman yang begitu drastis setelah sekian lama tidak bertemu," Tetua Shen Xuan tersenyum kecil, sudut bibirnya membentuk lengkungan 0,001 milimeter tanda dia tersenyum, bahkan lalat pun harus menggunakan mata mangekyo sharingannya agar bisa melihat senyumnya tersebut.


"Kau masih mengenaliku?! Astaga mukaku sudah tambah keriput seperti ini bahkan anakku saja sudah tidak mengenaliku lagi tetapi kau masih bisa mengenaliku dengan mudah?!" Tanyanya tak percaya.


"Ya, aku dapat mengenali paman dengan mudah hanya dengan sekali lihat saja."


"Hahaha.. baiklah, cukup basa basinya, kau pasti kesini karena ada kepentingan bukan? Segeralah masuk, jangan menghiraukan orang tua ini, maaf karena tidak bisa mengantarmu sebab aku masih memiliki beberapa urusan yang tidak bisa kutinggalkan," Jelasnya seraya menepuk pelan pundak Tetua Shen Xuan.

__ADS_1


Setelah selesai percakapan kecil itu, Tetua Shen Xuan segera melangkah masuk ke dalam Istana. Dia memejamkan kedua matanya, dia merasakan perasaan nostalgia karena ternyata tidak ada yang berubah sama sekali setelah 5 tahun tidak menginjakan kaki di sana.


Chen Xui yang sedang memperhatikan bunga di depan Istana terkejut kala melihat seorang pria tampan berjalan ke arahnya, dia langsung memasang ekspresi siaga karena dia sama sekali tak mengenal pria tersebut. Tetua Shen Xuan berhenti tepat di depan Chen Shui dan bekata, "Sudah lama tidak melihatmu, ternyata kau sudah sebesar ini Chen Shui."


Chen Shui yang sebelumnya siaga seketika saja ekspresinya berubah sendu seperti menahan nangis setelah mendengar suara pria di depannya yang tidak lain adalah Shen Xuan yang sudah dia anggap sebagai kakak. "Mengapa kakak begitu lama kembali? Aku selama ini berlatih sendiri setelah kepergian kakak, aku sudah bisa mengendalikan kekuatanku sendiri tanpa menyebabkan masalah lagi," Ucapnya seraya memperlihatkan angin yang terlihat seperti membungkus di atas telapak tangannya.


"Aku tak menyangka ternyata kemampuanmu berkembang pesat hanya dalam beberapa tahun saja," Tetua Shen Xuan tersenyum kecil," Dan juga dimana ayahmu sekarang? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya." Lanjutnya yang langsung mengatakan tujuannya.


Chen Shui menggembungkan pipinya dan berkata, "Setelah sekian lama ternyata sifat dingin kakak tidak berubah sama sekali, aku jadi kasihan jika ada perempuan yang menyukai kakak. Hm, Ayah sekarang sedang bersama Paman, mari aku antar, " Chen Shui menarik tangan Tetua Shen Xuan dan membawanya menuju ayahnya.


"Putriku, siapa pria ini?! Berani sekali pria yang tidak jelas asal usulnya sepertimu mendekati putriku yang paling cantik seantero jagat raya ini! Dan juga berani-beraninya kau memegang tangan putriku yang sehalus kain sutra ini?!" Mata Kaisar Chen melotot tajam ke arah Tetua Shen Xuan, nafasnya pun memburu hebat seperti orang kerasukan setan.


Padahal jika dilihat sekilas, orang bodoh sekalipun tahu bahwa Chen Shui lah yang memegang tangan Tetua Shen Xuan, tapi orang emosi seperti Kaisar Chen selalu gelap mata, apalagi dia merupakan ayah dari putrinya tersebut.


"Benar, langkahi dulu mayatku jika berani menikahi Keponakanku yang cantik jelita ini!" Jendral Chen juga tak mau kalah, bahkan wajahnya saja sudah masuk dalam mode sangar macam orang mau bacokan.


"Penjaga, ambilkan aku golok! Akan kugorok dia!" Teriak Kaisar Chen keras seraya mendekat ke arah Tetua Shen Xuan. Setelah sampai, dia langsung memasang tampang garang seperti anggota Geng Yakuza yang akan tawuran di jalanan.

__ADS_1


"Ambilkan aku parut atau palu godam, akan ratakan wajahnya ini!" Sahut Jendral Chen dengan keras. Dia juga tidak terima jika keponakan tercintanya di dekati pria selain keluarganya, entah itu kucing ataupun monyet, jika itu berkelamin pria maka akan dia babat jika berani mendekati keponakannya tersebut.


Chen Shui tersenyum kecil dan berkata, "Ayah, Paman, apa kalian berdua yakin akan membunuh pria ini?"


"Apa itu perlu ditanyakan?! Jika perlu, akan kucabut bagian bawahnya itu!" Kaisar Chen menunjuk ke bagian bawah Tetua Shen Xuan.


Tetua Shen Xuan sendiri hanya diam dan mengikuti permainan Chen Shui sebab dia tidak ingin membuat Chen Shui sedih hanya karena dirinya tidak mau mengikuti hal kecil seperti ini, dan juga mungkin ini tebusannya saat meninggakan Chen Shui tanpa memberi tahu sama sekali. Chen Shui terenyum kecil dan berkata, "Ayah paman, pria ini adalah Kakak Shen Xuan lho."


"Apa?!" Teriak mereka berdua tak percaya.


"Salam hormat Kaisar Chen, Jendral Chen, maaf tidak memberitahu kalian karena aku tidak tega dengan Chen Shui," Tetua Shen Xuan membukukan badannya sedikit.


Tampang bos yakuza yang mau bacokan tadi digantinkan ekspresi sendu macam hello kitty, terutama Kaisar Chen, sebab dia sudah menganggap Tetua Shen Xuan sebagai putranya karena sebelumnya Tetua Shen Xuan permah tinggal 8 bulan bersama dengan keluarganya.


"Hah... sudah 5 tahun lamanya kita tidak bertemu, kini kau sudah tumbuh sebesar dan setampan ini, aku jamin pasti Ayahmu akan terkejut saat melihatmj nanti," Kaisar Chen menepuk pundak Tetua Shen pelan.


"Aku sudah bertemu dengannya sebelumnya, tapi yang diucapkan Kaisar benar karena ayahku histeris sendiri saat di dalam rumah."

__ADS_1


__ADS_2